Pilihan Pembaca
light_mode
Topik Menarik

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

    Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

    • calendar_month 0 menit yang lalu
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Pada 1925, Afdeeling Landbouw menerbitkan Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa, sebuah laporan mengenai perkebunan kelapa rakyat di Minahasa. Selain membahas tanaman dan perdagangan, laporan itu menjelaskan pekerjaan mengolah buah menjadi kopra. Salah satu tempat yang digambarkannya disebut tampat foefoe: pondok pengering tempat kelapa yang telah dibelah disusun di atas api. Laporan […]

  • Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

    Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

    • calendar_month 5 menit yang lalu
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Buah kelapa digantung berjajar pada bambu di tempat teduh, tidak langsung dibenamkan di tanah. Cara pembibitan ini dicatat dan ditampilkan dalam foto berjudul “Kweekerij” dalam Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa. Laporan Afdeeling Landbouw yang terbit pada 1925 tersebut menjelaskan cara petani memilih buah, menumbuhkan tunas, dan memindahkan bibit ke kebun. Pembibitan […]

  • Pasar Ikan Manado

    Pasar Ikan Manado

    • calendar_month 12 menit yang lalu
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Pada hari pertamanya di Manado dalam perjalanan 1855, Pieter Bleeker berjalan ke pasar dan melihat beberapa ikan yang belum dikenalnya. Pengalaman itu dicatat dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbit pada 1856. Bleeker mengikuti perjalanan Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist pada September dan Oktober 1855. Di sela kegiatan rombongan, ia mengamati […]

  • Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

    Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

  • Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

    Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

  • Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

Tampat Foefoe ‘Dapur Kopra Minahasa’

  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 0
  • 0Komentar

Pada 1925, Afdeeling Landbouw menerbitkan Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa, sebuah laporan mengenai perkebunan kelapa rakyat di Minahasa. Selain membahas tanaman dan perdagangan, laporan itu menjelaskan pekerjaan mengolah buah menjadi kopra. Salah satu tempat yang digambarkannya disebut tampat foefoe: pondok pengering tempat kelapa yang telah dibelah disusun di atas api. Laporan […]

Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

Pengetahuan Petani Minahasa ‘Bibit Kelapa yang Digantung’

  • calendar_month 5 menit yang lalu
  • visibility 2
  • 0Komentar

Buah kelapa digantung berjajar pada bambu di tempat teduh, tidak langsung dibenamkan di tanah. Cara pembibitan ini dicatat dan ditampilkan dalam foto berjudul “Kweekerij” dalam Een en ander over de volksklappercultuur in de Minahassa. Laporan Afdeeling Landbouw yang terbit pada 1925 tersebut menjelaskan cara petani memilih buah, menumbuhkan tunas, dan memindahkan bibit ke kebun. Pembibitan […]

Pasar Ikan Manado

Pasar Ikan Manado

  • calendar_month 12 menit yang lalu
  • visibility 2
  • 0Komentar

Pada hari pertamanya di Manado dalam perjalanan 1855, Pieter Bleeker berjalan ke pasar dan melihat beberapa ikan yang belum dikenalnya. Pengalaman itu dicatat dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbit pada 1856. Bleeker mengikuti perjalanan Gubernur Jenderal A.J. Duymaer van Twist pada September dan Oktober 1855. Di sela kegiatan rombongan, ia mengamati […]

Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
  • visibility 25
  • 0Komentar

Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

  • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
  • visibility 45
  • 0Komentar

Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 35
  • 0Komentar

Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

Pertemuan Raja Manado dan Presiden VOC Maximiliaen de Jongh di atas kapal di perairan Amoura pada 1668.(ilustrasi)

Raja Manado yang Takut Naik Kapal: Perundingan Damai Amoura 1668

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 45
  • 0Komentar

Pada pertengahan tahun 1668, di depan muara sungai Amoura (Amurang), seorang raja melangkah ke pantai. Ia terus berjalan ke arah laut sampai air setinggi leher, lalu dibantu naik ke perahu. Di tengah air, antara pantai yang dijaga ratusan orang bersenjata dan kapal Kompeni yang berlabuh, ia akan bertemu Presiden VOC dari Ternate bernama Maximiliaen de […]

