Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

    Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

  • Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

    Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

  • Pencopotan Tololiu Soepit dari jabatan hukum mayor di hadapan para kepala negeri, 14 Oktober 1744.(ilustrasi)

    Tololiu Soepit, Hukum Mayor yang Kehilangan Kekuasaan pada 1744

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Surat kompeni VOC dari Ternate pada September 1745 mencatat syarat orang-orang Manado yang mengungsi ke Bolaang. Mereka tidak akan pulang, “sekalipun Kompeni mengirim komisaris seribu kali”. Satu-satunya jalan, kata mereka, adalah bila bekas hukum mayor Tolelieuw Soepit dan dua hukum lain yang sangat mereka benci datang sendiri menjemput. [1] Lima tahun sebelumnya, para hukum justru […]

  • Rapat di Manado pada Agustus 1697, ketika Soepit, hukum mayor dari Tombariri, menerima hadiah berupa sebilah pedang Belanda dan seuntai koral biru dari utusan Kompeni.(ilustrasi)

    Soepit dari Tombariri: Kuasa, Amarah, dan Warisan Seorang Kepala Negeri Minahasa

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Pada akhir Agustus 1697, utusan Kompeni VOC dari Ternate menulis kalimat ini tentang seorang kepala negeri dari Tombariri. “Hukum mayor kepala Soepit, yang memerintah seluruh negeri seperti raja, dan yang kata-katanya dipegang para tuan Alfur ini seperti sabda dewa.” Karena itu, lanjut mereka “terserah kepadanyalah apakah negeri-negeri itu hendak dijaga dalam damai atau dibuat bergolak.” […]

  • Tollelieuw dan Mackatoppa, berjalan bersama di tengah ketegangan politik Minahasa dan Bolaang Mongondow pada 1695.(ilustrasi)

    Nama-Nama Pemimpin Minahasa dalam Catatan VOC Tahun 1695

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pada April 1695 seorang pejabat Kompeni VOC berkeliling ke negeri-negeri Minahasa. Ia mencatat nama setiap bobato, yaitu para pemimpin negeri dari hukum sampai marinyo, serta jumlah lelaki bersenjata, perempuan, dan anak di tiap negeri. Daftarnya masih tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, sebagai lampiran surat dari Ternate bertanggal 1 Oktober 1695. [1] Daftar itu memuat […]

  • Ilustrasi artistik seorang juru bahasa di loji Kompeni, Manado, tahun 1719.

    Ketika Juru Bahasa Membantah Residen VOC: Pieter Tobias di Manado 1719

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 4
  • 0Komentar

Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 36
  • 0Komentar

Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

Pencopotan Tololiu Soepit dari jabatan hukum mayor di hadapan para kepala negeri, 14 Oktober 1744.(ilustrasi)

Tololiu Soepit, Hukum Mayor yang Kehilangan Kekuasaan pada 1744

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 35
  • 0Komentar

Surat kompeni VOC dari Ternate pada September 1745 mencatat syarat orang-orang Manado yang mengungsi ke Bolaang. Mereka tidak akan pulang, “sekalipun Kompeni mengirim komisaris seribu kali”. Satu-satunya jalan, kata mereka, adalah bila bekas hukum mayor Tolelieuw Soepit dan dua hukum lain yang sangat mereka benci datang sendiri menjemput. [1] Lima tahun sebelumnya, para hukum justru […]

Rapat di Manado pada Agustus 1697, ketika Soepit, hukum mayor dari Tombariri, menerima hadiah berupa sebilah pedang Belanda dan seuntai koral biru dari utusan Kompeni.(ilustrasi)

Soepit dari Tombariri: Kuasa, Amarah, dan Warisan Seorang Kepala Negeri Minahasa

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 33
  • 0Komentar

Pada akhir Agustus 1697, utusan Kompeni VOC dari Ternate menulis kalimat ini tentang seorang kepala negeri dari Tombariri. “Hukum mayor kepala Soepit, yang memerintah seluruh negeri seperti raja, dan yang kata-katanya dipegang para tuan Alfur ini seperti sabda dewa.” Karena itu, lanjut mereka “terserah kepadanyalah apakah negeri-negeri itu hendak dijaga dalam damai atau dibuat bergolak.” […]

Tollelieuw dan Mackatoppa, berjalan bersama di tengah ketegangan politik Minahasa dan Bolaang Mongondow pada 1695.(ilustrasi)

Nama-Nama Pemimpin Minahasa dalam Catatan VOC Tahun 1695

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 42
  • 0Komentar

Pada April 1695 seorang pejabat Kompeni VOC berkeliling ke negeri-negeri Minahasa. Ia mencatat nama setiap bobato, yaitu para pemimpin negeri dari hukum sampai marinyo, serta jumlah lelaki bersenjata, perempuan, dan anak di tiap negeri. Daftarnya masih tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, sebagai lampiran surat dari Ternate bertanggal 1 Oktober 1695. [1] Daftar itu memuat […]

Ilustrasi artistik seorang juru bahasa di loji Kompeni, Manado, tahun 1719.

