Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel Sejarah » Aer Konde Ratahan, Minahasa Tenggara

Aer Konde Ratahan, Minahasa Tenggara

  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aer Konde Ratahan Terletak di Minahasa Tenggara

 

Aer Konde Ratahan berada di Desa Wawali, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung perlu menempuh perjalanan sekitar 2 hingga 3 jam dari Kota Manado.

Destinasi ini dikenal karena kejernihan airnya yang menyerupai air mineral kemasan serta suasananya yang tenang dan alami.

 

Menawarkan Kolam Alami dan Pemandangan Menakjubkan

 

Tempat ini memiliki kolam alami yang terbentuk dari aliran air pegunungan yang mengalir melalui bebatuan besar. Selain itu, tebing yang mengelilingi air terjun menciptakan latar belakang yang indah bagi para pencinta fotografi.

Oleh karena itu, tempat ini menjadi favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan maupun petualangan alam.

 

Menelusuri Jejak Legenda dan Jalur Alam Aer Konde Ratahan

 

Jalur menuju Aer Konde Ratahan melintasi hutan kecil dengan medan yang cukup menantang. Pengunjung perlu berhati-hati karena jalur dapat menjadi licin, terutama saat musim hujan.

Selain itu, terdapat cerita rakyat yang mengatakan bahwa nama “Konde” berasal dari bentuk batuan atau kisah seorang perempuan yang kehilangan tusuk konde-nya di tempat ini.

Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa lokasi ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian oleh pejuang Permesta, menambah nilai sejarahnya.

 

Aktivitas Wisata yang Beragam

 

Di tempat ini pengunjung dapat berenang di kolam yang jernih, beristirahat di bebatuan sekitar air terjun, atau menjelajahi gua kecil dan tebing yang ada.

Banyak wisatawan memuji suasana alami tempat ini karena cocok untuk relaksasi maupun eksplorasi ringan. Selain itu, pengunjung juga dapat menggelar piknik sambil menikmati suara gemericik air dan udara segar.

 

Persiapan dan Tips Pengunjung

 

Untuk kenyamanan dan keselamatan, pengunjung sebaiknya menggunakan sepatu anti-slip dan membawa perbekalan secukupnya. Jalur menuju air terjun memerlukan tenaga ekstra dan kehati-hatian.

Oleh sebab itu, disarankan tidak membawa anak kecil tanpa pengawasan orang dewasa.

Aer Konde Ratahan merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pesona air terjun tersembunyi di Minahasa Tenggara.

Dengan perpaduan keindahan kolam alami, kisah budaya lokal, dan lingkungan yang asri, tempat ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menyatu dengan alam dan menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

  • Penulis: Aril

Rekomendasi

  • Konsep Penguatan Pemuda Kawanua  Menyongsong Bonus Demografi

    Konsep Penguatan Pemuda Kawanua Menyongsong Bonus Demografi

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Istilah “kawanua” menjadi cukup populer di berbagai paguyuban berbasis entitas Sulawesi Utara, bukan hanya populer secara local dan nasional tapi juga secara internasional. Dalam persepsi umum, kawanua kerap di identikan dengan warga Sulut dengan segala ragam etnis dan religius yang telah hidup sekian lama dengan harmonis. Secara territorial etnis, Sulawesi Utara di dominasi oleh etnis […]

  • Ilustrasi orang Spanyol dan Minahasa mendirikan tiga salib dalam kegiatan misi Jesuit di area danau.

    Tiga Salib di Tepi Danau Tondano Tahun 1617

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Pada suatu hari di tahun 1617, sebuah rombongan mendaki dari pesisir Manado ke pedalaman. Di dalamnya ada seorang pastor Jesuit, seorang cabo (kapten sebuah galai Spanyol) dan anak buah mereka. Di sebuah negeri besar di dekat sebuah danau, sang pastor mengenakan sobrepelis dan stola lalu sementara sebuah salib ditegakkan mereka menyanyikan Vexilla Regis prodeunt. Dua […]

  • Menjaga Warisan Leluhur: Festival Wale Ma’zani Kembali Menghidupkan Budaya Minahasa

    Menjaga Warisan Leluhur: Festival Wale Ma’zani Kembali Menghidupkan Budaya Minahasa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Di tengah perbukitan sejuk Kota Tomohon, tempat tradisi Minahasa masih hidup dalam bahasa, musik, dan ritual adat, sebuah upaya pelestarian budaya kembali digelar.     Rumah Budaya Nusantara (RBN) Wale Ma’zani tahun ini kembali menyelenggarakan Festival Wale Ma’zani (FESWAMA) 2026, sebuah perhelatan budaya yang tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga berupaya menjawab tantangan besar […]

  • Uit De Minahasa Bahasa Indonesia – J.A.T Schwarz (1908)

    Uit De Minahasa Bahasa Indonesia – J.A.T Schwarz (1908)

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Berikut terjemahan dari publikasi Ethnographica “Uit De Minahasa”, dengan topik: Deskripsi Watu Pinawetengan Pakaian Adat Minahasa Lama Pembuatan kain Wa’u dan lanut Deskripsi Tongkat Tona’as Minahasa Lama Karena cetakan aslinya tidak begitu bagus, saya pertama-tama menyalinnya secara manual dan memindahkannya ke dalam bahasa Belanda modern. Baru kemudian diterjemahkan dan foto serta gambar dibersihkan dan diperbaiki. […]

  • Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

    Hutan Minahasa: Pepohonan, Jalan Berkuda, dan Kayu yang Terbuang di Minahasa

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Dalam Neêrlands-Oost-Indië, jilid II, terbitan 1860, S. A. Buddingh menuturkan perjalanan melintasi Minahasa dengan menunggang kuda. Ia melewati perkampungan, kebun, sungai, pegunungan, serta jalan yang dinaungi pepohonan. Catatannya memuat pengalaman menghadapi hujan, lereng licin, dan hutan lebat. Dalam sumber lain, Inilah Kitab Batja akan Tanah Minahassa, N. Graafland membicarakan tumbuhan hutan dan pemanfaatan kayu. Ia […]

  • Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

    Khotbah Ds. Beers di KGPM Manado: Persaudaraan Protestan pada 1936

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pada Oktober 1936, surat kabar Keng Hwa Poo memberitakan rencana kunjungan Ds. Beers untuk berkhotbah di gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa atau KGPM. Kabar itu disambut baik dalam sebuah tulisan yang juga membicarakan hubungan KGPM dengan Gereja Masehi Injili Minahasa atau GMIM. Kesediaan Beers datang ke KGPM dihubungkan dengan harapan agar perbedaan organisasi tidak terus […]

expand_less