Kapal dagang Belanda jenis fluit berlayar di perairan Teluk Amurang pada abad ke-17.(ilustrasi)

Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 43
  • 0Komentar

Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]

Artikel Rekomendasi

Waraney Minahasa (Ilustrasi)

Jejak yang Terhapus: Kisah Tato Waraney Minahasa dalam Arsip Kolonial

  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • visibility 437
  • 0Komentar

Ada satu hal yang jarang disadari ketika kita membicarakan tubuh orang Minahasa lama: hampir tidak ada yang benar-benar kita ketahui tentangnya. Nama yang paling sering muncul dalam pembicaraan tentang Minahasa abad ke-17 adalah Robertus Padtbrugge, Gubernur VOC untuk Maluku (1677–1682). Padtbrugge meninggalkan dua dokumen berbeda tentang Minahasa, dan keduanya kerap tertukar dalam kutipan-kutipan populer: Pertama, […]

Daan Kaligis 1891 - 1977 (Repro Ai)

Dari Motoling ke Aceh: Jejak Ksatria KNIL Daan Kaligis

  • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
  • visibility 200
  • 0Komentar

Di dalam sejarah panjang militer Hindia Belanda, nama-nama prajurit dari Minahasa menempati posisi yang khas. Sejak abad ke-19, wilayah ini dikenal sebagai salah satu sumber rekrutmen utama Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL), terutama bagi kesatuan elite yang beroperasi di medan paling berat Nusantara. Di antara mereka, kisah Sersan Klas 2 Daan Kaligis berdiri sebagai fragmen sejarah […]

Emas di Tanah Nyiur: Kronik Eksploitasi Tambang di Karesidenan Manado (1890–1930)

Emas di Tanah Nyiur: Kronik Eksploitasi Tambang di Karesidenan Manado (1890–1930)

  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 431
  • 0Komentar

Sulawesi Utara yang dalam administrasi kolonial dikenal sebagai Residentie Manado kerap dikenang sebagai wilayah penghasil kopra dan rempah-rempah dunia. Namun di balik hamparan nyiur, terdapat sejarah panjang eksploitasi emas berskala industri yang dimulai sejak akhir abad ke-19. Arsip pemerintah Hindia Belanda memperlihatkan bahwa periode 1890–1930 menjadi masa masuknya pertambangan modern dengan dukungan modal Eropa, teknologi […]

Peta Exacta & Accurata Delineatio karya Jan Huyghen van Linschoten (1595/1596).

Ketika Manado Masih Sebuah Pulau: Menelusuri Jejak yang Terlupakan

  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 129
  • 0Komentar

Nama sering kali berpindah, tetapi jejak sejarah tidak selalu ikut menghilang. Dalam perjalanan panjang sebuah kota, ada kalanya identitas geografis bergeser perlahan hingga masyarakat modern menerima suatu keadaan sebagai sesuatu yang sejak awal memang demikian adanya. Manado mungkin termasuk salah satunya. Banyak orang mengenal Manado sebagai sebuah kota di pesisir utara Sulawesi, sebuah kawasan yang […]

Di Balik Rumah Minahasa: Kebersihan dan Kesehatan pada Awal Abad ke-20

Di Balik Rumah Minahasa: Kebersihan dan Kesehatan pada Awal Abad ke-20

  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 99
  • 0Komentar

Pada awal abad ke-20, rumah bukan sekadar tempat tinggal bagi masyarakat Minahasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari persoalan kesehatan. Hubungan antara bentuk rumah, kebersihan, makanan, penyakit, dan lingkungan menjadi perhatian dokter A. C. N. Bouvy ketika bertugas selama empat tahun sebagai dokter di Minahasa. Dalam tulisannya De Minahassa en de Geneeskunst, yang diterbitkan pada […]

