Pilihan
light_mode
Trending Tags

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Pertemuan para kepala negeri Minahasa dengan pejabat VOC di Benteng Amsterdam, Manado, Mei 1683.(ilustrasi)

    Manado 1683: Sengketa Budak, Padi Terbakar dan Ambisi VOC

    • calendar_month 1 jam yang lalu
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Selama sebulan penuh, dari 7 Mei sampai 8 Juni 1683 ada dua orang utusan Kompeni VOC mencatat hampir setiap hari apa yang mereka lewati di Manado. Catatan itu kini tersimpan dengan baik di Nationaal Archief Den Haag, dalam jilid surat-surat dari Maluku yang tiba di Belanda tahun 1684.[1] Isinya bukan laporan perang atau kontrak. Isinya […]

  • Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

    Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Pada Oktober 1936, surat kabar Keng Hwa Poo memberitakan rencana kunjungan Ds. Beers untuk berkhotbah di gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM. Kabar itu disambut baik dalam sebuah tulisan yang juga membicarakan hubungan KGPM dengan Gereja Masehi Injili Minahasa atau GMIM. Kesediaan Beers datang ke KGPM dihubungkan dengan harapan agar perbedaan organisasi tidak terus […]

  • Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820

    Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Pada awal abad ke-18, beras merupakan komoditas utama yang menghubungkan Minahasa dengan Maluku. Sebagian hasil panen penduduk dibeli untuk dikirim ke wilayah yang membutuhkan pasokan pangan, terutama Ternate. Perdagangan ini melibatkan petani, kepala-kepala setempat, pedagang swasta, serta pejabat VOC. Barang-barang dari luar masuk sebagai pembayaran atas beras yang dikumpulkan dari Minahasa. Menurut David Henley dalam […]

  • Garnisun Spanyol dan warga lokal membangun kubu berpagar kayu di pesisir Bolaang pada abad ke-17.(ilustrasi)

    Ketika Spanyol Kembali ke Sulawesi Utara Lewat Pintu Bolaang 1672

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Pada musim barat 1657–1658, orang Timon mengusir garnisun Spanyol terakhir di pedalaman Minahasa. Rombongan itu turun ke pantai dan menyeberang ke Siau dengan perahu pinjaman Kompeni. Lima tahun kemudian pada Juni 1663, Spanyol meninggalkan benteng-benteng mereka di Ternate. Di atas kertas, babak Spanyol di utara Sulawesi sudah selesai. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Spanyol masih bertahan […]

  • Pasukan VOC memberikan perahu kepada rombongan Spanyol yang terusir dari pedalaman Minahasa pada 1658.(ilustrasi)

    Sebelum 1660: Surat VOC Mengungkap Pengusiran Spanyol dari Pedalaman Minahasa

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Buku-buku sejarah Minahasa sudah lama mengulang cerita yang sama, pada 1660 Simon Cos Gubernur Kompeni di Ternate, datang dengan kapal-kapalnya membantu orang Minahasa mengusir orang Spanyol dari tanah ini. Cerita itu rapi dan mudah diingat. Namun surat yang ditulis Simon Cos sendiri pada musim semi 1658 bercerita lain. Menurut surat itu, yang membuat garnisun Spanyol […]

  • Petrus Kowaas ‘Penolong Injil dari Ranowangko’

    Petrus Kowaas ‘Penolong Injil dari Ranowangko’

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Surat kabar Tjahaja Sijang edisi 8 Februari 1894, No. 3, memuat tulisan H. Rooker berjudul “Petrus Kowaas”. Tulisan tersebut mengenang penolong Injil dari Ranowangko yang telah meninggal pada Desember 1893. Riwayatnya juga dibahas F. D. J. Moorrees dalam Leven en bedrijf van Hessel Rooker, zendeling leeraar, later hulpprediker te Tondano in de Minahassa, terbitan 1918. […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Pertemuan para kepala negeri Minahasa dengan pejabat VOC di Benteng Amsterdam, Manado, Mei 1683.(ilustrasi)

