Pilihan Pembaca
light_mode
Topik Menarik

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Paat dari Tomon, sosok hukum mayor yang mewariskan jejak kekuasaan dua generasi pada masa Kompeni VOC 1680–1720. (ilustrasi)

    Akhir Sebuah Jabatan: Kematian Paat dan Runtuhnya Tiga Hakim Kepala

    • calendar_month 8 jam yang lalu
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Selama empat puluh tahun, negeri Tomon dipimpin dua orang bernama Paat, seorang ayah dan anaknya. Sang ayah naik dari pangkat kapitan menjadi hukum mayor dan wafat sebelum akhir Agustus tahun 1697. Anaknya bernama Rontom Paat, menggantikan dan memegang jabatan itu sampai wafat pada 1720. Bersama Soepit dari Tombariri dan Lonto dari Sarongsong, keduanya termasuk “tiga […]

  • Para waraney Minahasa bertempur mempertahankan tanah mereka dari serbuan pasukan Bolaang Mongondow di bawah Raja Loloda Mokoagow 1692 (ilustrasi)

    Serangan Raja Loloda Mokoagow dan Kekalahan di Pedalaman Tonsawang 1692

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pada pertengahan Maret 1692, pasukan Raja Loloda Mokoagow dari Mongondow menyerbu negeri Tonsawang dan dipukul mundur. Menurut laporan VOC, hanya sekitar dua orang Mongondow tewas dan sepuluh orang terluka, di pihak Tonsawang dua orang gugur. Lalu sisa pasukan Mongondow lari ke pantai.[1] Kisah ini tersimpan dalam jurnal dua utusan Kompeni dari Ternate, Jacob Claasz dan […]

  • Pertumbuhan Ternak dan Perubahan Pertanian Minahasa

    Pertumbuhan Ternak dan Perubahan Pertanian Minahasa

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Perubahan pertanian Minahasa pada abad ke-19 tercatat dalam penggunaan hewan untuk mengangkut hasil kebun dan mengolah sawah. Dalam De Minahassa, haar verleden en haar tegenwoordige toestand, terbit pada 1867, N. Graafland menggambarkan pedati penarik hasil produksi, sapi pembajak, serta pekerjaan pertanian bersama. Sementara itu, David Henley dalam Fertility, Food and Fever menyusun perkembangan jumlah ternak […]

  • Wakan 1933: B. W. Lapian dan Proklamasi KGPM sebagai Gereja Merdeka

    Wakan 1933: B. W. Lapian dan Proklamasi KGPM sebagai Gereja Merdeka

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Pada 29 Oktober 1933, menurut naskah-naskah sejarah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa, B. W. Lapian memproklamasikan KGPM sebagai gereja merdeka dan otonom di Wakan. Peristiwa itu didahului pembentukan panitia, pertemuan tokoh gereja dan masyarakat, serta hubungan antara pengurus organisasi di Manado dan warga Wakan. Dalam penuturan tersebut, Wakan kemudian diterima sebagai jemaat pertama KGPM. Riwayatnya berkaitan […]

  • Supit, Paat, dan Lonto: Tiga Hukum Mayor dalam Mobilisasi sebelas Negeri Minahasa, 1692.(ilustrasi)

    Sebelas Negeri Mengangkat Senjata: Ketika Tonsawang Terancam Serbuan Mongondow 1692

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Pada akhir Maret tahun 1692, di istana Raja Mongondow di Pajoa, dua utusan Kompeni VOC bertanya kepada Raja Loloda Mokoagow, apa buktinya bahwa orang Tonsawang yang membunuh rakyatnya? Raja pun menjawab singkat. Kepala-kepala orang yang dibunuh itu katanya, masih dipajang di depan rumah hukum di Tonsawang, “staande ten toon voor de huijsinge vanden hoecum”. Itu […]

  • Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

    Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Pada 1925, Afdeeling Landbouw menerbitkan Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa, sebuah laporan mengenai perkebunan kelapa rakyat di Minahasa. Selain membahas tanaman dan perdagangan, laporan itu menjelaskan pekerjaan mengolah buah menjadi kopra. Salah satu tempat yang digambarkannya disebut tampat foefoe: pondok pengering tempat kelapa yang telah dibelah disusun di atas api. Laporan […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Paat dari Tomon, sosok hukum mayor yang mewariskan jejak kekuasaan dua generasi pada masa Kompeni VOC 1680–1720. (ilustrasi)

