Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Air Terjun Tondano (1870)

Air Terjun Tondano (1870)

  • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Waterfall of Tondano in the Minahasa. Dutch East Indies (c. 1870)

Publisher: Woodbury & Page

 

Rijksmuseum

  • Penulis: Moderator Malesung

Rekomendasi

  • Di Ambang Selamat, Ia Berbalik: Detik-Detik Terakhir E.W.A. Pangalila

    Di Ambang Selamat, Ia Berbalik: Detik-Detik Terakhir E.W.A. Pangalila

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Asap hitam membubung dari badan pesawat Lockheed L-188 Electra milik Garuda Indonesia dengan registrasi PK-GLB “Viara” yang baru saja menghantam landasan. Di tengah kekacauan itu, ketika sebagian penumpang berhamburan menjauh dari kobaran api, seorang perwira berseragam loreng justru melangkah kembali ke arah kabin.   Dialah Engelbert Willem Antonius Pangalila. Keputusan itu kelak mengabadikan namanya dalam […]

  • Sejarah Desa Lemoh: Perjalanan dari Lemoh Tua ke Nimawanwa

    Sejarah Desa Lemoh: Perjalanan dari Lemoh Tua ke Nimawanwa

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Desa Lemoh memiliki sejarah panjang dan penuh nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah ini bermula dari proses penetapan nama desa, perpindahan pemukiman, hingga munculnya nama Lemoh Tua dan akhirnya berakhir di wilayah yang kemudian disebut Nimawanwa.   Penetapan Nama Desa Lemoh Pada awalnya, pemimpin adat yang disebut Walian memimpin sebuah upacara besar […]

  • Mais Wuisan: Pahlawan Perjuangan Merah Putih

    Mais Wuisan: Pahlawan Perjuangan Merah Putih

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Mayor Servius Dumais Wuisan (8 November 1914 – 25 Februari 1980), yang lebih dikenal sebagai Mais Wuisan, adalah seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia yang dikenal karena perannya dalam Peristiwa Heroik Merah Putih 14 Februari 1946 di Manado.   Peristiwa ini merupakan aksi revolusioner yang menegaskan dukungan masyarakat Sulawesi Utara terhadap Republik Indonesia, dengan pemimpin-pemimpin dari […]

  • Gambar Johann Gottlieb Schwarz saat usia 29 tahun (https://hetutrechtsarchief.nl)

    Johann Gottlieb Schwarz: Pionir Pekabaran Injil dan Pendidikan di Langowan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pada 12 Juni 1831, dua orang misionaris asal Eropa, Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz, tiba di Manado. Kedatangan keduanya menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perkembangan Kekristenan dan pendidikan modern di Minahasa. Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) kemudian memperingati tanggal tersebut sebagai Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa.¹ […]

  • Seorang Fransiskan dan seorang Jesuit berjalan bersama di tanah Manado (ilustrasi)

    Dua Ordo, Satu Ladang: Perebutan Manado antara Fransiskan dan Jesuit

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Pada suatu hari di benteng Ternate menjelang akhir 1639 atau awal 1640, seorang Fransiskan Spanyol bernama Juan Yranzo mengeluarkan sehelai dokumen kepausan dan menyodorkannya kepada Gubernur Maluku. Ia hendak membuktikan bahwa ia berhak berlayar ke Manado. Gubernur tulisnya kemudian, “tidak mau melihatnya, tidak pula mendengarnya.”[^1] Adegan itu bukan pertikaian teologi, bukan perebutan jiwa, melainkan sebuah […]

  • De kampung Watulaney in Minahasa 1904 (Arsip Utrecht 1904)

    Jejak Wanua di Kaki Pegunungan Lembean: Sejarah Desa Watulaney dalam Arsip Kolonial Abad ke-19

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Di kaki Pegunungan Lembean, di antara jalur tua yang menghubungkan pedalaman Danau Tondano dengan pesisir timur Minahasa, berdirilah sebuah wanua tua bernama Watulaney. Kini desa itu masuk wilayah Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa. Namun jauh sebelum batas administratif modern terbentuk, Watulaney telah hidup sebagai komunitas tradisional masyarakat Toulour yang memiliki struktur adat, ruang sakral, serta […]

expand_less