Teluk Manado sejarah
Maaf, saat ini belum tersedia post untuk ditampilkan.
« kembali ke Beranda atau silahkan gunakan kolom pencarian dibawah ini.
« kembali ke Beranda atau silahkan gunakan kolom pencarian dibawah ini.
Sejarah Benteng Moraya bukan sekadar kisah tentang pagar kayu di atas rawa, melainkan narasi panjang tentang pengkhianatan perjanjian, keteguhan adat, dan keberanian rakyat Minahasa terlebih khusus Tondano melawan dominasi kolonial. Dari sebuah sumpah persahabatan pada 1679 hingga pertempuran berdarah di Minawanua pada 1809, Moraya berdiri sebagai simbol kedaulatan yang lahir dari luka dan perlawanan. Artikel […]
Jakarta pernah dipimpin oleh seorang pelukis. Bukan sekadar pejabat, bukan pula politisi biasa. Ia datang bukan dengan suara-suara kampanye, melainkan dengan sketsa, kanvas, dan tinta. Namanya Henk Ngantung, pria kelahiran Manado, yang lebih dulu dikenal karena goresan tangannya daripada pidatonya. Lahir dari Timur, Tumbuh dengan Cita-Cita Hendrik Hermanus Joel Ngantung lahir pada 1 Maret […]
Luasan jalan tahun1880 (143 tahun yg lalu) dipakai hingga saat ini, luasannya masih representatif. Jalan dari Salemba ke Meester Cornelis (Jatinegara) di Batavia, sebelum tahun 1880 Judul foto dari sumber KITLV : Weg van Salemba naar Meester Cornelis te Batavia, Published [Before 1880] Diupload oleh Andrew Owen
𝘚𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮, 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘢𝘵𝘶 𝘵𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘳𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘔𝘢𝘳𝘪𝘢 𝘑𝘰𝘴𝘦𝘱𝘩𝘪𝘯𝘦 𝘊𝘢𝘵𝘩𝘦𝘳𝘪𝘯𝘦 𝘞𝘢𝘭𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘔𝘢𝘳𝘢𝘮𝘪𝘴 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘩𝘢𝘴 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘺𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘪 𝘔𝘪𝘯𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘳𝘢𝘥𝘪𝘴𝘪𝘰𝘯𝘢𝘭 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘥𝘪𝘱𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳𝘶𝘩𝘪 𝘮𝘰𝘥𝘦𝘳𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪. 𝘛𝘶𝘭𝘪𝘴𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘥𝘪𝘮𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘛𝘫𝘢𝘩𝘢𝘫𝘢-𝘔𝘪𝘯𝘢𝘩𝘢𝘴𝘴𝘢 (1922) 𝘥𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘷𝘦𝘳𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘪𝘴𝘶𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘰𝘭𝘦𝘩 Engel Yong. Pada bagian awal dijelaskan bahwa majalah […]
Pada awal abad ke-20, rumah bukan sekadar tempat tinggal bagi masyarakat Minahasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari persoalan kesehatan. Hubungan antara bentuk rumah, kebersihan, makanan, penyakit, dan lingkungan menjadi perhatian dokter A. C. N. Bouvy ketika bertugas selama empat tahun sebagai dokter di Minahasa. Dalam tulisannya De Minahassa en de Geneeskunst, yang diterbitkan pada […]
Pers di Minahasa memiliki peran signifikan dalam membangun kesadaran intelektual dan sosial masyarakat setempat. Kehadiran pers di wilayah ini dimulai pada masa kolonial Belanda, yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan jurnalistik dan budaya lokal. Perkembangan ini tak lepas dari peran para zendeling, sistem pendidikan, dan semangat masyarakat Minahasa dalam menerima perubahan. Awal Mula Pers […]
Sejarah kerap ditulis dari pusat kekuasaan. Namun dalam diri Hermanus Willem Dotulong (1795–1888), kita melihat bagaimana seorang pemimpin dari pinggiran dari tanah Minahasa mampu memberi pengaruh pada dinamika yang lebih luas di Hindia Belanda. Ia bukan tokoh yang dapat dibaca secara sederhana. Dalam dirinya, militer, birokrasi kolonial, dan tradisi lokal bertemu. Ia adalah bagian dari […]
