Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Galeri » Peta Minahasa (1851)

Peta Minahasa (1851)

  • calendar_month Rabu, 7 Agt 2024
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Map of Minahassa from the measurements and recordings in 1851-52 of Mr. S.H. and G.A. de Lange, geographic engineers, those of Mr. F.W. Paepke Bulow, land surveyor from Manado, and designed and assembled by S.C.J.W. van Musschenbroek; in stone print brought to the Topographical Institute in The Hague. Netherlands (1878)

 

Nationaal Archief

  • Penulis: Moderator Malesung

Rekomendasi

  • Angka Dalam Budaya Minahasa

    Angka Dalam Budaya Minahasa

    • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Angka 1 Minahasa adalah negeri yang mengandung ‘angka’ (esa=satu) di dalam namanya.     Arti kata Minahasa adalah menjadi satu. Untuk menjadikan satu kesatuan dari sesuatu yang banyak dan beragam sifatnya diperlukan kemampuan keseimbangan.   Angka 3 Angka tiga adalah angka penting di dalam budaya Minahasa. Menurut mitos leluhur Minahasa ada tiga tokoh yaitu: Karema, […]

  • Patung Sam Ratulangi di pusat kota Davao (IKPNI-PAHNAS, 2025)

    Dari Minahasa ke Davao: Jejak Sam Ratulangi yang Diabadikan di Filipina

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Di tengah rimbunnya pepohonan di Millennium Park, Davao City, Filipina, berdiri sebuah patung dada yang mungkin mengejutkan banyak pengunjung Indonesia. Patung itu bukan milik tokoh Filipina, melainkan Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi lebih dikenal sebagai Sam Ratulangi pahlawan nasional Indonesia sekaligus putra terbaik Minahasa. Keberadaan monumen tersebut menjadi bukti bahwa jejak perjuangan Sam Ratulangi […]

  • Pemberian hadiah (Ilustrasi Ai)

    Penghargaan Kolonial bagi Pasukan Tulungan Minahasa Usai Perang Jawa 1830

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Perang Jawa berakhir di Magelang pada 28 Maret 1830. Bagi pemerintah Hindia Belanda, kemenangan itu harus dibalas dengan tanda jasa yakni bintang, medali, gelar, dan hadiah. Tetapi tanda jasa tidak dibagi rata. Siapa yang menerimanya dan siapa yang tidak memperlihatkan bagaimana pemerintah kolonial memandang orang-orang yang ikut berperang di pihaknya, termasuk pasukan bantu dari Minahasa. […]

  • Ukiran Wajah Leluhur Toar dan Lumimuut di Bukit Kasih Kanonang, Minahasa – Sulawesi Utara

    Ukiran Wajah Leluhur Toar dan Lumimuut di Bukit Kasih Kanonang, Minahasa – Sulawesi Utara

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jejak Leluhur di Pusat Toleransi Nusantara Bukit Kasih Kanonang merupakan salah satu destinasi wisata paling ikonik di Provinsi Sulawesi Utara. Terletak sekitar 50 kilometer di selatan Kota Manado, tepatnya di Desa Kanonang, Kabupaten Minahasa, kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai objek wisata alam, tetapi juga sebagai simbol kuat kerukunan antarumat beragama dan penghormatan terhadap leluhur […]

  • Songko’ digambarkan sebagai makhluk nokturnal. (Ilustrasi)

    Songko’: Jejak Entitas Mistis Minahasa dalam Arsip Kolonial

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Dalam keseharian masyarakat Indonesia modern, kata songko lazim dipahami sebagai penutup kepala atau peci. Namun, di balik makna yang kini terasa sederhana itu, tersimpan jejak kosmologi yang jauh lebih kompleks bahkan mencekam dari masa lalu Minahasa. Di wilayah pedalaman Minahasa pra-Kristen, Songko’ bukanlah benda, melainkan entitas supranatural yang hidup dalam imajinasi kolektif masyarakat. Sosok ini […]

  • Penggalian kembali watu Pinawetengan 19 Juli 1888 (𝘜𝘪𝘵 𝘖𝘯𝘻𝘦 𝘒𝘰𝘭𝘰𝘯𝘪ë𝘯 — 𝘏. 𝘝𝘢𝘯 𝘒𝘰𝘭, 1903⁣⁣⁣. Engel Yong)

    Minahasa dan Jejak Demokrasi Tertua di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Ada satu klaim yang hampir selalu muncul ketika orang berbicara tentang sejarah politik Minahasa, bahwa di Watu Pinawetengan, sekitar tahun 670 Masehi, para leluhur mengadakan musyawarah besar yang melahirkan demokrasi tertua di Indonesia. Klaim itu punya dua bagian. Bagian pertama, bahwa Minahasa lama diperintah lewat permusyawaratan, tanpa raja tunggal, dengan satuan-satuan wilayah yang berdiri sendiri […]

expand_less