Akhir Sebuah Jabatan: Kematian Paat dan Runtuhnya Tiga Hakim Kepala

  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 13
  • 0Komentar

Selama empat puluh tahun, negeri Tomon dipimpin dua orang bernama Paat, seorang ayah dan anaknya. Sang ayah naik dari pangkat kapitan menjadi hukum mayor dan wafat sebelum akhir Agustus tahun 1697. Anaknya bernama Rontom Paat, menggantikan dan memegang jabatan itu sampai wafat pada 1720. Bersama Soepit dari Tombariri dan Lonto dari Sarongsong, keduanya termasuk “tiga […]

Para waraney Minahasa bertempur mempertahankan tanah mereka dari serbuan pasukan Bolaang Mongondow di bawah Raja Loloda Mokoagow 1692 (ilustrasi)

Serangan Raja Loloda Mokoagow dan Kekalahan di Pedalaman Tonsawang 1692

  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 25
  • 0Komentar

Pada pertengahan Maret 1692, pasukan Raja Loloda Mokoagow dari Mongondow menyerbu negeri Tonsawang dan dipukul mundur. Menurut laporan VOC, hanya sekitar dua orang Mongondow tewas dan sepuluh orang terluka, di pihak Tonsawang dua orang gugur. Lalu sisa pasukan Mongondow lari ke pantai.[1] Kisah ini tersimpan dalam jurnal dua utusan Kompeni dari Ternate, Jacob Claasz dan […]

Pertumbuhan Ternak dan Perubahan Pertanian Minahasa

Pertumbuhan Ternak dan Perubahan Pertanian Minahasa

  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
  • visibility 10
  • 0Komentar

Perubahan pertanian Minahasa pada abad ke-19 tercatat dalam penggunaan hewan untuk mengangkut hasil kebun dan mengolah sawah. Dalam De Minahassa, haar verleden en haar tegenwoordige toestand, terbit pada 1867, N. Graafland menggambarkan pedati penarik hasil produksi, sapi pembajak, serta pekerjaan pertanian bersama. Sementara itu, David Henley dalam Fertility, Food and Fever menyusun perkembangan jumlah ternak […]

Wakan 1933: B. W. Lapian dan Proklamasi KGPM sebagai Gereja Merdeka

Wakan 1933: B. W. Lapian dan Proklamasi KGPM sebagai Gereja Merdeka

  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
  • visibility 14
  • 0Komentar

Pada 29 Oktober 1933, menurut naskah-naskah sejarah Kerapatan Gereja Protestan Minahasa, B. W. Lapian memproklamasikan KGPM sebagai gereja merdeka dan otonom di Wakan. Peristiwa itu didahului pembentukan panitia, pertemuan tokoh gereja dan masyarakat, serta hubungan antara pengurus organisasi di Manado dan warga Wakan. Dalam penuturan tersebut, Wakan kemudian diterima sebagai jemaat pertama KGPM. Riwayatnya berkaitan […]

Supit, Paat, dan Lonto: Tiga Hukum Mayor dalam Mobilisasi sebelas Negeri Minahasa, 1692.(ilustrasi)

Sebelas Negeri Mengangkat Senjata: Ketika Tonsawang Terancam Serbuan Mongondow 1692

  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
  • visibility 25
  • 0Komentar

Pada akhir Maret tahun 1692, di istana Raja Mongondow di Pajoa, dua utusan Kompeni VOC bertanya kepada Raja Loloda Mokoagow, apa buktinya bahwa orang Tonsawang yang membunuh rakyatnya? Raja pun menjawab singkat. Kepala-kepala orang yang dibunuh itu katanya, masih dipajang di depan rumah hukum di Tonsawang, “staande ten toon voor de huijsinge vanden hoecum”. Itu […]

Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 12
  • 0Komentar

Pada 1925, Afdeeling Landbouw menerbitkan Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa, sebuah laporan mengenai perkebunan kelapa rakyat di Minahasa. Selain membahas tanaman dan perdagangan, laporan itu menjelaskan pekerjaan mengolah buah menjadi kopra. Salah satu tempat yang digambarkannya disebut tampat foefoe: pondok pengering tempat kelapa yang telah dibelah disusun di atas api. Laporan […]

Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 10
  • 0Komentar

Buah kelapa digantung berjajar pada bambu di tempat teduh, tidak langsung dibenamkan di tanah. Cara pembibitan ini dicatat dan ditampilkan dalam foto berjudul “Kweekerij” dalam Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa. Laporan Afdeeling Landbouw yang terbit pada 1925 tersebut menjelaskan cara petani memilih buah, menumbuhkan tunas, dan memindahkan bibit ke kebun. Pembibitan […]

Pasar Ikan Manado

Pasar Ikan Manado

  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 11
  • 0Komentar

Pada hari pertamanya di Manado dalam perjalanan 1855, Pieter Bleeker berjalan ke pasar dan melihat beberapa ikan yang belum dikenalnya. Pengalaman itu dicatat dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbit pada 1856. Bleeker mengikuti perjalanan Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist pada September dan Oktober 1855. Di sela kegiatan rombongan, ia mengamati […]

Artikel Rekomendasi

Minahasa Tahun 1925: Catatan H.F. Tillema tentang Kesehatan dan Kehidupan Masyarakat

Minahasa Tahun 1925: Catatan H.F. Tillema tentang Kesehatan dan Kehidupan Masyarakat

  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 131
  • 0Komentar

Kira-kira tahun 1925, dokter dan pengamat kesehatan masyarakat H. F. Tillema menerbitkan Zonder Tropen geen Europa!, sebuah karya yang lahir dari perjalanannya mengelilingi berbagai wilayah Indonesia. Dalam daftar perjalanan, Minahasa ditempatkan sebagai bagian dari perjalanannya di Celebes. Tillema tiba di Manado dengan harapan dapat mempelajari persoalan kesehatan dan kehidupan masyarakat secara langsung. Ia mengakui bahwa […]

Ilustrasi

Hubungan Minahasa dan Belanda Setelah Jatuhnya Benteng Moraya, Tondano 1809

  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 332
  • 0Komentar

Runtuhnya Benteng Moraya di Tondano pada Agustus 1809 menandai berakhirnya salah satu episode perlawanan paling berdarah di jazirah utara Celebes. Namun, sejarah Minahasa setelah perang justru bergerak ke arah yang paradoksal. Wilayah yang sebelumnya menjadi pusat perlawanan keras terhadap kekuasaan kolonial Belanda perlahan berubah menjadi salah satu kawasan paling terintegrasi dengan tata administrasi dan budaya […]

Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

  • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
  • visibility 12
  • 0Komentar

Pada 1925, Afdeeling Landbouw menerbitkan Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa, sebuah laporan mengenai perkebunan kelapa rakyat di Minahasa. Selain membahas tanaman dan perdagangan, laporan itu menjelaskan pekerjaan mengolah buah menjadi kopra. Salah satu tempat yang digambarkannya disebut tampat foefoe: pondok pengering tempat kelapa yang telah dibelah disusun di atas api. Laporan […]

Alifuru Minahasa menggunakan kolintang dan gong kecil dalam setiap ritual adat (Ilustrasi)

Membungkam Kayu, Menghidupkan Nada: Riwayat Kolintang dari Represi hingga Kebangkitan Budaya Minahasa

  • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
  • visibility 324
  • 0Komentar

Di tengah dentingannya yang kini akrab mengiringi ibadah dan panggung seni, Kolintang menyimpan kisah panjang yang tak selalu merdu. Instrumen khas Minahasa ini pernah mengalami masa pembungkaman, distigma sebagai simbol “kegelapan”, bahkan nyaris lenyap dari ingatan kolektif. Namun, seperti banyak warisan budaya Nusantara lainnya, Kolintang menunjukkan daya lenting sejarah: dari alat ritual sakral, menjadi korban […]

Patung Sam Ratulangi di pusat kota Davao (IKPNI-PAHNAS, 2025)