Kedua kontrak di Sulawesi Utara dikenal sebagai Verbond Minahasa tidak menyebut Minahasa. Yang 1679 menamai pihak keduanya “de dorphoofden en gantsche gemeijnte van de lantstreecke van Manado ofte ‘t noordelijkste gedeelte van Celebes“.[^1] Yang 1699 menamai “alle de rigters van de gesamentlyke soo beneden-, boven- als agterlandse dorpen onder de landstreek van Manado ressorteerende“.[^2] Kepala […]
Perang Tondano Kedua (1808-1809) merupakan salah satu babak paling heroik sekaligus tragis dalam sejarah perjuangan rakyat Tondano melawan kolonialisme Pemerintah Hindia Belanda. Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan mutlak terhadap penindasan militeristik dan eksploitasi yang dilakukan oleh pemerintah kolonial di bawah kepemimpinan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels. Artikel ini mengulas latar belakang, jalannya pertempuran di Benteng […]
Davina Tesalonika Putri Karamoy, atau yang lebih dikenal sebagai Davina Karamoy, adalah seorang aktris muda berbakat yang namanya semakin bersinar di dunia hiburan Indonesia. Lahir di Depok, Jawa Barat pada tanggal 17 Agustus 2002, Davina tidak hanya dikenal karena bakat aktingnya yang memukau, tetapi juga karena darah campuran yang ia miliki. Ayahnya, Yesky Askiando Karamoy, […]
Perubahan besar yang melanda Hindia Belanda pada awal abad ke-20 tidak hanya mengubah struktur pemerintahan kolonial, tetapi juga membuka ruang baru bagi elite pribumi terdidik untuk memasuki birokrasi modern. Di Minahasa, Sulawesi Utara, salah satu figur yang mencerminkan perubahan tersebut adalah Philip Frederik Laurens Sigar. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang memperoleh legitimasi kepemimpinan melalui jabatan […]
Pada Juli 1719 dua utusan Kompeni VOC tiba di Manado yaitu Kapten Casper Voges dan onderkoopman (pedagang muda) Frans Reaal. Mereka diutus Gubernur Ternate Jacob Bottendorp dan Dewan Politiknya, dengan wewenang menerima pernyataan resmi di depan saksi.[1] Tugas utama mereka memulangkan orang-orang yang menyingkir dari Tongkimbut dan negeri lain. Perkara itu dibahas dalam rapat besar […]
Selasa pagi pada 1 Agustus 1719, seorang vaandrager (pembawa panji) bernama Koeago tiba di loji Kompeni di Manado. Ia datang “uijt de Negerij Tomoon” (dari negeri Tomon). Di tangannya dia membawa “de rotting van den hoofhoeckum majoor Paat” (tongkat rotan hukum mayor Paat), yang berarti “tot een teken dat door deselve afgezonden was” (sebagai tanda […]
Pada akhir 1949, nama Letnan Kolonel J.F. Warouw muncul dalam laporan intelijen, berita kantor pers Aneta, dan korespondensi pejabat Belanda. Dokumen-dokumen tersebut membicarakan kegiatan Brigade XVI di Jawa Timur, ketegangan dengan kesatuan TNI lain, serta sebuah perintah yang dilaporkan ditemukan di Minahasa. Rangkaian sumber itu tersimpan di Nationaal Archief, Den Haag, dalam arsip Algemene Secretarie, […]
Pada 2 November 1892, M.C.E. Stakman mengirim surat dari Menado kepada Tweede Kamer, majelis rendah parlemen Belanda. Bersama surat itu, ia menyampaikan sebuah bantahan tercetak terhadap laporan W.O. Gallois mengenai keadaan Minahasa. Surat tersebut kemudian dibahas dalam laporan Komisi Petisi pada sidang parlemen tanggal 1 Juni 1893. Risalah sidang memperkenalkan Stakman sebagai residen Menado yang […]
Pada 7 Mei 1683 sebuah kapal Kompeni VOC dari Ternate berlabuh di depan Benteng Amsterdam, Manado. Di dalamnya ada dua orang utusan Gubernur Maluku, Jacob Lobs. Yang pertama Oloffsz. Andries Loffsang (Oloffsz. adalah singkatan dari Oloffszoon, “anak Oloff”), yang menandatangani surat-surat rombongan dan menulis jurnal ini. Yang kedua Anthonij van der Mast, yang akan dilantik […]
