Artikel Terbaru
» Lihat Semua
Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- 0Komentar
Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]
Hendrik Polii dalam Arsip VOC: Konflik Jabatan dan Tata Pemerintahan Negeri Baru 1726–1729
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 7
- 0Komentar
Pada malam 2 Desember 1727, seorang luitenant berjalan berkeliling Negeri Baru di dekat Benteng Amsterdam Manado, sambil berseru “Hendrik Polij kini hukum mayor kalian, dan empat hukum yang lama tidak perlu dipercaya lagi”. Siang harinya, keempat hukum itu diberhentikan begitu saja oleh residen Kompeni VOC karena menolak menebang balok kayu. Polij yang sejak pagi menunggu […]
Sebelum Ada Residen Manado: Jejak Para Pejabat VOC di Tanah Minahasa
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- visibility 32
- 0Komentar
Selama tujuh puluh tahun pertamanya, pos Kompeni VOC di Manado tidak pernah dipimpin seorang “residen” dalam pengertian yang kita kenal sekarang. Yang ada adalah kepala sebuah benteng kecil di bawah Gubernur VOC Ternate. Gelarnya berganti-ganti mengikuti siapa yang tersedia, yaitu sersan, vaandrig, opperhoofd, resident, atau gezaghebber. Dari 1656 sampai 1732, sedikitnya dua puluh lima orang […]
Perkawinan Minahasa: Harta, Pilihan Pasangan, dan Biaya Pesta
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 18
- 0Komentar
Pada 22 Januari 1894, Tjahaja Sijang menerbitkan laporan perhimpunan para penolong Injil dan beberapa pengerdja jemaat Minahasa di Tondano. Salah satu pembicaraannya menyangkut harta dalam perkawinan: siapa yang menentukan pasangan, besarnya pembayaran, serta pengeluaran keluarga. Laporan tersebut disambung pada 22 Februari 1894, dengan tanggapan dari para penolong Injil di Airmadidi, Bunaken, Singkil, Sonder, Ratahan, Tanawangko, […]
Menabung untuk Hari Depan ‘Perdebatan Spaarbank Minahassa’
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 16
- 0Komentar
Pada awal 1894, rencana menghimpun uang simpanan menjadi bahan pembicaraan dalam surat kabar Tjahaja Sijang. J. Tampenawas mengajak pembaca membentuk perkumpulan bernama Spaarbank Minahassa. Usulan itu mencakup simpanan bulanan, peminjaman uang, jaminan, dan susunan pengurus. Dalam edisi berikutnya, seorang penulis berinisial G. mempertanyakan keamanan pengelolaannya, sementara J. L. memberikan keterangan tambahan mengenai pembicaraan dengan Tampenawas […]
Kedatangan Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist: Dari Manado ke Tondano, 12–19 September 1855
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 20
- 0Komentar
Pada 12 September 1855, kapal uap Ambon tiba di Manado membawa Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist beserta rombongannya. Pieter Bleeker, yang mengikuti perjalanan tersebut, mencatat kedatangan itu dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbitan 1856. Sebelum mencapai tempat berlabuh, rombongan melihat Manado Tua, perbukitan pesisir, dan persiapan penyambutan di kota. Dari […]
Tanah sebagai Pengikat Keluarga: Taranak, Pasini, dan Pembagian Warisan
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 24
- 0Komentar
Pada 11 April 1895, Worotikan dari Tondano menyusun nota mengenai penguasaan tanah di Minahasa. J.E. Jasper menggunakan nota yang belum diterbitkan itu dalam Eenige onderwerpen, betrekking hebbende op de Minahassa, terbitan 1913. Jasper menyebut bahwa ia memperoleh kesempatan membacanya melalui kepala distrik Mandagie. Dari nota tersebut, ia menguraikan jenis tanah, penguasaan bersama, serta pengelolaan tanah […]
