Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Pantai Kora-Kora, Surga Tersembunyi yang Bikin Kamu Betah!

Pantai Kora-Kora, Surga Tersembunyi yang Bikin Kamu Betah!

  • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
  • visibility 173
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

๐ŸŒŠ Kenalan Yuk Sama Pantai Kora-Kora!

Halo, Sobat Traveler! ๐Ÿ‘‹
Kalau kamu lagi cari pantai yang belum terlalu ramai tapi punya keindahan luar biasa, Pantai Kora-Kora bisa jadi pilihan sempurna. Terletak di Sulawesi Utara, pantai ini masih tergolong hidden gem yang belum banyak dijamah wisatawan.

Bayangin aja: pasir putih lembut, air laut yang jernih kebiruan, dan suasana tenang yang bikin hati adem. Cocok banget buat kamu yang pengen kabur sejenak dari hiruk-pikuk kota.

๐Ÿ“ Lokasi dan Cara Menuju Pantai Kora-Kora

Pantai Kora-Kora terletak di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Dari Kota Manado, kamu butuh waktu sekitar 2 jam perjalanan darat. Tapi tenang aja, pemandangan selama perjalanan juga nggak kalah seru, lho!

Kamu bisa pakai kendaraan pribadi atau sewa mobil dari Manado. Akses jalannya sudah cukup bagus, dan di sekitar pantai juga tersedia beberapa tempat parkir.

๐ŸŒ… Apa Aja yang Bisa Dilakukan di Sana?

Biar nggak cuma rebahan di pasir, berikut beberapa aktivitas seru yang bisa kamu lakuin di Pantai Kora-Kora:

  • Snorkeling & Diving: Airnya yang bening cocok banget buat melihat keindahan bawah laut. Terumbu karangnya masih alami!
  • Camping atau Piknik: Bawa tenda dan bekal? Bisa banget! Suasananya sejuk dan tenang, cocok untuk camping santai.
  • Berburu Sunset: Momen matahari terbenam di sini tuh magis banget. Jangan lupa bawa kamera ya!
  • Naik Perahu Lokal: Kamu bisa keliling pesisir sambil menikmati angin laut yang sejuk.

๐Ÿด Fasilitas dan Tips Berkunjung

Meskipun belum terlalu ramai, Pantai Kora-Kora sudah mulai dilengkapi beberapa fasilitas dasar seperti:

  • Warung makan sederhana
  • Kamar mandi umum
  • Tempat bilas
  • Area parkir

Tips buat kamu yang mau berkunjung:

  1. Bawa uang tunai, karena belum banyak tempat yang menerima pembayaran digital.
  2. Jaga kebersihan pantai ya. Bawa kantong sampah sendiri juga lebih baik.
  3. Gunakan sunblock karena matahari cukup terik.
  4. Kalau bisa, datang di hari biasa biar lebih sepi dan santai.

๐Ÿ–๏ธ Kenapa Harus ke Pantai Kora-Kora?

Selain karena belum terlalu banyak dikunjungi, Pantai Kora-Kora punya daya tarik alami yang susah buat dilupain. Cocok buat kamu yang suka suasana hening, pemandangan eksotis, dan petualangan ringan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk jadwalkan liburanmu ke Pantai Kora-Kora! Siapa tahu, ini bisa jadi tempat healing favoritmu berikutnya! ๐ŸŒž

  • Penulis: Ando

Rekomendasi

  • Manguni (Otus Manadensis - Ai)

    Jejak Alifuru: Catatan Adolf Bastian tentang Kepercayaan Kuno Minahasa (1889)

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Catatan etnografi abad ke-19 karya Adolf Bastian menghadirkan potret penting tentang kepercayaan kuno masyarakat Minahasa pada masa transisi kolonial. Observasi yang kemudian diterbitkan dalam Indonesien: oder die Inseln des Malayischen Archipel, Band IV: Borneo und Celebes (1889) merekam bagaimana spiritualitas leluhur masih bertahan di balik arus modernitas Eropa dan kekristenan. Pengamatan Bastian dilakukan sekitar pertengahan […]

  • Melawan Pemerintah, Mempertahankan Merah Putih: Kawilarang Menolak Pergantian Lambang Republik

    Melawan Pemerintah, Mempertahankan Merah Putih: Kawilarang Menolak Pergantian Lambang Republik

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Dalam pertemuan yang membicarakan rencana Republik Persatuan Indonesia atau RPI pada 1959, Alex Kawilarang mendukung penolakan J.F. Warouw terhadap penggantian Merah Putih dan ditinggalkannya Pancasila. Barbara Sillars Harvey mencatat peristiwa itu dalam Permesta: Half a Rebellion. Menurut kesaksian A.C.J. Mantiri yang digunakan Harvey, Kawilarang mengingatkan bahwa rekan-rekan mereka telah gugur mempertahankan bendera tersebut dan bahwa […]

  • Manguni (Otus Manadensis)

    Manguni: Dari Burung Pertanda ke Simbol Identitas Minahasa

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Di langit malam Minahasa, ada satu suara yang sejak lama tidak sekadar didengar melainkan ditafsirkan. Suara itu milik Manguni. Bagi sebagian orang luar, ia hanyalah burung hantu, satwa nokturnal yang hidup di pepohonan Sulawesi Utara. Namun bagi masyarakat Minahasa, Manguni adalah sesuatu yang jauh lebih dalam: ia adalah jejak ingatan, perantara makna, dan kiniโ€”sebuah simbol […]

  • Menango Labo: Jejak Muara yang Tersembunyi di Balik Sejarah Awal Manado

    Menango Labo: Jejak Muara yang Tersembunyi di Balik Sejarah Awal Manado

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Di pesisir Wenang, air Danau Tondano berakhir. Setelah menembus pegunungan, sungainya keluar ke Teluk Manado, tidak jauh di sebelah utara tempat Kompeni kelak membangun bentengnya. Pada titik itu, dalam sebuah laporan gereja berumur tiga setengah abad, sungai tersebut menyandang sebuah nama: Menangelabo. Laporan Tahun 1675 Pada November 1675, seorang pendeta VOC menyampaikan laporan visitasi gereja […]

  • Geologi serta Tanah Vulkanik Minahasa

    Geologi serta Tanah Vulkanik Minahasa

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Salah satu catatan tentang tanah di Minahasa berasal dari E. V. J. Waersegers, arsitek yang sementara menjalankan tugas sebagai insinyur kelas satu di Manado. Dalam surat 14 Juli 1862, ia menyatakan belum dapat memastikan bahwa Keresidenan Manado tidak mempunyai jenis mergel penting lain atau bahan mineral pengganti yang cocok sebagai pozolan. Setelah melakukan pemeriksaan lanjutan, […]

  • PLTA Tonsea Lama yang masih beroperasi hingga kini (C.J Taillie, 1948)

    Tonsea Lama: Jejak Peradaban Tua dan Akar Kultural di Ujung Utara Minahasa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Di bagian utara jazirah Minahasa, terbentang sebuah kawasan tua yang sejak berabad-abad silam dikenal sebagai tanah orang Tonsea. Dalam arsip kolonial Belanda, nama ini muncul dalam berbagai bentuk penulisan seperti Tonsea, Tonsia, Tonseasche Districten, hingga Tonsea-Raya. Wilayah ini bukan sekadar kawasan administratif kolonial, melainkan salah satu pusat perkembangan awal peradaban Minahasa yang memiliki struktur sosial, […]

expand_less