Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Obat Gratis untuk Tentara, Pensiunan, Pegawai, dan Orang Miskin

Obat Gratis untuk Tentara, Pensiunan, Pegawai, dan Orang Miskin

  • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

A. C. N. Bouvy membahas pelayanan kesehatan di Minahasa dalam tulisan De Minahassa en de Geneeskunst, yang diterbitkan tahun 1924. Dalam bagian mengenai Burgerlijke Geneeskundige Dienst atau Dinas Kesehatan Sipil, ia menjelaskan bentuk bantuan medis yang tersedia bagi penduduk ketika itu. Di Manado ditempatkan seorang Officier van Gezondheid sebagai satu-satunya dokter Eropa yang disebut Bouvy dalam bagian tersebut. Menurut keterangannya, pejabat kesehatan itu biasanya berada di Manado sekitar tiga tahun sebelum dipindahkan ke tempat lain.

Tugas Officier van Gezondheid tidak hanya berlangsung di rumah sakit. Bouvy mencatat bahwa dokter berusaha mengunjungi orang sakit di rumah dan menyediakan waktu untuk memberikan konsultasi di poliklinik. Setiap hari dokter membuka poliklinik di benteng dan melayani sekitar 100 pasien. Sesudah itu masih terdapat sekitar 50 pasien di Inlandsch Hospitaal atau rumah sakit untuk penduduk pribumi, selain pasien yang harus mendapat pertolongan di rumah mereka masing-masing.

Selain menangani pasien, Officier van Gezondheid juga mempunyai berbagai tugas lain. Bouvy menyebut dokter tersebut sekaligus bertugas sebagai dokter karantina dan pelabuhan, pengawas vaksinasi, serta menangani para tahanan dan pegawai yang berhak memperoleh pelayanan. Ia juga melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap tentara, rekrut, anggota polisi bersenjata, serta istri dan anak mereka. Pekerjaan lainnya adalah menyiapkan obat-obatan. Bouvy menggambarkan rangkaian pekerjaan itu berlangsung dari pagi sampai malam dan terkadang mengambil waktu istirahat dokter pada malam hari.

Dalam perhitungannya, Bouvy menyebut sekitar 30.000 konsultasi dilakukan dalam setahun. Angka tersebut disebut bersama pekerjaan lain, seperti pengobatan tahanan dan pelayanan terhadap polisi bersenjata, yang termasuk dalam tugas Dinas Kesehatan Sipil. Untuk pekerjaan tersebut, menurut Bouvy, Officier van Gezondheid memperoleh tambahan bayaran sebesar 50 gulden setiap bulan. Ia kemudian membahas keterbatasan waktu, tenaga, pembayaran, dan lambatnya penyelesaian berbagai usulan sebagai keadaan yang dihadapi dokter dalam menjalankan pelayanan kesehatan.

Ketika membahas bantuan medis resmi dan tenaga ahli di Minahasa, Bouvy mencatat adanya seorang dokter Eropa, dua Gouvernements Indisch Artsen, serta sebuah Inlandsch Hospitaal di Manado. Ia membedakan pelayanan tersebut dari bantuan kesehatan yang tidak resmi, semi-ahli, dan bukan tenaga ahli, yang dibahasnya pada bagian lain. Poliklinik merupakan salah satu bagian dari pelayanan kesehatan yang dijalankan dalam susunan tersebut.

Bouvy menggambarkan kondisi poliklinik yang digunakannya untuk melayani sekitar 100 pasien setiap hari. Tenaga yang membantunya terdiri atas dua hospitaalsoldaten yang tidak berijazah dan dua pekerja paksa. Tempat pelayanan terdiri atas dua ruangan di benteng dengan lantai batu kasar. Di dalamnya terdapat meja pemeriksaan, lemari dengan sedikit alat medis, meja, kursi, kaleng minyak tanah, dan wadah kayu untuk bahan perban yang terkena darah atau nanah. Bouvy juga mengatakan bahwa dokter harus menggunakan peralatan medis miliknya sendiri dan bahkan tidak tersedia air bersih yang memadai untuk mencuci tangan.

Dalam bagian berikutnya, Bouvy membahas bidan dan petugas vaksinasi sebagai bagian dari pelayanan kesehatan. Petugas vaksinasi memiliki wilayah kerja tetap yang harus dikunjungi dalam sejumlah perjalanan yang telah ditentukan. Setiap vaksinasi dicatat dalam buku harian dengan nama orang yang menerima vaksin. Buku tersebut kemudian diperiksa oleh pengawas vaksinasi, yaitu Officier van Gezondheid. Setelah menjelaskan sistem pencatatan vaksinasi inilah Bouvy memberikan keterangan mengenai pemberian obat secara gratis di poliklinik.

Menurut Bouvy, obat-obatan gratis di poliklinik diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Ia menyebut kelompok tersebut secara khusus: tentara yang masih berdinas, tentara pensiunan, pegawai dengan gaji bulanan di bawah 150 gulden, serta semua orang yang membutuhkan atau tidak mampu. Obat-obatan itu disiapkan oleh Officier van Gezondheid di apotek. Bouvy tidak memberikan rincian dalam bagian ini mengenai jenis atau jumlah obat yang dibagikan kepada masing-masing kelompok.