Ketika Juru Bahasa Membantah Residen VOC: Pieter Tobias di Manado 1719

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 47
  • 0Komentar

Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]

Jacob van Gijn meninggalkan Loji Manado pada 1719 setelah masa jabatannya berakhir.(ilustrasi)

Babi di Negeriku: Pembelaan Residen VOC dalam Skandal Manado 1719

  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • visibility 113
  • 0Komentar

Pada Juli 1719 dua utusan Kompeni VOC tiba di Manado yaitu Kapten Casper Voges dan onderkoopman (pedagang muda) Frans Reaal. Mereka diutus Gubernur Ternate Jacob Bottendorp dan Dewan Politiknya, dengan wewenang menerima pernyataan resmi di depan saksi.[1] Tugas utama mereka memulangkan orang-orang yang menyingkir dari Tongkimbut dan negeri lain. Perkara itu dibahas dalam rapat besar […]

Ilustrasi pertemuan Soepit, Paat, dan Lonto dengan pejabat VOC di Loji Manado, sekitar 1719, di tengah tarik-menarik kekuasaan antara pemimpin Minahasa dan Kompeni Belanda.

Soepit, Paat dan Lonto: Tiga Penguasa Minahasa di Bawah Bayang-Bayang VOC 1719–1724

  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • visibility 70
  • 0Komentar

Selasa pagi pada 1 Agustus 1719, seorang vaandrager (pembawa panji) bernama Koeago tiba di loji Kompeni di Manado. Ia datang “uijt de Negerij Tomoon” (dari negeri Tomon). Di tangannya dia membawa “de rotting van den hoofhoeckum majoor Paat” (tongkat rotan hukum mayor Paat), yang berarti “tot een teken dat door deselve afgezonden was” (sebagai tanda […]

Artikel Rekomendasi

Dra. Augustine Magdalena Waworuntu

Augustine Waworuntu: Guru Bangsa yang Menjadi Wali Kota Perempuan Pertama Manado

  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 174
  • 0Komentar

Di tengah puing-puing perang dan masa depan Indonesia yang masih gamang pada awal dekade 1950-an, seorang perempuan dari Minahasa tampil memimpin sebuah kota yang baru saja bangkit dari kehancuran. Namanya Dra. Augustine Magdalena Waworuntu lebih dikenal sebagai Ny. A.M. Waworuntu, tokoh pendidikan sekaligus perempuan pertama yang memimpin pemerintahan kota di Indonesia. Bagi masyarakat Manado, ia […]

Pantai

Pantai Batu Buaya Surga Tersembunyi yang Wajib Kamu Kunjungi

  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 420
  • 0Komentar

Pantai Batu Buaya: Surga Tersembunyi yang Wajib Kamu Kunjungi! Hai, traveler! 🌊 Kalau kamu lagi cari destinasi liburan yang beda dari biasanya dan belum terlalu ramai wisatawan, kamu wajib banget kenalan sama Pantai Batu Buaya. Tempat ini nggak cuma punya nama yang unik (iya, namanya emang ada kata “buaya”-nya 🐊), tapi juga menawarkan panorama alam […]

Kerajaan Manado Dalam Arsip Ibero-jesuit, 1563–1645

Kerajaan Manado Dalam Arsip Ibero-jesuit, 1563–1645

  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 76
  • 0Komentar

Sejarah Manado abad ke-17 biasanya ditulis dari titik yang sudah jauh: catatan Belanda abad ke-19, atau tulisan Indonesia abad ke-20 yang mengutip catatan itu. Padahal ada lapis dokumen yang jauh lebih dekat ke peristiwanya yaitu surat-surat Portugis, Spanyol, dan Jesuit yang ditulis di Ternate, Tidore, Manila, dan Manado sendiri, sebagian sudah diterbitkan dalam edisi kritis […]

orang-orang Maluku pengikut Sultan Sibori menyerang serta menjarah permukiman pesisir Sulawesi Utara 1677 (ilustrasi)

Darah dan Upeti: Perlawanan Minahasa terhadap Ekspansi Kesultanan Ternate

  • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
  • visibility 222
  • 0Komentar

Pada abad ke-16 hingga ke-17, kawasan utara Sulawesi berada dalam pusaran perebutan pengaruh antara kerajaan-kerajaan lokal, Kesultanan Ternate, dan kekuatan-kekuatan Eropa yang berdatangan. Ternate memang tampil sebagai kekuatan maritim paling berpengaruh di Maluku. Namun sejarawan David Henley, yang secara khusus mengkaji hubungan Ternate dengan Sulawesi Utara, menyimpulkan sesuatu yang berbeda dari citra “imperium” itu: kendali […]

George Alexander Wilken (repro majalah tong tong)

Anak Manado di Kursi Guru Besar Leiden: Riwayat Dr. G. A. Wilken (1847–1891)

  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
  • visibility 155
  • 0Komentar

Pada 16 September 1885, di aula Universitas Leiden, seorang laki-laki berusia tiga puluh delapan tahun berdiri untuk menyampaikan pidato pengukuhannya sebagai guru besar. Judulnya: De vrucht van de beoefening der ethnologie voor de vergelijkende rechtswetenschap — “Buah dari penekunan etnologi bagi ilmu hukum perbandingan”. Ia menggantikan P. J. Veth, nama besar dalam studi Hindia Belanda […]

expand_less