Kasus Rabies di Manado dalam Catatan Medis Tahun 1926
- calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anjing Rabies di lukis oleh George Fleming 1872 di London - Wikimedia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Institut Pasteur di Bandoeng menerima pasien-pasien yang mendapat gigitan atau kontak dari hewan yang dicurigai menderita rabies (lyssa). Dalam laporan tahunan yang dimuat dalam Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië tahun 1927, terdapat pula catatan mengenai seorang pasien yang berasal dari Menado.¹ Pasien tersebut dicatat dengan inisial A. M., seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Dalam tabel laporan, ia disebut sebagai “Inl. knaap, 13 jaar, van Menado”, yaitu anak pribumi berusia 13 tahun dari Menado. Ia mengalami gigitan pada 12 November 1926 dan mulai mendapatkan penanganan pada 24 November 1926.²
Lokasi luka dicatat berada pada telapak tangan kiri bagian bawah serta lengan kanan bagian atas. Jarak antara gigitan dan dimulainya pengobatan tercatat 12 hari. Dalam tabel tersebut juga dicatat waktu munculnya gejala dan hasil penanganan pasien.³ Pasien A. M. kemudian mendapatkan perawatan di Instituut Pasteur. Laporan mencatat bahwa ia diberi lima suntikan carbol-virusfixe-vaccin. Keterangan tersebut terdapat dalam kolom catatan (opmerkingen) pada daftar pasien yang menjalani pengobatan terhadap rabies.⁴
Kasus A. M. tercatat bersama sejumlah pasien lain dari berbagai daerah di Hindia Belanda. Dalam tabel yang sama terdapat pasien dari Malang, Bondowoso, Loewoe di Celebes, Palopo, dan daerah lainnya. Dengan demikian, Menado termasuk daerah yang tercatat dalam laporan pasien yang memperoleh penanganan rabies di Institut Pasteur pada 1926.⁵ Laporan Institut Pasteur juga mencatat pemeriksaan terhadap hewan yang dicurigai menderita rabies. Pada tahun 1926, sebanyak 98 bangkai atau kepala hewan dibawa ke institut untuk pemeriksaan, sementara 201 paket bahan otak dikirim dari berbagai tempat dalam keadaan telah diawetkan. Seluruhnya menghasilkan 299 pemeriksaan.⁶
Dari pemeriksaan lengkap yang dapat dievaluasi, laporan mencatat 163 hasil positif dari 257 pemeriksaan, atau lebih dari 63 persen. Dalam daftar asal 161 kasus positif pada hewan, Menado tercatat sebanyak 6 kasus.⁷ Kasus positif tersebut terutama berasal dari anjing. Laporan menyebut bahwa dari kasus positif pada hewan tersebut terdapat 157 anjing, 1 kucing, 2 kuda, dan 1 kambing. Selain pemeriksaan terhadap hewan, dilakukan pula pemeriksaan jaringan otak pada dua kasus lyssa humana atau rabies pada manusia.⁸
Dalam catatan observasi, Institut Pasteur juga menerima hewan yang telah menggigit manusia untuk diamati selama beberapa hari guna menentukan apakah orang yang digigit memerlukan pengobatan antirabies. Selama 1926, tercatat 138 anjing, 9 monyet, 7 kucing, dan 1 tupai yang ditempatkan dalam kandang observasi. Dari hewan-hewan tersebut, rabies ditemukan pada 7 anjing dan 1 kucing.⁹ Untuk pasien dari luar Jawa, laporan juga mencatat penggunaan carbol-virusfixe-vaccin sebagai pengobatan pendahuluan sebelum pasien tiba di Bandoeng. Dari 129 pasien yang berasal dari Buitengewesten, 113 orang atau 87 persen telah memperoleh pengobatan pendahuluan dengan vaksin tersebut sebelum tiba di Institut Pasteur. Institut itu juga mengirimkan 1.567 ampul vaksin ke berbagai depot di wilayah luar Jawa.¹⁰
Catatan tahun 1926 tersebut menunjukkan bahwa Menado muncul dalam dua bagian laporan rabies: pertama, sebagai asal seorang pasien manusia berusia 13 tahun yang mendapatkan lima suntikan vaksin di Institut Pasteur; kedua, sebagai asal enam kasus positif pada hewan dalam daftar pemeriksaan rabies. Laporan tersebut tidak memberikan rincian mengenai jenis hewan pada keenam kasus positif yang berasal dari Menado.¹¹
Catatan kaki:
1. Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië, 1927, laporan mengenai lyssa dan kegiatan Institut Pasteur tahun 1926.
2. Ibid.
3. Ibid.
4. Ibid.
5. Ibid.
6. Ibid., “Verrichte secties op van dolheid verdachte dieren en onderzoek van toegezonden hersenmateriaal.”
7. Ibid.
8. Ibid.
9. Ibid., “Observatie van verdachte dieren.”
10. Ibid., “Voorbehandeling met door carbol gedood virus-fixe.”
11. Ibid.
- Penulis: Engel Yong
