Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Kasus Rabies di Manado dalam Catatan Medis Tahun 1926

Kasus Rabies di Manado dalam Catatan Medis Tahun 1926

  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Institut Pasteur di Bandoeng menerima pasien-pasien yang mendapat gigitan atau kontak dari hewan yang dicurigai menderita rabies (lyssa). Dalam laporan tahunan yang dimuat dalam Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië tahun 1927, terdapat pula catatan mengenai seorang pasien yang berasal dari Menado.¹ Pasien tersebut dicatat dengan inisial A. M., seorang anak laki-laki berusia 13 tahun. Dalam tabel laporan, ia disebut sebagai “Inl. knaap, 13 jaar, van Menado”, yaitu anak pribumi berusia 13 tahun dari Menado. Ia mengalami gigitan pada 12 November 1926 dan mulai mendapatkan penanganan pada 24 November 1926.²

Lokasi luka dicatat berada pada telapak tangan kiri bagian bawah serta lengan kanan bagian atas. Jarak antara gigitan dan dimulainya pengobatan tercatat 12 hari. Dalam tabel tersebut juga dicatat waktu munculnya gejala dan hasil penanganan pasien.³ Pasien A. M. kemudian mendapatkan perawatan di Instituut Pasteur. Laporan mencatat bahwa ia diberi lima suntikan carbol-virusfixe-vaccin. Keterangan tersebut terdapat dalam kolom catatan (opmerkingen) pada daftar pasien yang menjalani pengobatan terhadap rabies.⁴

Kasus A. M. tercatat bersama sejumlah pasien lain dari berbagai daerah di Hindia Belanda. Dalam tabel yang sama terdapat pasien dari Malang, Bondowoso, Loewoe di Celebes, Palopo, dan daerah lainnya. Dengan demikian, Menado termasuk daerah yang tercatat dalam laporan pasien yang memperoleh penanganan rabies di Institut Pasteur pada 1926.⁵ Laporan Institut Pasteur juga mencatat pemeriksaan terhadap hewan yang dicurigai menderita rabies. Pada tahun 1926, sebanyak 98 bangkai atau kepala hewan dibawa ke institut untuk pemeriksaan, sementara 201 paket bahan otak dikirim dari berbagai tempat dalam keadaan telah diawetkan. Seluruhnya menghasilkan 299 pemeriksaan.⁶

Dari pemeriksaan lengkap yang dapat dievaluasi, laporan mencatat 163 hasil positif dari 257 pemeriksaan, atau lebih dari 63 persen. Dalam daftar asal 161 kasus positif pada hewan, Menado tercatat sebanyak 6 kasus.⁷ Kasus positif tersebut terutama berasal dari anjing. Laporan menyebut bahwa dari kasus positif pada hewan tersebut terdapat 157 anjing, 1 kucing, 2 kuda, dan 1 kambing. Selain pemeriksaan terhadap hewan, dilakukan pula pemeriksaan jaringan otak pada dua kasus lyssa humana atau rabies pada manusia.⁸

Dalam catatan observasi, Institut Pasteur juga menerima hewan yang telah menggigit manusia untuk diamati selama beberapa hari guna menentukan apakah orang yang digigit memerlukan pengobatan antirabies. Selama 1926, tercatat 138 anjing, 9 monyet, 7 kucing, dan 1 tupai yang ditempatkan dalam kandang observasi. Dari hewan-hewan tersebut, rabies ditemukan pada 7 anjing dan 1 kucing.⁹ Untuk pasien dari luar Jawa, laporan juga mencatat penggunaan carbol-virusfixe-vaccin sebagai pengobatan pendahuluan sebelum pasien tiba di Bandoeng. Dari 129 pasien yang berasal dari Buitengewesten, 113 orang atau 87 persen telah memperoleh pengobatan pendahuluan dengan vaksin tersebut sebelum tiba di Institut Pasteur. Institut itu juga mengirimkan 1.567 ampul vaksin ke berbagai depot di wilayah luar Jawa.¹⁰

Catatan tahun 1926 tersebut menunjukkan bahwa Menado muncul dalam dua bagian laporan rabies: pertama, sebagai asal seorang pasien manusia berusia 13 tahun yang mendapatkan lima suntikan vaksin di Institut Pasteur; kedua, sebagai asal enam kasus positif pada hewan dalam daftar pemeriksaan rabies. Laporan tersebut tidak memberikan rincian mengenai jenis hewan pada keenam kasus positif yang berasal dari Menado.¹¹

Catatan kaki:

1. Geneeskundig Tijdschrift voor Nederlandsch-Indië, 1927, laporan mengenai lyssa dan kegiatan Institut Pasteur tahun 1926.
2. Ibid.
3. Ibid.
4. Ibid.
5. Ibid.
6. Ibid., “Verrichte secties op van dolheid verdachte dieren en onderzoek van toegezonden hersenmateriaal.”
7. Ibid.
8. Ibid.
9. Ibid., “Observatie van verdachte dieren.”
10. Ibid., “Voorbehandeling met door carbol gedood virus-fixe.”
11. Ibid.