Suara Lisan dan Hak Pilih: Pemilihan Kepala Negeri Minahasa
- calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
- visibility 22
- 0Komentar
Pada 1854, Residen A.J.F. Jansen memperkenalkan pemilihan kepala negeri di Minahasa. Tahun tersebut disebut dalam Adatrechtbundel IX: Celebes yang terbit pada 1914 dan dalam Bestuursvormen en bestuursstelsels in de Minahassa karya Marten Brouwer, terbitan 1936. Menurut Adatrechtbundel IX, sejak sistem itu diperkenalkan, pengangkatan kepala negeri oleh kepala pemerintahan wilayah pada umumnya merupakan pengesahan atas pilihan […]
Artikel Rekomendasi
Antara Roh dan Darah: Ritual Perang Minahasa dalam Catatan Kolonial
- calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
- visibility 145
- 0Komentar
Jauh sebelum kolonialisme Belanda menancapkan dominasi melalui Pax Neerlandica dan gelombang penginjilan abad ke-19, wilayah Minahasa atau Tanah Malesung merupakan lanskap politik yang dinamis. Konfederasi walak, kelompok otonom berbasis kekerabatan dan wilayah kerap terlibat konflik, baik antarwalak maupun menghadapi kekuatan eksternal seperti Spanyol dan Bolaang Mongondow. Namun bagi tou Minahasa masa lampau, perang tidak sekadar […]
Tari Maengket: Warisan Budaya Minahasa yang Menyatukan Seni, Spiritualitas, dan Gotong Royong
- calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
- visibility 210
- 0Komentar
Tari Maengket adalah salah satu tarian tradisional paling ikonik dari Suku Minahasa, Sulawesi Utara. Tarian ini memadukan gerak tari, nyanyian kolektif, musik tradisional, serta nilai sosial budaya dalam satu pertunjukan komunal yang sarat makna. Lebih dari sekadar hiburan, Maengket menjadi refleksi kehidupan agraris, semangat mapalus (gotong royong), dan spiritualitas masyarakat Minahasa yang diwariskan lintas generasi. […]
Ketika Diponegoro Mengakui Keperwiraan Mayor Dotulong
- calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
- visibility 359
- 0Komentar
Perang Jawa (1825–1830) sering dikenang sebagai salah satu konflik paling menentukan dalam sejarah kolonial di Nusantara. Perang ini bukan sekadar perlawanan bersenjata terhadap kekuasaan kolonial Belanda, tetapi juga sebuah pergulatan panjang antara taktik militer, keyakinan politik, dan harga diri para pemimpin lokal. Di tengah kerasnya peperangan itu, tersimpan sebuah kisah yang memperlihatkan dimensi lain dari […]
Ambisi yang Terpatahkan: Tuntutan Bolaang dan Rapuhnya Tata Kelola Adat Minahasa
- calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
- visibility 75
- 0Komentar
Setelah disahkannya Perjanjian 10 September 1699 di Fort Amsterdam, Manado, kawasan utara Sulawesi memasuki fase transisi yang menentukan. Harapan akan stabilitas pasca-konflik ternyata belum sepenuhnya terwujud. Dalam periode ini, Minahasa menghadapi dua tekanan sekaligus: ancaman eksternal dari kekuatan regional dan kelemahan internal dalam tata kelola pemerintahan adat. Klaim Teritorial Bolaang: Ujian Awal Kedaulatan […]
Menelusuri Jejak Sejarah Leilem: Dari Wanua Tua di Sonder hingga Sentra Kayu Minahasa
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 154
- 0Komentar
Di lereng sejuk pegunungan Minahasa, tepatnya di wilayah Kecamatan Sonder, berdiri sebuah desa yang namanya telah lama dikenal di Sulawesi Utara: Leilem. Kini, Leilem identik dengan sentra industri kayu dan rumah panggung Minahasa. Namun di balik reputasi itu, tersimpan jejak sejarah panjang yang menghubungkan tradisi leluhur Minahasa, penyebaran agama Kristen pada masa kolonial, hingga tumbuhnya […]
