Volksbank Tonsea (Bank Rakyat Tonsea): Dari Gerakan Koperasi hingga Lembaga Kredit bagi Minahasa
- calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
- visibility 185
- comment 0 komentar
- print Cetak

Volksbank Tonsea (Bank Rakyat Tonsea potret sebelah kiri dari depan) - Wereldmuseum
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Volksbank Tonsea, yang dalam sumber Indonesia kemudian disebut Bank Rakyat Tonsea, merupakan salah satu lembaga perkreditan rakyat di Minahasa pada awal abad ke-20. Buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara menyebut bahwa Volksbank Tonsea didirikan tahun 1914 oleh Hukum Besar Tonsea Mayor Wenas. Buku tersebut menempatkan pendiriannya dalam usaha mengurangi ketergantungan masyarakat kepada pedagang perantara. Keterangan itu merujuk tulisan H.M. Taulu, tetapi sumber asli Taulu dan dokumen pendirian bank belum diperiksa secara langsung.
Keterangan berbeda diberikan R.Z. Leirissa dalam artikel “Copracontracten: An Indication of Economic Development in Minahasa during the Late Colonial Period.” Menurut Leirissa, prakarsa mendirikan Volksbank Tonsea muncul di Airmadidi pada November 1914 dari Kepala Distrik Tonsea E. Rotinsulu, wakilnya P.L. Monmat, dan kepala sekolah Ph. Tilaar. Bank kredit tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat membayar utang kepada pedagang perantara. Leirissa mendasarkan keterangannya pada sejumlah Jaarverslag Volksbank Tonsea, tetapi tidak menyebut tahun laporan ataupun halamannya. Jabatan E. Rotinsulu sebagai Kepala Distrik Tonsea tahun 1914 dikonfirmasi oleh Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1914, tetapi peran ketiga tokoh tersebut dalam pendirian bank masih memerlukan pemeriksaan langsung terhadap laporan tahunan dan dokumen pendirian Volksbank Tonsea.

5-1-1927: Volksbank Tonsea. KR. 1. Tuan. Wenas, 2. Bpk. Tangka, 3. Bpk. Nelwan, 4.Juff:. A. Rompis (Annie), 5. Nona :. I.Wenas (Ida), 6.Juff:. L. Wentuk (Leentje), 7. Jam. Moningka, 8. Juff:…… (Sumber: Wilhelmina Maria Breevoord)
Berdiri di Airmadidi pada 1914
Keterangan mengenai tempat berdirinya Volksbank Tonsea menjadi lebih jelas dalam sumber surat kabar. De locomotief edisi 11 September 1917 memberitakan bahwa di Airmadidi (Menado) telah didirikan sebuah perkumpulan bernama “Volksbank Tonsea”. Dengan demikian, sumber koran tahun 1917 memberikan keterangan lokasi yang sangat penting: Airmadidi merupakan tempat berdirinya lembaga tersebut.
Berita yang sama juga memperlihatkan bahwa Volksbank Tonsea sejak awal tidak sekadar dirancang sebagai bank dalam pengertian sempit. Anggaran dasarnya (statuten) menetapkan tujuan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat, antara lain melalui kegiatan koperasi yang memberikan kesempatan untuk menghimpun dan menyimpan uang, serta memberikan kredit untuk memperkuat dan memperluas usaha-usaha. Kredit juga dapat diberikan untuk tujuan-tujuan lain yang dianggap bermanfaat. Penerima kredit mencakup penduduk pribumi maupun badan atau perusahaan tertentu, termasuk pemerintah daerah pribumi (inlandsche gemeenten) dan badan usaha.
Keterangan ini penting karena menunjukkan bahwa istilah Volksbank pada tahap awal tidak identik dengan bank komersial biasa. Ia dibentuk dengan orientasi kesejahteraan ekonomi rakyat dan menggunakan perangkat perkoperasian sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan tersebut.