  • Penulis: Engel Yong

Rekomendasi

  • Yunus Moningka (repro javapost.nl)

    Junus Moningka: Prajurit KNIL yang Bertahan di Hutan Mori Melawan Jepang

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • visibility 107
    • 0Komentar

    MANADO, 1988 — Ingatan tentang perang kadang tidak kembali dalam bentuk cerita yang utuh. Ia hadir melalui wajah, foto lama, atau nama seorang komandan yang telah puluhan tahun berlalu. Di sebuah rumah di Manado, seorang pria berusia 67 tahun tak kuasa menahan air mata ketika seorang jurnalis dan sejarawan Belanda, Michiel Hegener, mengajaknya kembali ke […]

  • Walian Minahasa (Ilustrasi)

    Ketika Alam Menjadi Kalender: Jejak Pengetahuan Waktu Orang Minahasa

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Di tengah ketiadaan kalender tertulis seperti yang dikenal dalam tradisi Barat, masyarakat Minahasa pada masa pra-kolonial justru mengembangkan cara tersendiri dalam memahami waktu. Bukan angka dan tanggal yang menjadi acuan, melainkan alam langit, hutan, dan tanda-tanda ekologis yang menjadi penunjuk ritme kehidupan. Catatan para misionaris dan pejabat Hindia Belanda pada abad ke-19 menunjukkan bahwa masyarakat […]

  • Menikmati

    Menikmati Sunrise di Bukit Wawo Sangihe, Surga Tersembunyi

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • visibility 17
    • 0Komentar

    ✨ Bukit Wawo Sangihe: Tempat Nongkrong Asyik dengan View Luar Biasa! Hai, Sobat Traveler! Kalau kamu lagi pengin menyepi sejenak dan mencari tempat healing dengan pemandangan yang wow banget, Bukit Wawo di Kepulauan Sangihe wajib banget kamu kunjungi! Bukit ini dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Sulawesi Utara, bahkan sering dijuluki sebagai “Negeri […]

  • Sejarah Minahasa Diambil dari Sagas Minahasa – Roderick C. Wahr (2022)

    Sejarah Minahasa Diambil dari Sagas Minahasa – Roderick C. Wahr (2022)

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Ini adalah bagian pertama dari serangkaian Sagas dari Minahasa. Hikayat-hikayat ini diperoleh dari berbagai sumber. Pada bagian pertama ini, saya mulai dengan kisah To’ar dan Lumimu’ut serta awal mula Minahasa.   Maaf jika bahasa Indonesiaku tidak 100% lancar dan jelas, tetapi bukan lagi behasa utamaku. Bagi pencinta kisah-kisah dari zaman dulu. Karena saya menulis ini […]

  • Univeritas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado

    Jejak Sejarah Universitas Sam Ratulangi: Dari Universitas Pinaesaan ke Kampus Negeri Kebanggaan Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan paling berpengaruh di kawasan Indonesia Timur. Berbasis di Kota Manado, Sulawesi Utara, UNSRAT memiliki sejarah panjang yang erat kaitannya dengan perjuangan masyarakat daerah dalam membangun pendidikan tinggi pasca-kemerdekaan. Perjalanan UNSRAT tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, […]

  • Melawan Pemerintah, Mempertahankan Merah Putih: Kawilarang Menolak Pergantian Lambang Republik

    Melawan Pemerintah, Mempertahankan Merah Putih: Kawilarang Menolak Pergantian Lambang Republik

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Dalam pertemuan yang membicarakan rencana Republik Persatuan Indonesia atau RPI pada 1959, Alex Kawilarang mendukung penolakan J.F. Warouw terhadap penggantian Merah Putih dan ditinggalkannya Pancasila. Barbara Sillars Harvey mencatat peristiwa itu dalam Permesta: Half a Rebellion. Menurut kesaksian A.C.J. Mantiri yang digunakan Harvey, Kawilarang mengingatkan bahwa rekan-rekan mereka telah gugur mempertahankan bendera tersebut dan bahwa […]

expand_less