Artikel Terbaru
» Lihat Semua
Hendrik Polii dalam Arsip VOC: Konflik Jabatan dan Tata Pemerintahan Negeri Baru 1726–1729
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 5
- 0Komentar
Pada malam 2 Desember 1727, seorang luitenant berjalan berkeliling Negeri Baru di dekat Benteng Amsterdam Manado, sambil berseru “Hendrik Polij kini hukum mayor kalian, dan empat hukum yang lama tidak perlu dipercaya lagi”. Siang harinya, keempat hukum itu diberhentikan begitu saja oleh residen Kompeni VOC karena menolak menebang balok kayu. Polij yang sejak pagi menunggu […]
Sebelum Ada Residen Manado: Jejak Para Pejabat VOC di Tanah Minahasa
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 25
- 0Komentar
Selama tujuh puluh tahun pertamanya, pos Kompeni VOC di Manado tidak pernah dipimpin seorang “residen” dalam pengertian yang kita kenal sekarang. Yang ada adalah kepala sebuah benteng kecil di bawah Gubernur VOC Ternate, dan gelarnya berganti-ganti mengikuti siapa yang tersedia yaitu sersan, vaandrig, opperhoofd, resident, gezaghebber. Dari 1656 sampai 1732, sedikitnya dua puluh lima orang […]
Perkawinan Minahasa: Harta, Pilihan Pasangan, dan Biaya Pesta
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 16
- 0Komentar
Pada 22 Januari 1894, Tjahaja Sijang menerbitkan laporan perhimpunan para penolong Injil dan beberapa pengerdja jemaat Minahasa di Tondano. Salah satu pembicaraannya menyangkut harta dalam perkawinan: siapa yang menentukan pasangan, besarnya pembayaran, serta pengeluaran keluarga. Laporan tersebut disambung pada 22 Februari 1894, dengan tanggapan dari para penolong Injil di Airmadidi, Bunaken, Singkil, Sonder, Ratahan, Tanawangko, […]
Menabung untuk Hari Depan ‘Perdebatan Spaarbank Minahassa’
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 13
- 0Komentar
Pada awal 1894, rencana menghimpun uang simpanan menjadi bahan pembicaraan dalam surat kabar Tjahaja Sijang. J. Tampenawas mengajak pembaca membentuk perkumpulan bernama Spaarbank Minahassa. Usulan itu mencakup simpanan bulanan, peminjaman uang, jaminan, dan susunan pengurus. Dalam edisi berikutnya, seorang penulis berinisial G. mempertanyakan keamanan pengelolaannya, sementara J. L. memberikan keterangan tambahan mengenai pembicaraan dengan Tampenawas […]
Kedatangan Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist: Dari Manado ke Tondano, 12–19 September 1855
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 18
- 0Komentar
Pada 12 September 1855, kapal uap Ambon tiba di Manado membawa Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist beserta rombongannya. Pieter Bleeker, yang mengikuti perjalanan tersebut, mencatat kedatangan itu dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbitan 1856. Sebelum mencapai tempat berlabuh, rombongan melihat Manado Tua, perbukitan pesisir, dan persiapan penyambutan di kota. Dari […]
Tanah sebagai Pengikat Keluarga: Taranak, Pasini, dan Pembagian Warisan
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 22
- 0Komentar
Pada 11 April 1895, Worotikan dari Tondano menyusun nota mengenai penguasaan tanah di Minahasa. J.E. Jasper menggunakan nota yang belum diterbitkan itu dalam Eenige onderwerpen, betrekking hebbende op de Minahassa, terbitan 1913. Jasper menyebut bahwa ia memperoleh kesempatan membacanya melalui kepala distrik Mandagie. Dari nota tersebut, ia menguraikan jenis tanah, penguasaan bersama, serta pengelolaan tanah […]
Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 21
- 0Komentar
