Pilihan Pembaca
light_mode
Topik Menarik

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

    Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

  • Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

    Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

  • Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

  • Pertemuan Raja Manado dan Presiden VOC Maximiliaen de Jongh di atas kapal di perairan Amoura pada 1668.(ilustrasi)

    Raja Manado yang Takut Naik Kapal: Perundingan Damai Amoura 1668

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Pada pertengahan tahun 1668, di depan muara sungai Amoura (Amurang), seorang raja melangkah ke pantai. Ia terus berjalan ke arah laut sampai air setinggi leher, lalu dibantu naik ke perahu. Di tengah air, antara pantai yang dijaga ratusan orang bersenjata dan kapal Kompeni yang berlabuh, ia akan bertemu Presiden VOC dari Ternate bernama Maximiliaen de […]

  • Kapal dagang Belanda jenis fluit berlayar di perairan Teluk Amurang pada abad ke-17.(ilustrasi)

    Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]

  • Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

    Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 22
  • 0Komentar

Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

  • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
  • visibility 43
  • 0Komentar

Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 33
  • 0Komentar

Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

Pertemuan Raja Manado dan Presiden VOC Maximiliaen de Jongh di atas kapal di perairan Amoura pada 1668.(ilustrasi)

Raja Manado yang Takut Naik Kapal: Perundingan Damai Amoura 1668

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 43
  • 0Komentar

Pada pertengahan tahun 1668, di depan muara sungai Amoura (Amurang), seorang raja melangkah ke pantai. Ia terus berjalan ke arah laut sampai air setinggi leher, lalu dibantu naik ke perahu. Di tengah air, antara pantai yang dijaga ratusan orang bersenjata dan kapal Kompeni yang berlabuh, ia akan bertemu Presiden VOC dari Ternate bernama Maximiliaen de […]

Kapal dagang Belanda jenis fluit berlayar di perairan Teluk Amurang pada abad ke-17.(ilustrasi)

Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 41
  • 0Komentar

Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]

Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 45
  • 0Komentar

Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]

Gubernur VOC Simon Cos, di hadapan barikade kayu Kompeni di Amoura, November 1656 (ilustrasi)

Dari Persahabatan ke Benteng Kayu: Awal Hubungan Manado dan VOC 1653–1656

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 37
  • 0Komentar

Pada awal 1656, beberapa utusan dari Manado tiba di benteng Kompeni VOC di Malayu, Ternate. Mereka dan juru bahasa Craen Leendertsz membawa kabar yang langsung menarik perhatian Gubernur Simon Cos, di negeri Kali tumbuh pohon cengkih yang sudah berbuah.¹ Bagi Kompeni yang sedang memusnahkan cengkih di luar Ambon demi monopolinya, kabar itu cukup memberi alasan […]

Sidang di Loji Kompeni dalam Benteng Amsterdam, Manado, sekitar 1727.(ilustrasi)

Hendrik Polii dalam Arsip VOC: Konflik Jabatan dan Tata Pemerintahan Negeri Baru 1726–1729

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 36
  • 0Komentar

Pada malam 2 Desember 1727, seorang luitenant berjalan berkeliling Negeri Baru di dekat Benteng Amsterdam Manado, sambil berseru “Hendrik Polij kini hukum mayor kalian, dan empat hukum yang lama tidak perlu dipercaya lagi”. Siang harinya, keempat hukum itu diberhentikan begitu saja oleh residen Kompeni VOC karena menolak menebang balok kayu. Polij yang sejak pagi menunggu […]

Artikel Rekomendasi

P.H Sambur 1904-1946 (Peggy Stein)

Paulus Hendrik Sambur: Jejak Putra Minahasa yang Gugur di Kolaka pada Masa Revolusi

  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • visibility 169
  • 0Komentar

Di tengah pergolakan pasca-Perang Dunia II dan revolusi kemerdekaan Indonesia, banyak kisah pribadi tenggelam dalam arus sejarah besar. Salah satunya adalah kisah Paulus Hendrik Sambur, seorang pria kelahiran Menado yang hidup di masa transisi penuh kekacauan antara runtuhnya kolonialisme Belanda dan lahirnya Indonesia merdeka. Paulus Hendrik Sambur lahir di Manado pada 23 Juni 1904. Namanya […]

Mengenal Sistem Kekerabatan di Minahasa

Mengenal Sistem Kekerabatan di Minahasa

  • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
  • visibility 376
  • 0Komentar

Di Minahasa, sistem kekerabatan ditentukan oleh prinsip keturunan bilateral atau parental, di mana hubungan kekerabatan dihitung melalui pihak ayah maupun ibu. Dengan demikian, seseorang dapat bergaul erat dengan kerabat dari kedua belah pihak, baik dari keluarga ayah maupun ibu. Kelompok kekerabatan yang mempengaruhi kehidupan seseorang mencakup keluarga rumah tangga, famili, dan taranak. 1. Keluarga / […]

Situasi depan benteng Amsterdam di Manado 1731 (ilustrasi)

Benteng dan Politik Identitas: Strategi VOC Menguasai Manado pada 1731

  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 166
  • 0Komentar

Dalam sejarah awal kolonialisme di jazirah utara Sulawesi, kekuatan militer tidak pernah berdiri sendiri. Di balik tembok benteng dan laras senapan, terdapat strategi sosial yang dirancang untuk menjaga stabilitas kekuasaan VOC di Minahasa. Gambaran itu tampak jelas dalam Memorie van Overgave yang disusun Gubernur Maluku, Jacob Christiaan Pielat, pada 9 Juni 1731. Dokumen tersebut memperlihatkan […]

