Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

    Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

  • Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

    Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

  • Pencopotan Tololiu Soepit dari jabatan hukum mayor di hadapan para kepala negeri, 14 Oktober 1744.(ilustrasi)

    Tololiu Soepit, Hukum Mayor yang Kehilangan Kekuasaan pada 1744

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Surat kompeni VOC dari Ternate pada September 1745 mencatat syarat orang-orang Manado yang mengungsi ke Bolaang. Mereka tidak akan pulang, “sekalipun Kompeni mengirim komisaris seribu kali”. Satu-satunya jalan, kata mereka, adalah bila bekas hukum mayor Tolelieuw Soepit dan dua hukum lain yang sangat mereka benci datang sendiri menjemput. [1] Lima tahun sebelumnya, para hukum justru […]

  • Rapat di Manado pada Agustus 1697, ketika Soepit, hukum mayor dari Tombariri, menerima hadiah berupa sebilah pedang Belanda dan seuntai koral biru dari utusan Kompeni.(ilustrasi)

    Soepit dari Tombariri: Kuasa, Amarah, dan Warisan Seorang Kepala Negeri Minahasa

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Pada akhir Agustus 1697, utusan Kompeni VOC dari Ternate menulis kalimat ini tentang seorang kepala negeri dari Tombariri. “Hukum mayor kepala Soepit, yang memerintah seluruh negeri seperti raja, dan yang kata-katanya dipegang para tuan Alfur ini seperti sabda dewa.” Karena itu, lanjut mereka “terserah kepadanyalah apakah negeri-negeri itu hendak dijaga dalam damai atau dibuat bergolak.” […]

  • Tollelieuw dan Mackatoppa, berjalan bersama di tengah ketegangan politik Minahasa dan Bolaang Mongondow pada 1695.(ilustrasi)

    Nama-Nama Pemimpin Minahasa dalam Catatan VOC Tahun 1695

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Pada April 1695 seorang pejabat Kompeni VOC berkeliling ke negeri-negeri Minahasa. Ia mencatat nama setiap bobato, yaitu para pemimpin negeri dari hukum sampai marinyo, serta jumlah lelaki bersenjata, perempuan, dan anak di tiap negeri. Daftarnya masih tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, sebagai lampiran surat dari Ternate bertanggal 1 Oktober 1695. [1] Daftar itu memuat […]

  • Ilustrasi artistik seorang juru bahasa di loji Kompeni, Manado, tahun 1719.

    Ketika Juru Bahasa Membantah Residen VOC: Pieter Tobias di Manado 1719

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Nicolaas Graafland dan J.G.F Riedel (repro)

Siapa yang Lebih Dulu Memanggil Kompeni VOC ke Manado? Hikayat Minahasa dan Babontehu

  • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
  • visibility 9
  • 0Komentar

Cerita tentang leluhur Manado yang berlayar ke Ternate untuk menjemput Kompeni sampai kepada kita dalam dua rekaman abad ke-19, dan keduanya tidak menceritakan peristiwa yang sama. J.G.F. Riedel mencatat empat utusan dari negeri-negeri pegunungan pada 1862. N. Graafland mencatat enam pahlawan Babontehu dari pulau pada 1868. Arsip Kompeni VOC sendiri kini bisa dipasangkan dengan keduanya, […]

Benteng Amsterdam di Wenang (Manado) pada akhir abad ke-17 hingga awal abad ke-18. (ilustrasi)

Sejarah Ares: Dari Kontrak VOC 1679 hingga Tololiu Supit pada 1740

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 42
  • 0Komentar

Di antara negeri-negeri Minahasa dalam arsip Kompeni VOC, negeri Ares (ditulis Aris dalam arsip) paling dekat dengan benteng. Rumah-rumahnya berdiri tepat di belakang loji Kompeni di Manado, begitu dekat sehingga sebuah kebakaran pada 1708 dianggap mengancam benteng Amsterdam sendiri. Arsip menyebut Aris, bersama Bantik dan Klabat bawah, sebagai beneden negorijen, negeri-negeri bawah. Mereka dibedakan dari […]

Pencopotan Tololiu Soepit dari jabatan hukum mayor di hadapan para kepala negeri, 14 Oktober 1744.(ilustrasi)

Tololiu Soepit, Hukum Mayor yang Kehilangan Kekuasaan pada 1744

  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 40
  • 0Komentar

Surat kompeni VOC dari Ternate pada September 1745 mencatat syarat orang-orang Manado yang mengungsi ke Bolaang. Mereka tidak akan pulang, “sekalipun Kompeni mengirim komisaris seribu kali”. Satu-satunya jalan, kata mereka, adalah bila bekas hukum mayor Tolelieuw Soepit dan dua hukum lain yang sangat mereka benci datang sendiri menjemput. [1] Lima tahun sebelumnya, para hukum justru […]

Rapat di Manado pada Agustus 1697, ketika Soepit, hukum mayor dari Tombariri, menerima hadiah berupa sebilah pedang Belanda dan seuntai koral biru dari utusan Kompeni.(ilustrasi)

Soepit dari Tombariri: Kuasa, Amarah, dan Warisan Seorang Kepala Negeri Minahasa

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 39
  • 0Komentar

Pada akhir Agustus 1697, utusan Kompeni VOC dari Ternate menulis kalimat ini tentang seorang kepala negeri dari Tombariri. “Hukum mayor kepala Soepit, yang memerintah seluruh negeri seperti raja, dan yang kata-katanya dipegang para tuan Alfur ini seperti sabda dewa.” Karena itu, lanjut mereka “terserah kepadanyalah apakah negeri-negeri itu hendak dijaga dalam damai atau dibuat bergolak.” […]

Tollelieuw dan Mackatoppa, berjalan bersama di tengah ketegangan politik Minahasa dan Bolaang Mongondow pada 1695.(ilustrasi)

Nama-Nama Pemimpin Minahasa dalam Catatan VOC Tahun 1695

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 45
  • 0Komentar

Pada April 1695 seorang pejabat Kompeni VOC berkeliling ke negeri-negeri Minahasa. Ia mencatat nama setiap bobato, yaitu para pemimpin negeri dari hukum sampai marinyo, serta jumlah lelaki bersenjata, perempuan, dan anak di tiap negeri. Daftarnya masih tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, sebagai lampiran surat dari Ternate bertanggal 1 Oktober 1695. [1] Daftar itu memuat […]

Ilustrasi artistik seorang juru bahasa di loji Kompeni, Manado, tahun 1719.

