Artikel Terbaru
» Lihat Semua
Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 15
- 0Komentar
Pada Oktober 1936, surat kabar Keng Hwa Poo memberitakan rencana kunjungan Ds. Beers untuk berkhotbah di gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM. Kabar itu disambut baik dalam sebuah tulisan yang juga membicarakan hubungan KGPM dengan Gereja Masehi Injili Minahasa atau GMIM. Kesediaan Beers datang ke KGPM dihubungkan dengan harapan agar perbedaan organisasi tidak terus […]
Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 20
- 0Komentar
Pada awal abad ke-18, beras merupakan komoditas utama yang menghubungkan Minahasa dengan Maluku. Sebagian hasil panen penduduk dibeli untuk dikirim ke wilayah yang membutuhkan pasokan pangan, terutama Ternate. Perdagangan ini melibatkan petani, kepala-kepala setempat, pedagang swasta, serta pejabat VOC. Barang-barang dari luar masuk sebagai pembayaran atas beras yang dikumpulkan dari Minahasa. Menurut David Henley dalam […]
Ketika Spanyol Kembali ke Sulawesi Utara Lewat Pintu Bolaang 1672
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- visibility 16
- 0Komentar
Pada musim barat 1657–1658, orang Timon mengusir garnisun Spanyol terakhir di pedalaman Minahasa. Rombongan itu turun ke pantai dan menyeberang ke Siau dengan perahu pinjaman Kompeni. Lima tahun kemudian pada Juni 1663, Spanyol meninggalkan benteng-benteng mereka di Ternate. Di atas kertas, babak Spanyol di utara Sulawesi sudah selesai. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Spanyol masih bertahan […]
Sebelum 1660: Surat VOC Mengungkap Pengusiran Spanyol dari Pedalaman Minahasa
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 32
- 0Komentar
Buku-buku sejarah Minahasa sudah lama mengulang cerita yang sama, pada 1660 Simon Cos Gubernur Kompeni di Ternate, datang dengan kapal-kapalnya membantu orang Minahasa mengusir orang Spanyol dari tanah ini. Cerita itu rapi dan mudah diingat. Namun surat yang ditulis Simon Cos sendiri pada musim semi 1658 bercerita lain. Menurut surat itu, yang membuat garnisun Spanyol […]
Petrus Kowaas ‘Penolong Injil dari Ranowangko’
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 17
- 0Komentar
Surat kabar Tjahaja Sijang edisi 8 Februari 1894, No. 3, memuat tulisan H. Rooker berjudul “Petrus Kowaas”. Tulisan tersebut mengenang penolong Injil dari Ranowangko yang telah meninggal pada Desember 1893. Riwayatnya juga dibahas F. D. J. Moorrees dalam Leven en bedrijf van Hessel Rooker, zendeling leeraar, later hulpprediker te Tondano in de Minahassa, terbitan 1918. […]
Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 13
- 0Komentar
Dalam Neêrlands-Oost-Indië, jilid II, terbitan 1860, S. A. Buddingh menuturkan perjalanan melintasi Minahasa dengan menunggang kuda. Ia melewati perkampungan, kebun, sungai, pegunungan, serta jalan yang dinaungi pepohonan. Catatannya memuat pengalaman menghadapi hujan, lereng licin, dan hutan lebat. Dalam sumber lain, Inilah Kitab Batja akan Tanah Minahassa, N. Graafland membicarakan tumbuhan hutan dan pemanfaatan kayu. Ia […]
Danau yang Tak Bisa Ditaklukkan: Ekspedisi Simon Cos ke Tondano 1661
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 20
- 0Komentar
Pada 1 Maret 1661, empat sekoci layar Kompeni berangkat dari Ternate menuju Manado. Muatannya enam puluh lima serdadu dan sejumlah Mardijker. Sekutu mereka raja Manado, telah menyiapkan pasukannya di Manado untuk membantu. Sasarannya bukan wilayah di pesisir, melainkan sebuah danau di pegunungan, tempat sekitar seribu empat ratus lelaki Alifuru bersiap bertahan. Orang Spanyol menamai danau […]
Musyawarah Minahasa dalam Catatan 1679
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- visibility 19
- 0Komentar
Apa yang sebenarnya dilihat seorang gubernur Kompeni ketika orang Minahasa mengambil keputusan, dan apa yang tidak ia lihat. Orang Minahasa sering digambarkan sebagai masyarakat yang sejak dulu hidup tanpa raja dan memutuskan segala sesuatu lewat musyawarah. Gambaran itu biasanya disertai angka tahun yang sangat tua dan cerita tentang batu di Pinawetengan. Angka-angka itu tidak memiliki […]
Artikel Rekomendasi
J.G.F. Riedel, Anak Misionaris Tondano yang Menjadi Etnograf Hindia Timur
- calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
- visibility 129
- 0Komentar
Johann Gerard Friedrich Riedel lahir pada 17 Februari 1832 di Tondano dan meninggal di Batavia pada 15 Desember 1911.[^3] Ia merupakan putra sulung Johann Friedrich Riedel, misionaris asal Erfurt yang bersama Johann Gottlieb Schwarz menjadi bagian penting dalam sejarah awal pekabaran Injil di Minahasa.[^1] Johann Friedrich Riedel tiba di Minahasa pada 1831 dan menjalankan pelayanan […]
Pantai Lolan Boltim, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara
- calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
- visibility 82
- 0Komentar
Menikmati Keindahan Pantai Lolan Boltim, Surga Tersembunyi di Sulawesi Utara Hai, Sobat Traveler! Kalau kamu lagi cari destinasi liburan yang masih alami, belum terlalu ramai, tapi super cantik, Pantai Lolan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, bisa jadi jawaban yang tepat! Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang halus, air laut biru jernih, […]
Gunung Klabat, Pesona Alam Tertinggi di Sulawesi Utara
- calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
- visibility 37
- 0Komentar
Eksplorasi Gunung Klabat: Ikon Pendakian Tertinggi di Sulawesi Utara Gunung Klabat berdiri megah di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, dengan ketinggian mencapai 1.995 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan puncak tertinggi di Sulawesi Utara dan telah menjadi destinasi favorit bagi para pendaki, fotografer alam, dan pencinta petualangan. Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara […]
Menggugat Takhta: Mengapa Minahasa Menolak Konsep “Raja” dalam Catatan Kolonial
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 131
- 0Komentar
Sejarah politik Nusantara kerap dipahami melalui lensa kerajaan dan kesultanan. Dari Jawa hingga Maluku, struktur kekuasaan feodal menjadi pola umum dalam pengorganisasian masyarakat. Namun, Minahasa menghadirkan pengecualian yang mencolok. Dalam sejumlah catatan kolonial abad ke-17 hingga ke-19, wilayah ini digambarkan bukan sebagai kerajaan, melainkan federasi komunitas yang relatif egaliter. Penolakan terhadap konsep “raja” di Minahasa […]
Benteng Amurang: Jejak VOC di Gerbang Selatan Minahasa
- calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
- visibility 101
- 0Komentar
Di tepi Teluk Amurang, sebelah barat muara sungai Ranowangko, berdiri sisa sebuah tembok tua. Denahnya menyerupai huruf D, satu sisi lurus sepanjang kira-kira 30 meter, satu sisi melengkung menghadap laut, tingginya hampir tiga meter, dengan enam lekukan tempat meriam. Pada temboknya tertulis angka 1512.[1] Orang menyebutnya Benteng Portugis. Nama itu sudah lama melekat. Tetapi ketika […]
