Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Keindahan Alam Air Terjun Tumimperas Destinasi Tersembunyi di Tomohon

Keindahan Alam Air Terjun Tumimperas Destinasi Tersembunyi di Tomohon

  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 42
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pesona Alami dan Keindahan Alam di Jantung Tomohon

 

Sulawesi Utara menyimpan banyak destinasi dan keindahan alam tersembunyi yang memukau, dan salah satunya adalah Air Terjun Tumimperas.

Terletak di Kakaskasen Dua, Tomohon Utara, tempat ini menghadirkan pengalaman wisata alam yang sejuk dan alami.

Setiap akhir pekan, banyak wisatawan lokal maupun luar daerah menjadikan air terjun ini sebagai tujuan untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

 

Trekking Menantang dengan Hadiah Alam yang Indah

 

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menyusuri sekitar 800 anak tangga.

Meski jalur tersebut cukup menantang, banyak pengunjung tetap semangat karena mereka ingin melihat keindahan yang menanti di ujung perjalanan.

Di sepanjang jalur, pepohonan rindang dan suara burung hutan menciptakan suasana damai yang alami.

Sesampainya di bawah, pengunjung langsung menikmati pemandangan air terjun setinggi sekitar 50 meter yang mengalir deras di antara batu besar.

Beberapa wisatawan bermain air, duduk santai, bahkan berfoto di antara kabut tipis yang tercipta dari percikan air terjun.

 

Spot Ideal untuk Fotografi dan Relaksasi

 

Banyak fotografer alam dan pencinta konten digital datang untuk menangkap keindahan Air Terjun Tumimperas.

Mereka memanfaatkan cahaya alami di pagi atau sore hari untuk menghasilkan gambar yang dramatis dan eksotis.

Selain itu, banyak pengunjung membawa bekal dan piknik di sekitar area sambil menikmati udara yang bersih dan segar.

 

Upaya Pelestarian dan Promosi Keindahan alam Air Terjun

 

Pemerintah Kota Tomohon bersama masyarakat lokal mulai gencar mempromosikan destinasi ini sebagai bagian dari potensi wisata daerah.

Mereka juga terus menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi wisatawan agar tidak merusak ekosistem sekitar.

Beberapa papan peringatan sudah tersedia untuk mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Jika Anda ingin merasakan ketenangan, menikmati keindahan alam, dan melakukan aktivitas fisik ringan yang menyenangkan, Air Terjun Tumimperas bisa menjadi pilihan tepat.

Wisata ini menawarkan pengalaman berbeda, jauh dari kebisingan kota, dan cocok untuk semua kalangan. Jangan lupa membawa kamera dan alas kaki yang nyaman saat berkunjung

  • Penulis: Aril

Rekomendasi

  • Rumah Sakit Hermana 14 September 1945 (Australian War Memorial)

    Menelusuri Jejak Pengabdian Medis di Tanah Tonsea: Sejarah Berdirinya Rumah Sakit Hermana Lembean (1940)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Di lereng perbukitan Tonsea yang tenang, Desa Lembean menyimpan sebuah jejak pengabdian yang telah melintasi rezim kolonial, perang dunia, hingga pergolakan politik lokal. Di sanalah berdiri Rumah Sakit Hermana sebuah institusi kesehatan yang lahir bukan sekadar dari kebutuhan medis, melainkan dari perjumpaan iman, solidaritas sosial, dan ilmu kedokteran modern pada masa Hindia Belanda. Berdiri resmi […]

  • Pasukan No Korompis yang masih berkeliaran di daerah Sulawesi Utara pasca 1950 (Kliping koran Hindia fb Priyono Bitles Combat)

    Dari PPK ke Brigade 999: Kisah Jan Timbuleng dan Retaknya Solidaritas Permesta

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pergolakan di Sulawesi Utara pada akhir 1950-an tidak hanya mencerminkan ketegangan antara pusat dan daerah, tetapi juga memperlihatkan rapuhnya solidaritas di antara kekuatan bersenjata lokal. Salah satu episode paling kompleks dalam sejarah itu adalah perjalanan Pasukan Pembela Keadilan (PPK) yang kemudian bertransformasi menjadi Brigade 999 di dalam gerakan Permesta. Alih-alih memperkuat perjuangan, integrasi pasukan ini […]

  • Keras Kepala, Tanda Burung, dan Langit Tanpa Surga: Membaca Kosmologi Minahasa 1679

    Keras Kepala, Tanda Burung, dan Langit Tanpa Surga: Membaca Kosmologi Minahasa 1679

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Di utara Sulawesi pada akhir abad ke-17, dunia tidak ditafsirkan lewat kitab suci, melainkan lewat kicauan atau suara burung, peredaran bulan, dan tanda-tanda alam. Itulah gambaran yang muncul dari laporan Gubernur Maluku, Robertus Padt-Brugge, pada 1679. Dalam Bab III catatannya tentang Minahasa, ia menyajikan potret manusia yang penuh kontradiksi: sederhana namun keras kepala, spiritual namun […]

  • melihat

    Melihat Keajaiban Batu Dinding Kilo Tiga di Bitung!

    • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
    • visibility 50
    • 0Komentar

    🪨 Melihat Keajaiban Batu Dinding Kilo Tiga di Bitung: Eksotis & Instagramable! Hai, traveler sejati! 🌿 Kalau kamu lagi cari destinasi wisata alam yang unik dan belum banyak diketahui orang, yuk melihat Batu Dinding Kilo Tiga di Kota Bitung, Sulawesi Utara bisa jadi pilihan yang pas banget! Tempat ini menyuguhkan keajaiban alam yang bikin kamu […]

  • Marten Lelivelt 1744 (Ilustrasi Ai)

    Di Ambang Batas Poigar: Ketegangan Minahasa dan Raja Salomon Manoppo dalam Catatan VOC (1744)

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Dalam historiografi Sulawesi Utara abad ke-18, hubungan antara Konfederasi Minahasa dan kerajaan di selatan, Bolaang Mongondow, bergerak di antara aliansi dan persaingan. Dinamika ini tercermin dalam dokumen kolonial Memorie van Overgave yang ditulis Gubernur Ternate Marten Lelivelt pada 1744, sebuah laporan administratif yang mencatat persoalan yang dianggap belum terselesaikan selama masa jabatannya. Dokumen tersebut mengungkap […]

  • Lukisan Danau Tondano (1856)

    Lukisan Danau Tondano (1856)

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Het meer van Tondano met herten op de voorgrond Vervaardigingsjaar : 1865 – 1872 Tekenaar : L.H.W.M de Stuers Danau Tondano,Sulawesi Utara dengan latar depan sekumpulan rusa…tahun pembuatan antara tahun 1865 – 1872 (Geheugenvannederland, juru gambar : Louis Henri Wilhelmus Merkus de Stuers)

expand_less