Manado 1683: Sengketa Budak, Padi Terbakar dan Ambisi VOC

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 10
  • 0Komentar

Selama sebulan penuh, dari 7 Mei sampai 8 Juni 1683 ada dua orang utusan Kompeni VOC mencatat hampir setiap hari apa yang mereka lewati di Manado. Catatan itu kini tersimpan dengan baik di Nationaal Archief Den Haag, dalam jilid surat-surat dari Maluku yang tiba di Belanda tahun 1684.[1] Isinya bukan laporan perang atau kontrak. Isinya […]

Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

  • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
  • visibility 29
  • 0Komentar

Pada Oktober 1936, surat kabar Keng Hwa Poo memberitakan rencana kunjungan Ds. Beers untuk berkhotbah di gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM. Kabar itu disambut baik dalam sebuah tulisan yang juga membicarakan hubungan KGPM dengan Gereja Masehi Injili Minahasa atau GMIM. Kesediaan Beers datang ke KGPM dihubungkan dengan harapan agar perbedaan organisasi tidak terus […]

Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820

Beras Minahasa untuk Maluku: Petani, Pedagang, dan Monopoli pada 1720–1820

  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • visibility 36
  • 0Komentar

Pada awal abad ke-18, beras merupakan komoditas utama yang menghubungkan Minahasa dengan Maluku. Sebagian hasil panen penduduk dibeli untuk dikirim ke wilayah yang membutuhkan pasokan pangan, terutama Ternate. Perdagangan ini melibatkan petani, kepala-kepala setempat, pedagang swasta, serta pejabat VOC. Barang-barang dari luar masuk sebagai pembayaran atas beras yang dikumpulkan dari Minahasa. Menurut David Henley dalam […]

Garnisun Spanyol dan warga lokal membangun kubu berpagar kayu di pesisir Bolaang pada abad ke-17.(ilustrasi)

Ketika Spanyol Kembali ke Sulawesi Utara Lewat Pintu Bolaang 1672

  • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
  • visibility 30
  • 0Komentar

Pada musim barat 1657–1658, orang Timon mengusir garnisun Spanyol terakhir di pedalaman Minahasa. Rombongan itu turun ke pantai dan menyeberang ke Siau dengan perahu pinjaman Kompeni. Lima tahun kemudian pada Juni 1663, Spanyol meninggalkan benteng-benteng mereka di Ternate. Di atas kertas, babak Spanyol di utara Sulawesi sudah selesai. Kenyataannya tidak sesederhana itu. Spanyol masih bertahan […]

Pasukan VOC memberikan perahu kepada rombongan Spanyol yang terusir dari pedalaman Minahasa pada 1658.(ilustrasi)

Sebelum 1660: Surat VOC Mengungkap Pengusiran Spanyol dari Pedalaman Minahasa

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 53
  • 0Komentar

Buku-buku sejarah Minahasa sudah lama mengulang cerita yang sama, pada 1660 Simon Cos Gubernur Kompeni di Ternate, datang dengan kapal-kapalnya membantu orang Minahasa mengusir orang Spanyol dari tanah ini. Cerita itu rapi dan mudah diingat. Namun surat yang ditulis Simon Cos sendiri pada musim semi 1658 bercerita lain. Menurut surat itu, yang membuat garnisun Spanyol […]

Petrus Kowaas ‘Penolong Injil dari Ranowangko’

Petrus Kowaas ‘Penolong Injil dari Ranowangko’

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 28
  • 0Komentar

Surat kabar Tjahaja Sijang edisi 8 Februari 1894, No. 3, memuat tulisan H. Rooker berjudul “Petrus Kowaas”. Tulisan tersebut mengenang penolong Injil dari Ranowangko yang telah meninggal pada Desember 1893. Riwayatnya juga dibahas F. D. J. Moorrees dalam Leven en bedrijf van Hessel Rooker, zendeling leeraar, later hulpprediker te Tondano in de Minahassa, terbitan 1918. […]

Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 22
  • 0Komentar

Dalam Neêrlands-Oost-Indië, jilid II, terbitan 1860, S. A. Buddingh menuturkan perjalanan melintasi Minahasa dengan menunggang kuda. Ia melewati perkampungan, kebun, sungai, pegunungan, serta jalan yang dinaungi pepohonan. Catatannya memuat pengalaman menghadapi hujan, lereng licin, dan hutan lebat. Dalam sumber lain, Inilah Kitab Batja akan Tanah Minahassa, N. Graafland membicarakan tumbuhan hutan dan pemanfaatan kayu. Ia […]

