Historiografi
Maaf, saat ini belum tersedia post untuk ditampilkan.
« kembali ke Beranda atau silahkan gunakan kolom pencarian dibawah ini.
« kembali ke Beranda atau silahkan gunakan kolom pencarian dibawah ini.
Menjelang pertengahan abad ke-19, jumlah penduduk Minahasa mendekati 100.000 jiwa. Pieter Bleeker dalam Reis door de Minahassa en den Molukschen Archipel, terbit pada tahun 1856, mencatat 95.661 penduduk tahun 1849. Jumlah itu menjadi 96.815 tahun 1850, kemudian 99.255 tahun 1851 dan 99.588 tahun 1852. Angka 1853 tetap 99.588 jiwa. Rangkaian tersebut menjadi dasar perbandingan ketika […]
Surat kabar Keng Hwa Poo edisi 27 November 1937 memberitakan gerakan pengumpulan bantuan bagi Palang Merah Tiongkok yang berlangsung di berbagai tempat, termasuk Manado. Gerakan tersebut muncul ketika perang antara Jepang dan Tiongkok menimbulkan banyak korban. Menurut surat kabar itu, mereka yang memerlukan pertolongan bukan hanya serdadu yang terluka atau sakit, melainkan juga penduduk sipil […]
Sejarah kerap menyederhanakan wilayah tenggara Tanah Malesung sebagai satu kesatuan yang utuh. Pasan, Tonsawang, dan Ponosakan sering dipandang sebagai bagian dari lanskap budaya Minahasa tanpa banyak membedakan asal-usul maupun perkembangan historis masing-masing komunitas. Namun, ketika arsip kolonial dipadukan dengan kajian linguistik modern, muncul gambaran yang jauh lebih kompleks. Kawasan ini ternyata merupakan sebuah mozaik yang […]
Sejarah Indonesia mencatat berbagai upaya yang mengancam keselamatan Presiden Sukarno. Dari ledakan granat hingga percobaan penembakan, rangkaian peristiwa itu memperlihatkan betapa posisi sang Proklamator kerap berada dalam bayang-bayang bahaya. Namun, di antara semua peristiwa tersebut, serangan pada 9 Maret 1960 memiliki karakter yang berbeda: datang dari langit, dilakukan oleh seorang perwira Angkatan Udara Republik Indonesia […]
Pantai Pasir Putih Lembeh: Surga Kecil yang Bikin Kamu Betah Berlama-lama Halo, para pencinta pantai! Kalau kamu lagi cari tempat liburan yang tenang, cantik, dan jauh dari hiruk pikuk kota, Pantai Pasir Putih Lembeh adalah jawabannya. Terletak di Pulau Lembeh, Bitung, Sulawesi Utara, pantai ini punya segala yang kamu butuhkan untuk liburan santai — pasir […]
Stasiun bus dan pom bensin didepan gedung pertokoan asosiasi masyarakat Tionghoa di Manado foto tahun 1930 (KITLV)
Sejarah kerap ditulis dari pusat kekuasaan. Namun dalam diri Hermanus Willem Dotulong (1795–1888), kita melihat bagaimana seorang pemimpin dari pinggiran dari tanah Minahasa mampu memberi pengaruh pada dinamika yang lebih luas di Hindia Belanda. Ia bukan tokoh yang dapat dibaca secara sederhana. Dalam dirinya, militer, birokrasi kolonial, dan tradisi lokal bertemu. Ia adalah bagian dari […]
Kedua kontrak di Sulawesi Utara dikenal sebagai Verbond Minahasa tidak menyebut Minahasa. Yang 1679 menamai pihak keduanya “de dorphoofden en gantsche gemeijnte van de lantstreecke van Manado ofte ‘t noordelijkste gedeelte van Celebes“.[^1] Yang 1699 menamai “alle de rigters van de gesamentlyke soo beneden-, boven- als agterlandse dorpen onder de landstreek van Manado ressorteerende“.[^2] Kepala […]
Perang Tondano Kedua (1808-1809) merupakan salah satu babak paling heroik sekaligus tragis dalam sejarah perjuangan rakyat Tondano melawan kolonialisme Pemerintah Hindia Belanda. Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan mutlak terhadap penindasan militeristik dan eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Artikel ini mengulas latar belakang, jalannya pertempuran di Benteng […]
Davina Tesalonika Putri Karamoy, atau yang lebih dikenal sebagai Davina Karamoy, adalah seorang aktris muda berbakat yang namanya semakin bersinar di dunia hiburan Indonesia. Lahir di Depok, Jawa Barat pada tanggal 17 Agustus 2002, Davina tidak hanya dikenal karena bakat aktingnya yang memukau, tetapi juga karena darah campuran yang ia miliki. Ayahnya, Yesky Askiando Karamoy, […]
Perubahan besar yang melanda Hindia Belanda pada awal abad ke-20 tidak hanya mengubah struktur pemerintahan kolonial, tetapi juga membuka ruang baru bagi elite pribumi terdidik untuk memasuki birokrasi modern. Di Minahasa, Sulawesi Utara, salah satu figur yang mencerminkan perubahan tersebut adalah Philip Frederik Laurens Sigar. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memperoleh legitimasi kepemimpinan melalui jabatan […]
Pada 25 Juli 1719 di loji VOC Manado, seorang residen Kompeni menyalahkan juru bahasanya dan juru bahasa itu membantah. Residen Jacob van Gijn berkata bahwa juru bahasalah yang menyampaikan kepadanya permintaan para kepala negeri bawah. Pieter Tobias menjawab bahwa ia tidak pernah menerjemahkan permintaan itu.[1] Sebelum 1719, juru bahasa dalam arsip Sulawesi Utara hampir selalu […]
Pada Juli 1719 dua utusan Kompeni VOC tiba di Manado yaitu Kapten Casper Voges dan onderkoopman (pedagang muda) Frans Reaal. Mereka diutus Gubernur Ternate Jacob Bottendorp dan Dewan Politiknya, dengan wewenang menerima pernyataan resmi di depan saksi.[1] Tugas utama mereka memulangkan orang-orang yang menyingkir dari Tongkimbut dan negeri lain. Perkara itu dibahas dalam rapat besar […]
Selasa pagi pada 1 Agustus 1719, seorang vaandrager (pembawa panji) bernama Koeago tiba di loji Kompeni di Manado. Ia datang “uijt de Negerij Tomoon” (dari negeri Tomon). Di tangannya dia membawa “de rotting van den hoofhoeckum majoor Paat” (tongkat rotan hukum mayor Paat), yang berarti “tot een teken dat door deselve afgezonden was” (sebagai tanda […]
Pada akhir 1949, nama Letnan Kolonel J.F. Warouw muncul dalam laporan intelijen, berita kantor pers Aneta, dan korespondensi pejabat Belanda. Dokumen-dokumen tersebut membicarakan kegiatan Brigade XVI di Jawa Timur, ketegangan dengan kesatuan TNI lain, serta sebuah perintah yang dilaporkan ditemukan di Minahasa. Rangkaian sumber itu tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, dalam arsip Algemene Secretarie, […]
Pada 2 November 1892, M.C.E. Stakman mengirim surat dari Menado kepada Tweede Kamer, majelis rendah parlemen Belanda. Bersama surat itu, ia menyampaikan sebuah bantahan tercetak terhadap laporan W.O. Gallois mengenai keadaan Minahasa. Surat tersebut kemudian dibahas dalam laporan Komisi Petisi pada sidang parlemen tanggal 1 Juni 1893. Risalah sidang memperkenalkan Stakman sebagai residen Menado yang […]
