Pilihan Pembaca
light_mode
Topik Menarik

Malesung | Tanah di Mana Cerita Besar Bermula

  • Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

    Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

  • Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

    Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

  • Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

  • Pertemuan Raja Manado dan Presiden VOC Maximiliaen de Jongh di atas kapal di perairan Amoura pada 1668.(ilustrasi)

    Raja Manado yang Takut Naik Kapal: Perundingan Damai Amoura 1668

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Pada pertengahan tahun 1668, di depan muara sungai Amoura (Amurang), seorang raja melangkah ke pantai. Ia terus berjalan ke arah laut sampai air setinggi leher, lalu dibantu naik ke perahu. Di tengah air, antara pantai yang dijaga ratusan orang bersenjata dan kapal Kompeni yang berlabuh, ia akan bertemu Presiden VOC dari Ternate bernama Maximiliaen de […]

  • Kapal dagang Belanda jenis fluit berlayar di perairan Teluk Amurang pada abad ke-17.(ilustrasi)

    Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667

    • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]

  • Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

    Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]

Artikel Terbaru

» Lihat Semua
Landraad di Benteng Amsterdam, Manado, Agustus 1697.(ilustrasi)

Landraad Manado 1697: Ketika Para Kepala Negeri Mengadili Rakyat di Hadapan VOC

  • calendar_month Selasa, 3 Nov 2026
  • visibility 24
  • 0Komentar

Jumat 30 Agustus 1697, pukul tujuh pagi. Di loji benteng Amsterdam Manado para utusan VOC dari Ternate duduk bersidang dengan tiga hukum mayor kepala yaitu Soepit, Lonto, dan Paat dari Tomon yang baru diangkat provisioneel (sementara) . Bersama mereka hadir para bobato utusan dari negeri-negeri bawah dan atas. Hanya Tompaso dan Rumoong (Tompasso dan Romon) […]

Potongan surat dari arsip dan gambar ilustrasi para bobato. (ilustrasi)

Di Balik Surat Para Bobato: Intrik, Pembunuhan, dan Skandal VOC di Manado 1693

  • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2026
  • visibility 44
  • 0Komentar

Pada 16 Desember 1693 di negeri Tomon, dua puluh lima kepala negeri atas di pedalaman Manado membubuhkan nama di bawah sepucuk surat berbahasa Melayu. Surat itu ditujukan kepada Cornelis van der Duijn, gubernur Kompeni VOC di Ternate, dan isinya hanya satu permintaan yakni jangan pindahkan opperhoofd (kepala pos Kompeni) yang kini memerintah di Manado.¹ Dalam […]

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

Totolan: Dari Hutan dan Mata Air hingga Berdirinya SD GMIM Totolan

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 34
  • 0Komentar

Desa Totolan, yang kini berada di Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menyimpan perjalanan sejarah yang panjang. Jauh sebelum desa ini tercatat secara resmi dalam administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah Totolan diyakini telah menjadi tempat persinggahan dan permukiman kelompok masyarakat Minahasa yang mencari tanah subur untuk membangun kehidupan. Menurut penuturan masyarakat yang diwariskan […]

Pertemuan Raja Manado dan Presiden VOC Maximiliaen de Jongh di atas kapal di perairan Amoura pada 1668.(ilustrasi)

Raja Manado yang Takut Naik Kapal: Perundingan Damai Amoura 1668

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 44
  • 0Komentar

Pada pertengahan tahun 1668, di depan muara sungai Amoura (Amurang), seorang raja melangkah ke pantai. Ia terus berjalan ke arah laut sampai air setinggi leher, lalu dibantu naik ke perahu. Di tengah air, antara pantai yang dijaga ratusan orang bersenjata dan kapal Kompeni yang berlabuh, ia akan bertemu Presiden VOC dari Ternate bernama Maximiliaen de […]

Kapal dagang Belanda jenis fluit berlayar di perairan Teluk Amurang pada abad ke-17.(ilustrasi)

Raja Loloda dan Kompeni VOC: Perpecahan Manado 1666–1667

  • calendar_month Jumat, 30 Okt 2026
  • visibility 42
  • 0Komentar

Pada 3 Desember 1666 fluit kecil Zandloper meninggalkan Manado menuju Ternate dengan muatan 43 last padi. Kapal itu membawa kabar bahwa keadaan di sana masih tercatat “redelijk”, cukup baik.¹ Beberapa minggu kemudian, raja Manado bersama sebagian besar rakyatnya meninggalkan benteng Kompeni di Manado dan bertahan di Amoura (Amurang). Kepada orang Belanda ia berseru bahwa ia […]

Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

Keluhan Hukum Tua Distrik Toulour mengenai Collecteloon dan Pendapatan Adat

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 46
  • 0Komentar

Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 18 Juli 1936 memuat tulisan tentang keadaan hukum tua, yang dalam sumber ditulis Hoekoemtoea, di Distrik Toulour dalam rubrik “Dari Tondano”. Tulisan berjudul “Nasibnja toean² Hoekoemtoea didistrict Toulour” itu disertai permohonan agar persoalannya diperhatikan oleh pihak berwenang. Koresponden yang tidak mencantumkan nama menjelaskan bahwa ia menulis karena keluhan para […]

Gubernur VOC Simon Cos, di hadapan barikade kayu Kompeni di Amoura, November 1656 (ilustrasi)

Dari Persahabatan ke Benteng Kayu: Awal Hubungan Manado dan VOC 1653–1656

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 38
  • 0Komentar

Pada awal 1656, beberapa utusan dari Manado tiba di benteng Kompeni VOC di Malayu, Ternate. Mereka dan juru bahasa Craen Leendertsz membawa kabar yang langsung menarik perhatian Gubernur Simon Cos, di negeri Kali tumbuh pohon cengkih yang sudah berbuah.¹ Bagi Kompeni yang sedang memusnahkan cengkih di luar Ambon demi monopolinya, kabar itu cukup memberi alasan […]

Sidang di Loji Kompeni dalam Benteng Amsterdam, Manado, sekitar 1727.(ilustrasi)

Hendrik Polii dalam Arsip VOC: Konflik Jabatan dan Tata Pemerintahan Negeri Baru 1726–1729

  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2026
  • visibility 37
  • 0Komentar

Pada malam 2 Desember 1727, seorang luitenant berjalan berkeliling Negeri Baru di dekat Benteng Amsterdam Manado, sambil berseru “Hendrik Polij kini hukum mayor kalian, dan empat hukum yang lama tidak perlu dipercaya lagi”. Siang harinya, keempat hukum itu diberhentikan begitu saja oleh residen Kompeni VOC karena menolak menebang balok kayu. Polij yang sejak pagi menunggu […]

Artikel Rekomendasi

Pantai Bahu Mall

Pantai Bahu Mall, Spot Sunset di Tengah Kota

  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 163
  • 0Komentar

Pantai Favorit Warga Manado di Tengah Kota   Pantai Bahu Mall merupakan salah satu destinasi tepi laut yang mudah diakses di Kota Manado, Sulawesi Utara. Terletak di belakang Bahu Mall, pengunjung bisa langsung menikmati suasana pantai hanya dengan berjalan kaki dari area parkir pusat perbelanjaan. Karena itulah, pantai ini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai, […]

Loji batu didalam benteng Amsterdam Manado (ilustrasi)

Dari Abu Menjadi Benteng Permanen: Kebakaran Manado dan Lahirnya Loji Batu

  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 109
  • 0Komentar

Pada fase awal ekspansi kolonial di semenanjung utara Celebes, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menghadapi tantangan yang tidak hanya datang dari rival politik dan kekuatan lokal, tetapi juga dari kelemahan mendasar dalam infrastruktur mereka sendiri. Catatan penting dalam buku Geschiedenis van de Minahassa tot 1829 karya E.C. Godée Molsbergen, yang merujuk pada arsip Memorie van Overgave […]

Putra mahkota belajar di rumah ordo Jesuit (ilustrasi)

Dari Siau ke Manado: Jejak Anak-Anak Raja dalam Arsip Jesuit

  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 111
  • 0Komentar

Pada Juli 1563 seorang padri Jesuit bernama Diogo de Magalhães menulis surat dari Manado. Ia baru saja membaptis raja negeri itu bersama seribu lima ratus orang dalam lima belas hari, dan ia menyebut Manado “kepala utama seluruh Celebes“.[^1] Dalam surat yang sama ia mencatat sesuatu yang mudah terlewat, di Manado itu pula ia menemukan raja […]

Ilustrasi pertemuan Padt-Brugge dan kepala walak

Ketika Robertus Padtbrugge Menghentikan Ritual Pengorbanan Manusia di Tanah Malesung

  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 107
  • 0Komentar

Pada abad ke-17 Tanah Malesung belum merupakan satu kesatuan politik. Yang ada adalah sejumlah negeri kelompok permukiman yang dalam arsip Kompeni kemudian dicatat sebagai walak yang mengurus dirinya sendiri, dengan hukum adat sebagai sandaran utama kehidupan sosial dan politik.[^1] Penyelesaian sengketa antarkelompok tidak selalu berakhir di meja perundingan. Pemulihan hubungan menuntut pembayaran, dan bila pembayaran […]