Ketika Juru Bahasa Membantah Residen VOC: Pieter Tobias di Manado 1719

  • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
  • visibility 50
  • 0Komentar

Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]

Jacob van Gijn meninggalkan Loji Manado pada 1719 setelah masa jabatannya berakhir.(ilustrasi)

Babi di Negeriku: Pembelaan Residen VOC dalam Skandal Manado 1719

  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • visibility 116
  • 0Komentar

Pada Juli 1719 dua utusan Kompeni VOC tiba di Manado yaitu Kapten Casper Voges dan onderkoopman (pedagang muda) Frans Reaal. Mereka diutus Gubernur Ternate Jacob Bottendorp dan Dewan Politiknya, dengan wewenang menerima pernyataan resmi di depan saksi.[1] Tugas utama mereka memulangkan orang-orang yang menyingkir dari Tongkimbut dan negeri lain. Perkara itu dibahas dalam rapat besar […]

Ilustrasi pertemuan Soepit, Paat, dan Lonto dengan pejabat VOC di Loji Manado, sekitar 1719, di tengah tarik-menarik kekuasaan antara pemimpin Minahasa dan Kompeni Belanda.

Soepit, Paat dan Lonto: Tiga Penguasa Minahasa di Bawah Bayang-Bayang VOC 1719–1724

  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • visibility 74
  • 0Komentar

Selasa pagi pada 1 Agustus 1719, seorang vaandrager (pembawa panji) bernama Koeago tiba di loji Kompeni di Manado. Ia datang “uijt de Negerij Tomoon” (dari negeri Tomon). Di tangannya dia membawa “de rotting van den hoofhoeckum majoor Paat” (tongkat rotan hukum mayor Paat), yang berarti “tot een teken dat door deselve afgezonden was” (sebagai tanda […]

Artikel Rekomendasi

Anak piara oleh zendeling di Ratahan dan Amurang

Anak piara oleh zendeling di Ratahan dan Amurang

  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 87
  • 0Komentar

Polemik mengenai tindakan para zendeling di Minahasa telah muncul dalam Tijdschrift voor Nederlandsch Indië sebelum empat surat dari Ratahan dan Amurang diterbitkan tahun 1870. Menurut pengantar redaksi, sebuah tulisan anonim dalam bagian Varia edisi Februari 1869 menjadi awal perdebatan. Dua tulisan lain dimuat dalam edisi April 1870: satu membela tindakan para zendeling terhadap tuduhan terdahulu, […]

Wem Kumontoy dan Mayor (Purn) Jongky R. Kumontoy

Wem Kumontoy dan Mayor (Purn) Jongky R. Kumontoy

  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 254
  • 0Komentar

Dalam historiografi militer Indonesia, nama Mayor (Purn) Jongky (Jonkey) Robert Kumontoy dikenal sebagai pemimpin legendaris Pasukan Gerilya 500 (PG 500) dalam Operasi Trikora. Namun, jauh sebelum keberanian itu tercatat di Papua pada 1962, ada satu nama yang nyaris tenggelam dalam ingatan kolektif Minahasa: Wem Kumontoy kakak kandungnya. Kisah dua bersaudara ini membentang dari Tondano yang […]

Triple M

Pantai Triple M, Surga Tersembunyi di Kolongan Kombi Minahasa

  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 275
  • 0Komentar

Menikmati Pesona Pantai Triple M di Desa Kolongan Kombi Halo, sobat traveler! Pernah dengar tentang Pantai Triple M di Minahasa? Kalau belum, siap-siap jatuh cinta! Pantai ini terletak di Desa Kolongan, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin menikmati pantai cantik, tapi jauh dari keramaian. Apa yang Bikin […]

Pesta Minuman untuk Membunuh Para Perwira Spanyol

Pesta Minuman untuk Membunuh Para Perwira Spanyol

  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 62
  • 0Komentar

Dalam Pieter Bleeker, Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, jilid I, Batavia: Lange & Co., 1856, (hlm. 8–9), Pieter Bleeker mencatat sebuah cerita mengenai pembunuhan para perwira Spanyol di Manado. Menurut cerita yang didengarnya, para kepala setempat mengadakan pesta dan menyajikan saguer dalam tabung bambu berujung runcing. Ketika orang-orang Spanyol mengangkat bambu itu […]

Pesawat North American P-51 Mustang yang digunakan AUREV di Mapanget.

Arsip Washington tentang Pertemuan Ventje Sumual dan CIA dalam Konflik Permesta

  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 57
  • 0Komentar

Di tengah eskalasi konflik Permesta di Sulawesi Utara pada 1957–1958, jalannya pemberontakan tidak hanya ditentukan oleh dinamika lokal antara pemerintah pusat dan elite militer daerah. Arsip diplomatik Amerika Serikat yang dibuka puluhan tahun kemudian menunjukkan bahwa konflik tersebut juga menjadi bagian dari kontestasi global Perang Dingin. Dokumen Foreign Relations of the United States (FRUS), khususnya […]

expand_less