Dari Minahasa ke Davao: Jejak Sam Ratulangi yang Diabadikan di Filipina

  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 93
  • 0Komentar

Di tengah rimbunnya pepohonan di Millennium Park, Davao City, Filipina, berdiri sebuah patung dada yang mungkin mengejutkan banyak pengunjung Indonesia. Patung itu bukan milik tokoh Filipina, melainkan Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi lebih dikenal sebagai Sam Ratulangi pahlawan nasional Indonesia sekaligus putra terbaik Minahasa. Keberadaan monumen tersebut menjadi bukti bahwa jejak perjuangan Sam Ratulangi […]

Supit, Lonto, dan Paat (Ilustrasi)

Menembus Badai Kolonial: Diplomasi Laut Minahasa yang Mengubah Sejarah Minahasa

  • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
  • visibility 165
  • 0Komentar

Cerita tentang leluhur yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni hidup kuat di Minahasa. Yang jarang diperhatikan: cerita itu sampai kepada kita dalam dua versi yang berbeda, direkam dua orang berbeda dalam rentang enam tahun, dan perbedaannya bukan soal hiasan. Versi Riedel, 1862 J.G.F. Riedel menerbitkan himpunannya di Batavia pada 1862. Di dalamnya, orang Kastela […]

Sirih sebagai Pesan Lamaran di Minahasa

Sirih sebagai Pesan Lamaran di Minahasa

  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 52
  • 0Komentar

Keterangan mengenai sirih sebagai sarana menyampaikan lamaran di Minahasa tercatat dalam buku Hendrik Blink yang diterbitkan pada 1898. Dalam pembahasannya mengenai kehidupan rumah tangga dan adat perkawinan masyarakat Kepulauan Indonesia, Blink menyebut bahwa sirih mempunyai peranan penting dalam penyampaian perasaan dan permintaan untuk menikah. Ia secara khusus memberikan contoh dari masyarakat Minahasa, yang dalam sumber […]

Gubernur Pieter Rooselaar diatas benteng Amsterdam (ilustrasi)

Bencana Alam dan Rekayasa Infrastruktur: Manado dalam Catatan Gubernur Pieter Rooselaar

  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 109
  • 0Komentar

Di balik dinamika politik dan diplomasi panjang yang mewarnai lahirnya kesepakatan kolonial pada akhir abad ke-17, wilayah pesisir utara Sulawesi justru menghadapi ancaman lain yang tak kalah dahsyat: bencana alam. Catatan penting mengenai fase ini terekam dalam naskah Geschiedenis van de Minahassa tot 1829 melalui laporan Gubernur Pieter Rooselaar. Berbeda dengan laporan-laporan sebelumnya yang didominasi […]

Duel Tarumetor dan Ramokian (Ilustrasi)

Ramokian dan Perang Pertama Minahasa–Bolaang Mongondow dalam Catatan Riedel dan Jasper

  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 302
  • 0Komentar

Di banyak wilayah Nusantara, sejarah sering kali lahir dari pertempuran. Tanah Malesung yang kelak dikenal sebagai Minahasa tidak terkecuali. Di antara kisah-kisah perang yang membentuk identitas kawasan ini, terdapat satu episode yang terus hidup dalam arsip kolonial maupun tradisi lisan: kematian panglima perang Bolaang Mongondow yang dikenal dengan nama Datu Mokijan, atau dalam sejumlah sumber […]

Kombes (Purn.) Drs. Ferry Silap Telew Mailensun

Menyalakan Obor Kebudayaan: Refleksi Dinamika Zaman dalam Kepingan Petuah Taar Silap Ne Opo Dalam Endapan Tonaas Ferry Silap Telew Mailensun

  • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
  • visibility 91
  • 0Komentar

Warisan luhur adat tanah Minahasa kini terpancar sangat kuat melalui pemikiran mendalam seorang tokoh adat bernama Tonaas Ferry Silap Telew Mailensun yang sekarang telah genap berusia 84 tahun. Purnawirawan polisi berpangkat kolonel ini mendedikasikan sisa usianya demi menggali kembali petuah-petuah tua leluhur yang mulai memudar akibat zaman. Di tengah derasnya arus modernisasi global, ia berdiri […]

expand_less