Pasukan VOC dari Ternate tiba di dermaga Manado pada abad ke-17, membawa serdadu, persenjataan, dan perlengkapan ekspedisi menuju danau Tondano. (Ilustrasi)

Danau yang Tak Bisa Ditaklukkan: Ekspedisi Simon Cos ke Tondano 1661

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 30
  • 0Komentar

Pada 1 Maret 1661, empat sekoci layar Kompeni VOC berangkat dari Ternate menuju Manado. Muatannya enam puluh lima serdadu dan sejumlah Mardijker. Sasarannya bukan wilayah di pesisir, melainkan sebuah danau di pegunungan, tempat sekitar seribu empat ratus lelaki Alifuru bersiap bertahan. Orang Spanyol menamai danau itu Lagoena, dari kata laguna. Kita mengenalnya sebagai Danau Tondano. […]

Artikel Rekomendasi

Sebelum Verbond 1679: Ketika Minahasa Diperebutkan Bolaang, Spanyol, dan VOC

Sebelum Verbond 1679: Ketika Minahasa Diperebutkan Bolaang, Spanyol, dan VOC

  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 71
  • 0Komentar

Jouke S. Wigboldus dalam A History of the Minahasa c. 1615–1680 menggambarkan Minahasa abad ke-17 sebagai wilayah yang terdiri atas sejumlah kelompok dan subkelompok. Tombulu menempati bagian barat laut, Tonsea di timur laut, Tontemboan di bagian selatan kawasan tengah, sedangkan orang Tondano tinggal di sekitar Danau Tondano. Di pesisir dan pulau-pulau sebelah utara juga terdapat […]

Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • visibility 22
  • 0Komentar

Dalam Neêrlands-Oost-Indië, jilid II, terbitan 1860, S. A. Buddingh menuturkan perjalanan melintasi Minahasa dengan menunggang kuda. Ia melewati perkampungan, kebun, sungai, pegunungan, serta jalan yang dinaungi pepohonan. Catatannya memuat pengalaman menghadapi hujan, lereng licin, dan hutan lebat. Dalam sumber lain, Inilah Kitab Batja akan Tanah Minahassa, N. Graafland membicarakan tumbuhan hutan dan pemanfaatan kayu. Ia […]

Kiawa Minahasa: Sejarah Desa Tertua, Ritus Wanua, dan Makna Nama Kiowa

Kiawa Minahasa: Sejarah Desa Tertua, Ritus Wanua, dan Makna Nama Kiowa

  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 220
  • 0Komentar

Desa Kiawa di jantung Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan kisah panjang yang tidak hanya hidup dalam memori kolektif masyarakat, tetapi juga terdokumentasi dalam kajian ilmiah awal abad ke-20. Salah satu rujukan primer terpenting mengenai asal-usul desa ini terdapat dalam buku monumental Tontemboansche Teksten, Vertaling karya J.A.T. Schwarz, yang diterbitkan di Leiden pada tahun 1907. Dalam kumpulan […]

Angka Dalam Budaya Minahasa

Angka Dalam Budaya Minahasa

  • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
  • visibility 100
  • 0Komentar

Angka 1 Minahasa adalah negeri yang mengandung ‘angka’ (esa=satu) di dalam namanya.     Arti kata Minahasa adalah menjadi satu. Untuk menjadikan satu kesatuan dari sesuatu yang banyak dan beragam sifatnya diperlukan kemampuan keseimbangan.   Angka 3 Angka tiga adalah angka penting di dalam budaya Minahasa. Menurut mitos leluhur Minahasa ada tiga tokoh yaitu: Karema, […]

Klewang Marechaussee

Jejak Sersan Karundeng di Tanah Alas

  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
  • visibility 123
  • 0Komentar

Sejarah perang kerap ditulis dari sudut pandang para jenderal, strategi besar, dan kemenangan politik. Namun, di balik itu, tersimpan kisah para prajurit yang menjadi pelaku langsung di medan tempur. Salah satu di antaranya adalah P. Karundeng, seorang prajurit asal Minahasa yang namanya tercatat dalam arsip penghargaan militer tertinggi Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Dalam […]

expand_less