Pengaruh Bahasa Asing dan Bahasa Daerah Lain

Pengaruh Bahasa Asing dan Bahasa Daerah Lain

  • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
  • visibility 44
  • 0Komentar

Bahasa-bahasa di Minahasa memperlihatkan penggunaan unsur dari bahasa Melayu, Tombulu, Ternate, Belanda, Spanyol, dan Portugis. Dalam artikel-artikelnya, F. S. Watuseke membahas pengaruh tersebut melalui sejarah Melayu Manado, istilah pemerintahan, nama kelompok etnolinguistik, dan nyanyian lama. Ia juga menelusuri perjalanan sebuah kata dari Makian Barat melalui Melayu Maluku hingga digunakan dalam bahasa Portugis, Belanda, dan Melayu […]

Asal Usul Minahasa Dan Penduduknya

Asal Usul Minahasa Dan Penduduknya

  • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
  • visibility 106
  • 0Komentar

Cerita ini berawal dari dua artikel yang saya temukan di De Indische Courant (Selasa, 23 Februari 1928) dan Twentsch Dagblad (Jumat, 7 Januari 1927). Saya menggabungkan kisah tersebut dengan informasi lainnya. Meski sejarah kuno Minahasa agak misterius, tradisi setempat menyebutkan bahwa pada zaman dahulu Minahasa, Sangir, Talaud, dan Filipina merupakan satu wilayah yang luas. Seperti […]

Sejarah Pembentukan Batalyon 3 Mei 1950 di Manado

Sejarah Pembentukan Batalyon 3 Mei 1950 di Manado

  • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
  • visibility 364
  • 0Komentar

Kronologi Gerakan 3 Mei Semua Pasukan naik truk-truk yang disiapkan Lexy Gozal dan kawan-kawan menuju Tomohon. Konvoi bergerak melakukan berbagai manouver di seputar kota Manado agar terhindar dari pencegatan. Kemudian keluar kota melalui Airmadidi, Tenggari dan Tondano. Tiba di Tomohon pukul 03.00 subuh dan disambut oleh RCL Lasut, Hukum Besar Tomohon/Tombariri. Pasukan disiagakan menunggu kabar […]

Rumah Sakit Belang (Rocky Mapaliey, 1960-an)

Jejak Kolonial dan Perlawanan di Pesisir Tenggara: Mengupas Sejarah Belang di Minahasa

  • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
  • visibility 67
  • 0Komentar

Jauh sebelum hiruk-pikuk modernitas menyentuh Semenanjung Minahasa, kawasan pesisir tenggara yang kini dikenal sebagai Kecamatan Belang telah mengukir narasi panjang dalam lintasan sejarah Nusantara. Transformasi wilayah ini dari sebuah bandar niaga otonom yang sibuk hingga menjadi titik penting dalam lanskap ekonomi dan militer Hindia Belanda, memperlihatkan bagaimana pesisir Minahasa pernah menjadi arena perebutan pengaruh dagang, […]

Gerrit Wuysang di Benteng Amsterdam pada Mei 1808 (ilustrasi)

Gerrit Wuysang dan Diplomasi Perlawanan Tondano Menjelang Perang 1808–1809

  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • visibility 160
  • 0Komentar

Di tepian Danau Tondano, sejarah Perang Tondano (1808–1809) lazim dikenang melalui kepungan Benteng Moraya, dentuman meriam, dan perlawanan terbuka rakyat Tondano terhadap ekspedisi militer kolonial. Namun, sebelum perang mencapai puncaknya dalam palagan berdarah, sesungguhnya telah berlangsung sebuah konfrontasi lain yang tak kalah menentukan: pertarungan diplomasi dan penolakan politik terhadap dominasi Hindia Belanda. Dalam pusaran inilah […]

Alex Kawilarang dan Iwa Kusumasumantri: Ketegangan dalam Catatan CIA Tahun 1954

Alex Kawilarang dan Iwa Kusumasumantri: Ketegangan dalam Catatan CIA Tahun 1954

  • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
  • visibility 54
  • 0Komentar

Dalam Current Intelligence Bulletin tertanggal 4 Februari 1954, Central Intelligence Agency (CIA) mencatat kabar mengenai dua komandan teritorial Indonesia, Kolonel Kawilarang dan Kolonel Simbolon. Pemerintah Indonesia dilaporkan telah meminta keduanya mengundurkan diri untuk menghindari pemecatan dan aib. Buletin itu menyebut keduanya sebagai komandan teritorial terkemuka yang antikomunis. Namun, laporan tersebut juga menyatakan bahwa jawaban mereka […]

expand_less