Dari Landraad Menjadi Minhasa: Menelusuri Asal-Usul Nama Minahasa

Dari Landraad Menjadi Minhasa: Menelusuri Asal-Usul Nama Minahasa

  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 104
  • 0Komentar

Nama yang kini dipakai lebih dari sejuta orang itu baru muncul dalam catatan resmi pada penghujung abad ke-18. Sejauh yang dapat diperiksa hari ini, kemunculan tertuanya ada dalam surat Residen Manado J. D. Schierstein kepada Gubernur Ternate, bertarikh 10 September 1788. Ejaannya bukan Minahasa, bukan pula Minahassa, melainkan Minhasa.1 Kata itu muncul begitu saja, tanpa […]

Peter Stafford Bellwood - Penggagas teori Out of Taiwan bersama pakar linguistik Robert Blust

Bukit Kerang Passo: Jejak Kehidupan 8.000 Tahun di Tepi Danau Tondano

  • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
  • visibility 130
  • 0Komentar

Di tepian Danau Tondano, Kabupaten Minahasa, tersimpan salah satu jejak terpenting kehidupan manusia prasejarah di Sulawesi Utara. Jejak itu bukan berupa bangunan batu ataupun lukisan gua, melainkan sebuah bukit kerang (shell midden) yang selama ribuan tahun menjadi saksi aktivitas masyarakat pemburu-pengumpul pada awal zaman Holosen. Situs yang dikenal sebagai Bukit Kerang Passo ini pertama kali […]

Pengeran Diponegoro tiba di pelabuhan Manado 12 Juni 1830 (Ilustrasi)

Melayari Takdir ke Tanah Malesung, Pengasingan Pangeran Diponegoro dalam Jurnal Letnan Knoerle (1830)

  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 155
  • 0Komentar

Pada pagi lembap di pelabuhan Batavia, 4 Mei 1830, sebuah kapal perang Belanda bersiap meninggalkan Jawa menuju timur Nusantara. Di geladak korvet Pollux itu berdiri seorang bangsawan Jawa yang baru saja kehilangan segalanya: tanah, pengikut, dan peperangan yang ia yakini suci. Dialah Pangeran Diponegoro. Perang Jawa telah berakhir. Penangkapannya di Magelang pada Maret 1830 menutup […]

Ilustrasi masyarakat Minahasa abad-17

Ketika Alam Menjadi Guru: Strategi Hidup Masyarakat Minahasa Abad ke-17

  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • visibility 127
  • 0Komentar

Menyusuri lembaran arsip kolonial abad ke-17 membuka jendela yang lebih jernih terhadap kehidupan masyarakat Minahasa yang dalam terminologi masa itu kerap disebut sebagai “Alifuru”. Melalui catatan pejabat VOC Robertus Padtbrugge, tergambar sebuah masyarakat yang hidup dalam keseimbangan antara kerja keras, kecerdikan teknologi sederhana, dan kepatuhan pada ritus adat yang mengatur ritme kehidupan. Alih-alih sekadar komunitas […]

Fray Blas Palomino bersama rombongan Fransiskan dan serdadu Spanyol di tepi Danau Tondano, sekitar 1619.(Ilustrasi)

Pintu yang Tertutup: Ketika Pedalaman Minahasa Menolak Misionaris Spanyol 1619

  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 132
  • 0Komentar

Pada 8 Juni 1619, seorang Fransiskan berusia sekitar lima puluh tahun duduk di benteng kecil Spanyol di tepi pantai Manado dan menulis laporan untuk atasannya di Manila. Namanya Blas Palomino. Selama kurang lebih dua bulan ia keluar-masuk negeri-negeri di pegunungan pedalaman ujung utara pulau Sulawesi. Mencoba mendapat izin tinggal di sana namun gagal dan laporannya […]

expand_less