Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa

    Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa

    • calendar_month 3 menit yang lalu
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Pada 1854, Residen A.J.F. Jansen memperkenalkan pemilihan kepala negeri di Minahasa. Tahun tersebut disebut dalam Adatrechtbundel IX: Celebes yang terbit pada 1914 dan dalam Bestuursvormen en bestuursstelsels in de Minahassa karya Marten Brouwer, terbitan 1936. Menurut Adatrechtbundel IX, sejak sistem itu diperkenalkan, pengangkatan kepala negeri oleh kepala pemerintahan wilayah pada umumnya merupakan pengesahan atas pilihan […]

  • Sidang Dewan Politik di Kasteel Oranje, Ternate, 21 Desember 1770. (ilustrasi)

    Sarang Walet, Kain Biru, dan Perebutan Lembeh pada 1770

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pada 21 Desember 1770, Dewan Politik di Kasteel Oranje Ternate, memutuskan siapa yang berhak atas sarang walet di Pulau Lembeh. Hak itu jatuh kepada Hukum Kema, Xaverius Dotulong, dan orang Manado dilarang mengambil di sana.[1] Menurut pemerintah Ternate sendiri, sebelumnya hampir tak pernah ada sengketa. Sarang walet Lembeh dianggap barang remeh. Para hukum Kema menyerahkannya […]

  • Penyambutan Gubernur Robertus Padtbrugge di pantai Manado pada Hari Natal 1678.(ilustrasi)

    Natal 1678 di Manado: Enam Belas Hari Sebelum Kontrak Pertama VOC

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kedatangan Gubernur Padtbrugge, enam belas hari sebelum kontrak 10 Januari 1679 Pada hari Natal 1678, seorang gubernur Belanda mendarat di pantai Manado. Dua pendeta Protestan dan sejumlah pater Yesuit menyambut kedatangannya. Pemandangan itu menyimpan ironi sejarah bahwa setahun sebelumnya, kedua kelompok rohaniwan tersebut berada di pihak yang berlawanan dalam konflik yang melibatkan Kompeni VOC dan […]

  • Permukiman air ini menjadi tempat berlindung ketika konflik dengan Kompeni VOC memuncak pada 1663–1664.(ilustrasi)

    Ancaman Mengeringkan Danau Tondano: Strategi VOC Menundukkan Tondano pada 1664

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Pada 5 Mei tahun 1664, Gubernur dan Dewan VOC di Ternate menulis ke Batavia bahwa orang Tondano dan Tumon sudah menyerah. Mereka bersedia menghancurkan negeri dan kubu mereka di atas air, pindah ke daratan, dan menyerahkan semua senapan kepada Raja Amoura. [1] Pos Kompeni VOC di Manado saat itu hanya berisi 16 orang. Yang menekan […]

  • Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

    Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

  • Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

    Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa

Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa

  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • visibility 1
  • 0Komentar

Pada 1854, Residen A.J.F. Jansen memperkenalkan pemilihan kepala negeri di Minahasa. Tahun tersebut disebut dalam Adatrechtbundel IX: Celebes yang terbit pada 1914 dan dalam Bestuursvormen en bestuursstelsels in de Minahassa karya Marten Brouwer, terbitan 1936. Menurut Adatrechtbundel IX, sejak sistem itu diperkenalkan, pengangkatan kepala negeri oleh kepala pemerintahan wilayah pada umumnya merupakan pengesahan atas pilihan […]

Sidang Dewan Politik di Kasteel Oranje, Ternate, 21 Desember 1770. (ilustrasi)

Sarang Walet, Kain Biru, dan Perebutan Lembeh pada 1770

  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 10
  • 0Komentar

Pada 21 Desember 1770, Dewan Politik di Kasteel Oranje Ternate, memutuskan siapa yang berhak atas sarang walet di Pulau Lembeh. Hak itu jatuh kepada Hukum Kema, Xaverius Dotulong, dan orang Manado dilarang mengambil di sana.[1] Menurut pemerintah Ternate sendiri, sebelumnya hampir tak pernah ada sengketa. Sarang walet Lembeh dianggap barang remeh. Para hukum Kema menyerahkannya […]

Penyambutan Gubernur Robertus Padtbrugge di pantai Manado pada Hari Natal 1678.(ilustrasi)

Natal 1678 di Manado: Enam Belas Hari Sebelum Kontrak Pertama VOC

  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • visibility 9
  • 0Komentar

Kedatangan Gubernur Padtbrugge, enam belas hari sebelum kontrak 10 Januari 1679 Pada hari Natal 1678, seorang gubernur Belanda mendarat di pantai Manado. Dua pendeta Protestan dan sejumlah pater Yesuit menyambut kedatangannya. Pemandangan itu menyimpan ironi sejarah bahwa setahun sebelumnya, kedua kelompok rohaniwan tersebut berada di pihak yang berlawanan dalam konflik yang melibatkan Kompeni VOC dan […]

Permukiman air ini menjadi tempat berlindung ketika konflik dengan Kompeni VOC memuncak pada 1663–1664.(ilustrasi)

Ancaman Mengeringkan Danau Tondano: Strategi VOC Menundukkan Tondano pada 1664

  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 15
  • 0Komentar

Pada 5 Mei tahun 1664, Gubernur dan Dewan VOC di Ternate menulis ke Batavia bahwa orang Tondano dan Tumon sudah menyerah. Mereka bersedia menghancurkan negeri dan kubu mereka di atas air, pindah ke daratan, dan menyerahkan semua senapan kepada Raja Amoura. [1] Pos Kompeni VOC di Manado saat itu hanya berisi 16 orang. Yang menekan […]

Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

  • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
  • visibility 18
  • 0Komentar

Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 46
  • 0Komentar

Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

Pencopotan Tololiu Soepit dari jabatan hukum mayor di hadapan para kepala negeri, 14 Oktober 1744.(ilustrasi)

Tololiu Soepit, Hukum Mayor yang Kehilangan Kekuasaan pada 1744

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 49
  • 0Komentar

Surat kompeni VOC dari Ternate pada September 1745 mencatat syarat orang-orang Manado yang mengungsi ke Bolaang. Mereka tidak akan pulang, “sekalipun Kompeni mengirim komisaris seribu kali”. Satu-satunya jalan, kata mereka, adalah bila bekas hukum mayor Tolelieuw Soepit dan dua hukum lain yang sangat mereka benci datang sendiri menjemput. [1] Lima tahun sebelumnya, para hukum justru […]

Rapat di Manado pada Agustus 1697, ketika Soepit, hukum mayor dari Tombariri, menerima hadiah berupa sebilah pedang Belanda dan seuntai koral biru dari utusan Kompeni.(ilustrasi)

Soepit dari Tombariri: Kuasa, Amarah, dan Warisan Seorang Kepala Negeri Minahasa

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 45
  • 0Komentar

Pada akhir Agustus 1697, utusan Kompeni VOC dari Ternate menulis kalimat ini tentang seorang kepala negeri dari Tombariri. “Hukum mayor kepala Soepit, yang memerintah seluruh negeri seperti raja, dan yang kata-katanya dipegang para tuan Alfur ini seperti sabda dewa.” Karena itu, lanjut mereka “terserah kepadanyalah apakah negeri-negeri itu hendak dijaga dalam damai atau dibuat bergolak.” […]

Artikel Rekomendasi

Rapat Gerejawi Di Beo Mei 1929 - (repro foto De Zending op de Sangi-En Talaud Eilanden)

Dua Pasal yang Mengubah Sejarah Gereja di Sangihe, 1729–1752

  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 66
  • 0Komentar

Pertanyaan tentang kapan gereja pertama berdiri di Sulawesi Utara hampir selalu dijawab dengan tarikh sebuah bangunan. Ada jawaban lain yang lebih dapat diperiksa dan pada akhirnya, lebih menjelaskan kapan dan dengan kalimat apa gereja diberi tempat secara hukum, dan dengan kalimat apa pendahulunya dihapus. Dua kalimat itu ada tertulis, bertarikh dan beralamat halaman. Keduanya berdiri […]

Desa Kali 1642: Kisah Fray Lorenzo Garralda dan Jejak Awal Fransiskan di Minahasa

Desa Kali 1642: Kisah Fray Lorenzo Garralda dan Jejak Awal Fransiskan di Minahasa

  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
  • visibility 108
  • 0Komentar

Pada pertengahan abad ketujuh belas, seorang imam Fransiskan dari Navarra dibunuh di pedalaman Minahasa, namanya Lorenzo Garralda. Kisahnya sampai kepada kita terutama lewat laporan atasannya yang selamat dari peristiwa yang sama. Laporan itu ternyata lebih bisa dipercaya daripada banyak cerita yang kemudian beredar tentang Garralda, meskipun tidak dalam segala hal. Dari Navarra ke Manila Garralda […]

Perjanjian Minahasa-Belanda: Kisah Aliansi Politik dan Militer di Sulawesi Utara

Perjanjian Minahasa-Belanda: Kisah Aliansi Politik dan Militer di Sulawesi Utara

  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 939
  • 0Komentar

Kedua kontrak di Sulawesi Utara dikenal sebagai Verbond Minahasa tidak menyebut Minahasa. Yang 1679 menamai pihak keduanya “de dorphoofden en gantsche gemeijnte van de lantstreecke van Manado ofte ‘t noordelijkste gedeelte van Celebes“.[^1] Yang 1699 menamai “alle de rigters van de gesamentlyke soo beneden-, boven- als agterlandse dorpen onder de landstreek van Manado ressorteerende“.[^2] Kepala […]

Ilustrasi penebangan pohon cengkih oleh prajurit VOC dan penduduk setempat di Kepulauan Utara, 1677.

Ditanam, Dilarang, Ditebang: Polemik Cengkih di Utara, 1646–1677

  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
  • visibility 75
  • 0Komentar

Ada satu klaim yang cukup sering muncul dalam tulisan sejarah Sulawesi Utara: Belanda menebangi pohon cengkih di Manado dan sekitarnya. Klaim itu perlu dibaca dengan lebih hati-hati. Bahwa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menjalankan kebijakan pemusnahan pohon cengkih terbukti jelas. Pelaksanaannya juga terdokumentasi secara rinci di sejumlah pulau di kawasan utara. Namun, apakah penebangan yang sama […]

Bangka sebagai Tempat Labuh Armada Jepang dalam Operasi Menado 1942

Bangka sebagai Tempat Labuh Armada Jepang dalam Operasi Menado 1942

  • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
  • visibility 29
  • 0Komentar

Dalam operasi Jepang untuk merebut Menado pada Januari 1942, Bangka disebut sebagai tempat labuh yang harus dipertahankan dan dijaga. Kapal-kapal yang selesai membongkar muatan direncanakan berpindah ke sana, sementara satuan pangkalan membangun pertahanan pada jalur masuknya. Kegiatan tersebut dicatat dalam The Operations of the Navy in the Dutch East Indies and the Bay of Bengal, […]

expand_less