Pemberian obat tanpa pembayaran tidak hanya disebut Bouvy dalam hubungan dengan poliklinik pemerintah. Sesudah menjelaskan penerima obat gratis tersebut, ia membuka bagian berjudul Genezers. Bouvy mencatat bahwa penduduk juga memperoleh nasihat mengenai kesehatan dari rohaniwan, pendeta pembantu (hulpprediker), dan orang-orang yang ia sebut Inlandsche genezers. Dalam keterangannya, istilah terakhir digunakan untuk orang yang melakukan pekerjaan pengobatan tanpa pendidikan dan pengetahuan medis formal.

Para zendeling juga disebut memiliki persediaan obat. Menurut Bouvy, obat-obatan yang berada dalam penguasaan zendeling diberikan kepada penduduk secara gratis. Ia kemudian menyatakan harapannya bahwa ketika bantuan tenaga ahli menjadi lebih mudah diperoleh, para pemberi bantuan tersebut dapat mendorong penduduk untuk lebih banyak mencari pertolongan medis yang ahli. Dengan demikian, dalam catatan Bouvy terdapat pemberian obat gratis melalui poliklinik kepada kelompok yang memiliki hak tertentu, sekaligus pemberian obat secara gratis kepada penduduk oleh para zendeling.

Bouvy selanjutnya mencatat bahwa penggunaan bantuan kesehatan yang telah ia uraikan masih sedikit dibandingkan dengan tingkat yang menurutnya seharusnya. Ia juga menilai kepercayaan terhadap cara pengobatan Eropa masih rendah. Dalam bagian yang sama ia menyebut sebuah rumah sakit dengan 50 pasien dibandingkan dengan jumlah penduduk sebanyak 220.000 orang. Catatan mengenai obat gratis itu karena itu berada di tengah uraian Bouvy yang lebih luas tentang bentuk pelayanan kesehatan yang tersedia di Minahasa, mulai dari dokter dan poliklinik pemerintah sampai bantuan kesehatan dan pemberian obat oleh zendeling.

Referensi: Bouvy, A. C. N. “Uit en over de Minahasa. I. De Minahassa en de Geneeskunst.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië 80 (1924): 364–396.

  • Penulis: Engel Yong

Rekomendasi

  • gunung tampusu

    Gunung Tampusu, Pesona Alam Tersembunyi di Minahasa

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Gunung Tampusu: Pesona Alam Tersembunyi di Minahasa   Gunung Tampusu merupakan salah satu destinasi wisata alam yang terus mencuri perhatian para pecinta alam di Sulawesi Utara. Terletak di wilayah Minahasa, gunung ini menyimpan potensi keindahan yang belum sepenuhnya dikenal luas oleh wisatawan. Dengan ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut, Gunung Tampusu menawarkan suasana […]

  • Ilustrasi orang Spanyol dan Minahasa mendirikan tiga salib dalam kegiatan misi Jesuit di area danau.

    Pembaptisan Manado 1563: Pulau, Daratan, dan Nama yang Berpindah

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Setiap kali tahun 1563 disebut dalam sejarah awal Manado, satu pertanyaan hampir selalu muncul: di mana Pater Diogo de Magalhães membaptis raja Manado dan penduduknya di Pulau Manado, atau di daratan tempat Kota Manado sekarang berkembang? Pertanyaan itu tampak sederhana. Namun, jika dibawa kembali ke dokumen abad ke-16, persoalannya menjadi lebih rumit. Sebab, pada masa […]

  • Tombulu Melawan Spanyol, Tondano Menjadi Sekutu: Persaingan di Minahasa Abad Ke-17

    Tombulu Melawan Spanyol, Tondano Menjadi Sekutu: Persaingan di Minahasa Abad Ke-17

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Dalam Nationalism and Regionalism in a Colonial Context: Minahasa in the Dutch East Indies, David Henley menyinggung hubungan berbeda yang dijalin kelompok-kelompok Minahasa dengan Spanyol. Henley menulis bahwa keterangan J.G.F. Riedel menyiratkan adanya persaingan antara Tombulu dan Tondano. Dalam konteks yang sama, Henley menyebut walak-walak Tondano sebagai sekutu Spanyol yang paling teguh. Pernyataan itu tidak […]

  • Watu Pinawetengan (1950)

    Watu Pinawetengan (1950)

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • visibility 50
    • 0Komentar
  • Rapat para raja dan pejabat Kompeni di Manado, 16 Oktober 1677 (ilustrasi)

    Dewan Perang Manado 1677: Sepuluh Keputusan Sebelum Siau Ditaklukkan

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pada Sabtu sore tanggal 16 Oktober tahun 1677 beberapa raja duduk semeja di Manado dan menyusun rencana perang melawan Siau. Hasilnya sepuluh butir notulen yang tercetak utuh dalam jurnal perjalanan Gubernur Maluku Robertus Padtbrugge. Dua minggu kemudian pasukan gabungan mendarat di Siau. Pada 9 November pulau itu diserahkan kepada Kompeni dengan syarat-syarat yang hampir sama […]

  • burung maleo

    Burung Maleo di Hutan Nantu: Serunya Wisata Alam Sulut

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Pernah dengar soal burung maleo? Kalau belum, kamu wajib baca artikel ini sampai habis! Kita akan ngobrolin soal petualangan seru melihat langsung satwa langka khas Sulawesi Utara ini di habitat aslinya: Hutan Nantu.     🦜 Kenalan Dulu, Yuk: Siapa Itu Burung Maleo? Burung maleo (Macrocephalon maleo) adalah burung endemik Sulawesi yang punya kebiasaan unik […]

expand_less