Pada 1854, Residen A.J.F. Jansen memperkenalkan pemilihan kepala negeri di Minahasa. Tahun tersebut disebut dalam Adatrechtbundel IX: Celebes yang terbit pada 1914 dan dalam Bestuursvormen en bestuursstelsels in de Minahassa karya Marten Brouwer, terbitan 1936. Menurut Adatrechtbundel IX, sejak sistem itu diperkenalkan, pengangkatan kepala negeri oleh kepala pemerintahan wilayah pada umumnya merupakan pengesahan atas pilihan […]
Sarang Walet, Kain Biru, dan Perebutan Lembeh pada 1770
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 26
- 0Komentar
Pada 21 Desember 1770, Dewan Politik di Kasteel Oranje Ternate, memutuskan siapa yang berhak atas sarang walet di Pulau Lembeh. Hak itu jatuh kepada Hukum Kema, Xaverius Dotulong, dan orang Manado dilarang mengambil di sana.[1] Menurut pemerintah Ternate sendiri, sebelumnya hampir tak pernah ada sengketa. Sarang walet Lembeh dianggap barang remeh. Para hukum Kema menyerahkannya […]
Artikel Rekomendasi
Hilangnya Tradisi Lama
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- visibility 63
- 0Komentar
Tradisi lama di Tondano dan wilayah Minahasa lainnya mencakup cerita rakyat, teka-teki, nyanyian, serta berbagai kebiasaan yang berhubungan dengan kehamilan dan kelahiran. F. S. Watuseke mencatat bentuk-bentuk tradisi tersebut dalam sejumlah artikel yang terbit antara 1957 dan 1980. Sebagian telah berhenti dilakukan, sebagian sedang menghilang, dan sebagian lainnya hanya bertahan dalam ingatan sejumlah kecil orang […]
Sulawesi Utara Dalam Sumber-Sumber Asia Hingga 1667
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- visibility 65
- 0Komentar
Sering diandaikan bahwa sebelum orang Eropa datang, Manado dan daratan Sulawesi Utara sudah dikenal luas oleh kerajaan-kerajaan Asia seperti Majapahit, pelaut Tiongkok atau Gowa. Andaian itu wajar, sebab pesisir ini terletak di jalur antara Filipina dan Maluku. Namun ketika sumber-sumber Asia yang tersedia dibaca satu per satu, gambarannya menjadi lain. Pulau-pulau di utara memang tercatat. […]
Sekilas Kisah Legenda Pertempuran Minahasa & Mongondow di Pegunungan Tareran
- calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
- visibility 170
- 0Komentar
Pada sekitar tahun 1560 hingga 1590, ketika orang-orang Mongondow mulai memperluas wilayahnya ke selatan Minahasa, para tonaas (pemimpin adat) suku Minahasa merasa terpanggil untuk mempertahankan tanah leluhur mereka. Musyawarah diadakan di Watu Pinawetengan, sekitar kaki Gunung Soputan, untuk menyusun strategi menghadapi ancaman dari suku Mongondow, yang telah menguasai wilayah barat Kuntung Tareran. Tiga tonaas yang […]
Kiawa Minahasa: Sejarah Desa Tertua, Ritus Wanua, dan Makna Nama Kiowa
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- visibility 272
- 0Komentar
Desa Kiawa di jantung Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan kisah panjang yang tidak hanya hidup dalam memori kolektif masyarakat, tetapi juga terdokumentasi dalam kajian ilmiah awal abad ke-20. Salah satu rujukan primer terpenting mengenai asal-usul desa ini terdapat dalam buku monumental Tontemboansche Teksten, Vertaling karya J.A.T. Schwarz, yang diterbitkan di Leiden pada tahun 1907. Dalam kumpulan […]
Waruga: Jejak Tradisi Pemakaman Unik Masyarakat Minahasa
- calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
- visibility 207
- 0Komentar
Pelukis: Adrianus Johannes Bik (c. 1822) Di tanah Minahasa, batu bukan sekadar benda mati. Ia dipahat, diberi makna, dan dijadikan rumah terakhir bagi manusia yang telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. Di antara warisan budaya Nusantara, waruga berdiri sebagai salah satu peninggalan megalitik yang paling unik, bukan hanya karena bentuknya, melainkan juga karena cara masyarakat masa […]
