Artikel Terbaru
» Lihat Semua
Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 9
- 0Komentar
Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]
Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 14
- 0Komentar
Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]
Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667
- calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
- visibility 22
- 0Komentar
Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]
Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- visibility 23
- 0Komentar
Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]
Dari Persahabatan ke Benteng Kayu: Awal Hubungan Manado dan VOC 1653–1656
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- visibility 13
- 0Komentar
Pada awal 1656, beberapa utusan dari Manado tiba di benteng Kompeni VOC di Malayu, Ternate. Mereka dan juru bahasa Craen Leendertsz membawa kabar yang langsung menarik perhatian Gubernur Simon Cos, di negeri Kali tumbuh pohon cengkih yang sudah berbuah.¹ Bagi Kompeni, yang sedang memusnahkan cengkih di luar Ambon demi monopolinya, kabar itu cukup memberi alasan […]
Hendrik Polii dalam Arsip VOC: Konflik Jabatan dan Tata Pemerintahan Negeri Baru 1726–1729
- calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
- visibility 20
- 0Komentar
Pada malam 2 Desember 1727, seorang luitenant berjalan berkeliling Negeri Baru di dekat Benteng Amsterdam Manado, sambil berseru “Hendrik Polij kini hukum mayor kalian, dan empat hukum yang lama tidak perlu dipercaya lagi”. Siang harinya, keempat hukum itu diberhentikan begitu saja oleh residen Kompeni VOC karena menolak menebang balok kayu. Polij yang sejak pagi menunggu […]
Sebelum Ada Residen Manado: Jejak Para Pejabat VOC di Tanah Minahasa
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 45
- 0Komentar
Selama tujuh puluh tahun pertamanya, pos Kompeni VOC di Manado tidak pernah dipimpin seorang “residen” dalam pengertian yang kita kenal sekarang. Yang ada adalah kepala sebuah benteng kecil di bawah Gubernur VOC Ternate. Gelarnya berganti-ganti mengikuti siapa yang tersedia, yaitu sersan, vaandrig, opperhoofd, resident, atau gezaghebber. Dari 1656 sampai 1732, sedikitnya dua puluh lima orang […]
Perkawinan Minahasa: Harta, Pilihan Pasangan, dan Biaya Pesta
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 28
- 0Komentar
Pada 22 Januari 1894, Tjahaja Sijang menerbitkan laporan perhimpunan para penolong Injil dan beberapa pengerdja jemaat Minahasa di Tondano. Salah satu pembicaraannya menyangkut harta dalam perkawinan: siapa yang menentukan pasangan, besarnya pembayaran, serta pengeluaran keluarga. Laporan tersebut disambung pada 22 Februari 1894, dengan tanggapan dari para penolong Injil di Airmadidi, Bunaken, Singkil, Sonder, Ratahan, Tanawangko, […]
Artikel Rekomendasi
Dokumen Nama-nama Distrik di Amurang (1872)
- calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
- visibility 45
- 0Komentar
Asal Nama-Nama Distrik dan Pemukiman Dalam Divisi Amoerang, thn 1872. Diambil dari Tijdschrift van Nederlandsch Indië, 3de serie, 5de jaargang, deel 2. Bahasa Indonesia DOWNLOAD – GDRIVE – RTF – 500KB Diunggah oleh Roderick C Wahr
Keindahan Alam Air Terjun Tumimperas Destinasi Tersembunyi di Tomohon
- calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
- visibility 49
- 0Komentar
Pesona Alami dan Keindahan Alam di Jantung Tomohon Sulawesi Utara menyimpan banyak destinasi dan keindahan alam tersembunyi yang memukau, dan salah satunya adalah Air Terjun Tumimperas. Terletak di Kakaskasen Dua, Tomohon Utara, tempat ini menghadirkan pengalaman wisata alam yang sejuk dan alami. Setiap akhir pekan, banyak wisatawan lokal maupun luar daerah menjadikan air terjun […]
Kiawa Minahasa: Sejarah Desa Tertua, Ritus Wanua, dan Makna Nama Kiowa
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 286
- 0Komentar
Desa Kiawa di jantung Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan kisah panjang yang tidak hanya hidup dalam memori kolektif masyarakat, tetapi juga terdokumentasi dalam kajian ilmiah awal abad ke-20. Salah satu rujukan primer terpenting mengenai asal-usul desa ini terdapat dalam buku monumental Tontemboansche Teksten, Vertaling karya J.A.T. Schwarz, yang diterbitkan di Leiden pada tahun 1907. Dalam kumpulan […]
Yulius Selvanus Komaling: Menuju Kursi Gubernur Sulawesi Utara
- calendar_month Minggu, 9 Feb 2025
- visibility 80
- 0Komentar
Yulius Selvanus Komaling adalah sosok yang dikenal luas dalam dunia militer dan politik Indonesia. Lahir pada 17 September 1963 di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Ia meniti karier militernya hingga mencapai pangkat Mayor Jenderal sebelum akhirnya terjun ke dunia politik. Dengan pengalaman panjang di bidang pertahanan dan strategi, ia berhasil meraih kepercayaan rakyat Sulawesi Utara untuk […]
Ketika Juru Bahasa Membantah Residen VOC: Pieter Tobias di Manado 1719
- calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
- visibility 63
- 0Komentar
Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]
