Artikel Terbaru
» Lihat Semua
Babi di Negeriku: Pembelaan Residen VOC dalam Skandal Manado 1719
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 37
- 0Komentar
Pada Juli 1719 dua utusan Kompeni VOC tiba di Manado yaitu Kapten Casper Voges dan onderkoopman (pedagang muda) Frans Reaal. Mereka diutus Gubernur Ternate Jacob Bottendorp dan Dewan Politiknya, dengan wewenang menerima pernyataan resmi di depan saksi.[1] Tugas utama mereka memulangkan orang-orang yang menyingkir dari Tongkimbut dan negeri lain. Perkara itu dibahas dalam rapat besar […]
Soepit, Paat dan Lonto: Tiga Penguasa Minahasa di Bawah Bayang-Bayang VOC 1719–1724
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 20
- 0Komentar
Selasa pagi pada 1 Agustus 1719, seorang vaandrager (pembawa panji) bernama Koeago tiba di loji Kompeni di Manado. Ia datang “uijt de Negerij Tomoon” (dari negeri Tomon). Di tangannya dia membawa “de rotting van den hoofhoeckum majoor Paat” (tongkat rotan hukum mayor Paat), yang berarti “tot een teken dat door deselve afgezonden was” (sebagai tanda […]
Sebelum Permesta ‘Letnan Kolonel Warouw di Jawa Timur’
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 25
- 0Komentar
Pada akhir 1949, nama Letnan Kolonel J.F. Warouw muncul dalam laporan intelijen, berita kantor pers Aneta, dan korespondensi pejabat Belanda. Dokumen-dokumen tersebut membicarakan kegiatan Brigade XVI di Jawa Timur, ketegangan dengan kesatuan TNI lain, serta sebuah perintah yang dilaporkan ditemukan di Minahasa. Rangkaian sumber itu tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, dalam arsip Algemene Secretarie, […]
Bantahan Stakman atas Laporan Gallois: Surat dari Menado dalam Risalah Parlemen Belanda, 1892–1893
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 12
- 0Komentar
Pada 2 November 1892, M.C.E. Stakman mengirim surat dari Menado kepada Tweede Kamer, majelis rendah parlemen Belanda. Bersama surat itu, ia menyampaikan sebuah bantahan tercetak terhadap laporan W.O. Gallois mengenai keadaan Minahasa. Surat tersebut kemudian dibahas dalam laporan Komisi Petisi pada sidang parlemen tanggal 1 Juni 1893. Risalah sidang memperkenalkan Stakman sebagai residen Menado yang […]
Manado 1683: Sengketa Budak, Padi Terbakar dan Ambisi VOC
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- visibility 36
- 0Komentar
Pada 7 Mei 1683 sebuah kapal Kompeni VOC dari Ternate berlabuh di depan Benteng Amsterdam, Manado. Di dalamnya ada dua orang utusan Gubernur Maluku, Jacob Lobs. Yang pertama Oloffsz. Andries Loffsang (Oloffsz. adalah singkatan dari Oloffszoon, “anak Oloff”), yang menandatangani surat-surat rombongan dan menulis jurnal ini. Yang kedua Anthonij van der Mast, yang akan dilantik […]
Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936
- calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
- visibility 41
- 0Komentar
Pada Oktober 1936, surat kabar Keng Hwa Poo memberitakan rencana kunjungan Ds. Beers untuk berkhotbah di gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM. Kabar itu disambut baik dalam sebuah tulisan yang juga membicarakan hubungan KGPM dengan Gereja Masehi Injili Minahasa atau GMIM. Kesediaan Beers datang ke KGPM dihubungkan dengan harapan agar perbedaan organisasi tidak terus […]
Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 53
- 0Komentar
Pada awal abad ke-18, beras merupakan komoditas utama yang menghubungkan Minahasa dengan Maluku. Sebagian hasil panen penduduk dibeli untuk dikirim ke wilayah yang membutuhkan pasokan pangan, terutama Ternate. Perdagangan ini melibatkan petani, kepala-kepala setempat, pedagang swasta, serta pejabat VOC. Barang-barang dari luar masuk sebagai pembayaran atas beras yang dikumpulkan dari Minahasa. Menurut David Henley dalam […]
Ketika Spanyol Kembali ke Sulawesi Utara Lewat Pintu Bolaang 1672
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 44
- 0Komentar
Pada musim barat 1657–1658, orang Timon mengusir garnisun Spanyol terakhir di pedalaman Minahasa. Rombongan itu turun ke pantai dan menyeberang ke Siau dengan perahu pinjaman Kompeni. Lima tahun kemudian pada Juni 1663, Spanyol meninggalkan benteng-benteng mereka di Ternate. Di atas kertas, babak Spanyol di utara Sulawesi sudah selesai. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Spanyol masih bertahan […]
Artikel Rekomendasi
Pantai Malalayang 1911
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 36
- 0Komentar
Foto piknik orang Eropa di pantai Malalayang (Europeanen picknicken bij Malalajang bij Manado) Link sumber: http://hdl.handle.net/1887.1/item:811562
10 Januari 1679: Hari Ketika Negeri-Negeri Utara Celebes Berikrar Bersama
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 103
- 0Komentar
Pada 10 Januari 1679, di halaman pos dagang Kompeni di muara Manado, di kaki redut yang sudah beberapa tahun bernama Amsterdam. Sebuah dokumen dibacakan, diterjemahkan, lalu disahkan dengan lilin merah. Dokumen itu tidak panjang. Isinya sepuluh pasal, enam berisi kewajiban negeri-negeri, empat berisi janji Kompeni.[^1] Yang duduk mewakili Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) adalah Robertus Padtbrugge, […]
Bantik dalam Arsip: Riwayat yang Dapat Diperiksa, 1675–1910
- calendar_month Senin, 31 Agt 2026
- visibility 81
- 0Komentar
Menulis sejarah orang Bantik menghadapi satu kesulitan yang jarang diakui: bahan tertulis tentang mereka sedikit, terpencar, dan hampir seluruhnya dibuat oleh orang lain. Selama lebih dari dua abad, sejak nama itu pertama kali masuk arsip sampai awal abad ke-20, Bantik selalu muncul sebagai objek keterangan, dilihat dari benteng, dari kapal, dari meja residen, dari daftar […]
Fred Bolang: Dari Prajurit KNIL Hingga Pejuang Republik
- calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
- visibility 378
- 0Komentar
Latar Belakang Dan Awal Karir Militer Frederik Bolang adalah sosok prajurit legendaris dari Minahasa yang mengukir jejak dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia memulai karier militernya sebagai prajurit di Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) dan lulus dari Sekolah Bintara KNIL di Gombong pada tahun 1939. Dalam satu angkatan tersebut, ia sejajar dengan tokoh besar lainnya, seperti […]
Dari Landraad Menjadi Minhasa: Menelusuri Asal-Usul Nama Minahasa
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- visibility 67
- 0Komentar
Nama yang kini dipakai sejuta orang lebih itu baru muncul dalam catatan resmi pada penghujung abad ke-18. Sejauh yang dapat diperiksa hari ini, kemunculan tertuanya ada pada dua surat Residen Manado J. D. Schierstein kepada Gouverneur en Directeur der Molukken di Ternate, bertarikh 8 Oktober 1789 dan 29 Oktober 1789. Ejaannya bukan Minahassa, melainkan Minhasa.[^1] […]