Kisah Benteng Moraya dan Perang Tondano, Perlawanan Gigih dari Tanah Minahasa

Kisah Benteng Moraya dan Perang Tondano, Perlawanan Gigih dari Tanah Minahasa

  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 494
  • 0Komentar

Sejarah Benteng Moraya bukan sekadar kisah tentang pagar kayu di atas rawa, melainkan narasi panjang tentang pengkhianatan perjanjian, keteguhan adat, dan keberanian rakyat Minahasa terlebih khusus Tondano melawan dominasi kolonial. Dari sebuah sumpah persahabatan pada 1679 hingga pertempuran berdarah di Minawanua pada 1809, Moraya berdiri sebagai simbol kedaulatan yang lahir dari luka dan perlawanan. Artikel […]

Kain Pinawetengan Minahasa: Filosofi Motif dan Cara Membelinya di Galeri Tompaso dan Toko Online

Kain Pinawetengan Minahasa: Filosofi Motif dan Cara Membelinya di Galeri Tompaso dan Toko Online

  • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
  • visibility 168
  • 0Komentar

Kain Pinawetengan merupakan salah satu wastra khas Minahasa, Sulawesi Utara, yang tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam. Terinspirasi dari Watu Pinawetengan, kain ini menjadi simbol persatuan, identitas, dan kebijaksanaan leluhur Minahasa yang kini hadir dalam bentuk fashion etnik berkelas.   Asal-Usul dan Filosofi Motif Kain Pinawetengan   Nama […]

Pangkalan Udara Langowan: Jejak Perang Pasifik di Tanah Minahasa

Pangkalan Udara Langowan: Jejak Perang Pasifik di Tanah Minahasa

  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 99
  • 0Komentar

Di tengah hamparan sawah dan perbukitan kawasan Langowan, Minahasa, tersimpan jejak salah satu pangkalan udara paling strategis di Indonesia timur pada era Perang Dunia II. Pangkalan Udara Kalawiran, yang dalam arsip militer kolonial Belanda lebih dikenal sebagai Vliegveld Langoan bukan sekadar lapangan terbang biasa.     Tempat ini pernah menjadi titik pertahanan penting Hindia Belanda, […]

Robertus Padtbrugge dan pasukan VOC menunggu di tengah rapat para pemimpin Minahasa, 1679. (ilustrasi)

Musyawarah Minahasa dalam Catatan 1679

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 55
  • 0Komentar

Apa yang sebenarnya dilihat seorang gubernur Kompeni ketika orang Minahasa mengambil keputusan, dan apa yang tidak ia lihat. Orang Minahasa sering digambarkan sebagai masyarakat yang sejak dulu hidup tanpa raja dan memutuskan segala sesuatu lewat musyawarah. Gambaran itu biasanya disertai angka tahun yang sangat tua dan cerita tentang batu di Pinawetengan. Angka-angka itu tidak memiliki […]

Rumah-rumah di Kakas, 14 Mei 1932 (Andalan van Onze Lieve Vrouw van Het Heilig Hart)

Jejak Seismik di Utara Sulawesi: Catatan Bencana Gempa Bumi di Minahasa (1845–2026)

  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 180
  • 0Komentar

Semenanjung Minahasa sejak lama dikenal sebagai salah satu kawasan dengan dinamika tektonik paling kompleks di Indonesia. Letaknya yang berada di antara pertemuan Lempeng Laut Maluku, Lempeng Filipina, serta sistem sesar aktif di daratan menjadikan wilayah ini rentan terhadap aktivitas seismik yang berulang. Dalam perspektif geologi, kondisi ini dikenal sebagai zona konvergensi ganda (double subduction), diperkuat […]

Pendiri sanggar Tangkasi, Axsel Leonardo Galatang

Profil Sanggar Seni Tangkasi Bitung

  • calendar_month Selasa, 24 Des 2024
  • visibility 60
  • 0Komentar

Pada hari Kamis, 23 Juli 2020, Sanggar Seni Tangkasi Bitung merayakan hari jadinya yang ke-37. Selama lebih dari tiga dekade, sanggar ini telah menjadi wadah kreativitas dan pendidikan seni bagi ribuan anggotanya. Berbagai kegiatan diadakan untuk memperingati ulang tahunnya, seperti lomba baca puisi, menyanyi lagu karya Leonardo Axsel Galatang, aksi teaterikal, seminar teater daring, hingga […]

Dongue, ratu kerajaan Kaidipang (ilustrasi)

Ketika Ratu Kaidipang Menulis kepada Spanyol

  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 95
  • 0Komentar

Pada 26 Juli 1606, Juan de Esquivel maestre de campo Spanyol yang baru saja merebut Ternate menulis surat kepada lima penguasa di lengan utara Sulawesi. Ia menawarkan hal yang sama kepada semuanya, mereka tidak perlu lagi membayar upeti kepada Ternate yang menurutnya telah menguasai benteng itu selama tiga puluh satu tahun lamanya secara lalim. Sebagai […]

expand_less