Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sejarah Lokal Naik Kelas ke Dunia Digital, WikiLatih Wikimedia Commons Sukses di Manado

Sejarah Lokal Naik Kelas ke Dunia Digital, WikiLatih Wikimedia Commons Sukses di Manado

  • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kegiatan WikiLatih Wikimedia Commons yang diselenggarakan oleh Wikimedia Indonesia bersama Malesung.com pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Kedai Twenties, Kota Manado, berlangsung sukses dan mendapat antusiasme dari peserta.

Kegiatan ini memperkenalkan Wikimedia Commons sebagai repositori berkas berlisensi bebas yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai hak cipta, domain publik, serta lisensi terbuka Creative Commons.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pemerhati sejarah dan kebudayaan Sulawesi Utara. Di antaranya budayawan dan sejarawan lokal Bode Talumewo, Rummy Taulu, Engel Yong serta konten kreator yang aktif mengangkat sejarah dan budaya Minahasa, Elton Sukiman dan Eldio Rambi.

Kehadiran para budayawan, sejarawan, konten kreator, serta pegiat Wikimedia menjadikan kegiatan ini tidak sekadar sebagai pelatihan teknis. Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengetahuan dan gagasan mengenai pentingnya mendokumentasikan sejarah, budaya, tokoh, tradisi, serta berbagai warisan lokal dalam bentuk digital.

Melalui Wikimedia Commons, dokumentasi tersebut dapat disimpan secara terbuka dan dimanfaatkan oleh masyarakat, peneliti, pendidik, maupun generasi mendatang.

Kesuksesan WikiLatih Wikimedia Commons di Manado sekaligus menunjukkan besarnya potensi kolaborasi antara komunitas Wikimedia dengan para budayawan, sejarawan, konten kreator, dan masyarakat lokal dalam memperluas akses terhadap pengetahuan sejarah dan kebudayaan Sulawesi Utara.

  • Penulis: Moderator Malesung

Rekomendasi

  • Rumah Eduard W.G. Graafland, putra Nicolaas Graafland, di pemukiman Sarani (1890)

    Rumah Eduard W.G. Graafland, putra Nicolaas Graafland, di pemukiman Sarani (1890)

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Rumah Eduard W.G. Graafland, putra Nicolaas Graafland, di pemukiman Sarani, 1890. *Diupload oleh Roderick C Wahr

  • ⁣⁣Ds. Rompas, Jejak Pendeta yang Aktif Melayani Jemaat Indonesia di Surabaya

    ⁣⁣Ds. Rompas, Jejak Pendeta yang Aktif Melayani Jemaat Indonesia di Surabaya

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Nama Ds. Rompas muncul dalam sejumlah catatan pelayanan gereja Protestan pada awal 1950-an. Dari sejumlah pemberitaan surat kabar yang terbit pada masa itu, terlihat bahwa Rompas bukan hanya melayani kebaktian jemaat berbahasa Indonesia, tetapi juga terlibat dalam pelayanan bagi mahasiswa Kristen di Surabaya. Salah satu catatan paling awal terdapat dalam Java-bode: nieuws, handels- en advertentieblad […]

  • Alifuru Minahasa menggunakan kolintang dan gong kecil dalam setiap ritual adat (Ilustrasi)

    Membungkam Kayu, Menghidupkan Nada: Riwayat Kolintang dari Represi hingga Kebangkitan Budaya Minahasa

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Di tengah dentingannya yang kini akrab mengiringi ibadah dan panggung seni, Kolintang menyimpan kisah panjang yang tak selalu merdu. Instrumen khas Minahasa ini pernah mengalami masa pembungkaman, distigma sebagai simbol “kegelapan”, bahkan nyaris lenyap dari ingatan kolektif. Namun, seperti banyak warisan budaya Nusantara lainnya, Kolintang menunjukkan daya lenting sejarah: dari alat ritual sakral, menjadi korban […]

  • Keterangan foto: Marechaussee asal Menado, L.H. Enoch, anggota Korps Marechaussee, di bawah komando Letnan Satu H.J. Smith, diperkirakan berada di Kota Tangse.(Tahun: circa 1910 Koleksi foto: KITLV 115014 - upload Engel Yong)

    L.H. Enoch: Prajurit Marsose Minahasa dari Palagan Aceh hingga Kepolisian Manado

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Dalam sejarah militer kolonial Hindia Belanda, keterlibatan prajurit bumiputera dari Minahasa dalam tubuh Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) merupakan fenomena penting. Sejak akhir abad ke-19, banyak pemuda Minahasa direkrut sebagai serdadu profesional dan ditempatkan di berbagai satuan, termasuk Korps Marechaussee te Voet (Marsose), pasukan elit kontra-gerilya yang terkenal dalam Perang Aceh.¹ Di antara nama-nama prajurit Minahasa […]

  • Watu Pinawetengan (1950)

    Watu Pinawetengan (1950)

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • visibility 49
    • 0Komentar
  • Permesta Menuntut Tindakan Anti-Komunis: Catatan CIA tentang Ventje Sumual dan PKI Tahun 1958

    Permesta Menuntut Tindakan Anti-Komunis: Catatan CIA tentang Ventje Sumual dan PKI Tahun 1958

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Pergolakan daerah yang berkembang di Indonesia pada 1957–1958 tidak hanya berkaitan dengan persoalan hubungan pusat dan daerah. Dalam perkembangan berikutnya, persoalan komunisme juga muncul sebagai salah satu tuntutan kelompok-kelompok daerah yang kemudian terlibat dalam Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia dan Permesta. Sejumlah berkas Central Intelligence Agency (CIA) yang telah dibuka kepada publik memperlihatkan bagaimana badan intelijen Amerika […]

expand_less