Dari koperasi menuju lembaga perbankan
Buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara menjelaskan bahwa meskipun kemudian Bank Rakyat Tonsea benar-benar berkembang menjadi lembaga perbankan, motivasi awal pendiriannya tetap bercirikan asas koperasi, khususnya self-help. Buku tersebut menghubungkan asas ini dengan tradisi koperasi Rochdale di Inggris yang berkembang sejak 1844. Dengan kata lain, sejarah Volksbank Tonsea memperlihatkan sebuah proses perubahan: bermula dari gagasan menolong masyarakat melalui kekuatan ekonomi sendiri, kemudian berkembang menjadi institusi kredit yang lebih formal.
Dalam konteks yang lebih luas, buku tersebut menempatkan pendirian Volksbank Tonsea sebagai bagian dari perkembangan gerakan koperasi di Minahasa. Setelah pendiriannya, berbagai koperasi kemudian muncul di banyak desa di Minahasa dengan bentuk dan kegiatan yang beragam.
Peran dalam menghadapi ketergantungan ekonomi
Latar belakang pendirian Volksbank Tonsea juga berkaitan dengan struktur perdagangan Minahasa. Buku tersebut mencatat bahwa masyarakat Sulawesi Utara semakin bergantung kepada pedagang Cina dan Arab yang tersebar di berbagai tempat. Salah satu respons terhadap keadaan itu adalah mendirikan usaha yang berorientasi koperasi, dan dalam konteks inilah Mayor Wenas sebagai Hukum Besar Tonsea disebut mendirikan Volksbank Tonsea pada 1914.
Dengan demikian, Bank Rakyat Tonsea bukan hanya sebuah lembaga keuangan. Dalam konteks sejarah sosial-ekonomi Minahasa, ia merupakan bagian dari usaha masyarakat untuk memperoleh akses terhadap modal dan mengurangi ketergantungan terhadap jaringan perdagangan perantara.
Menghadapi persoalan ekonomi pada awal 1930-an
Peran Volksbank Tonsea menjadi semakin penting ketika perekonomian Minahasa mengalami tekanan pada awal dekade 1930-an. Hal ini terlihat jelas dalam pemberitaan Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 29 September 1932, dalam artikel berjudul “Coöperatie in de Minahassa – Sanering van het Credietwezen.” Berita tersebut melaporkan pembicaraan dengan Dr. G.H. van der Kolff, penasihat untuk urusan Volkscredietwezen en de Coöperatie, dan Mr. F.J. Muller, Direktur Centrale Kas. Mereka sedang membicarakan reorganisasi sistem koperasi dan lembaga perkreditan di Minahasa.
Salah satu bagian penting dari rencana tersebut berhubungan langsung dengan Volksbank Tonsea di Airmadidi, distrik Tonsea. Berita itu menyebut bahwa pelaksanaan rencana reorganisasi sebagian besar dibiayai melalui Volksbank Tonsea. Dalam kaitannya dengan coöperatieve verkoop-centrale, bank tersebut memberikan dukungan keuangan yang besar, sementara lembaga koperasi itu berhubungan dengan usaha penjualan hasil kopra masyarakat.
Hubungan dengan koperasi penjualan kopra
Pada awal 1930-an, Volksbank Tonsea tidak berdiri sendiri. Ia mempunyai hubungan erat dengan lembaga koperasi yang bergerak dalam pembelian dan penjualan hasil kopra. Dalam berita 29 September 1932 dijelaskan bahwa suatu coöperatieve verkoop-centrale telah didirikan dengan modal sekitar f.80.000, yang dibagi dalam saham-saham sebesar f.50. Sekitar sepertiga modal tersebut, menurut berita itu, ditempatkan di kalangan penduduk dengan dukungan bank.
Di sisi lain, coöperatieve inkoop-centrale didirikan dengan modal sekitar f.34.000, terbagi dalam saham-saham sebesar f.10. Kedua lembaga koperasi tersebut berada dalam suatu hubungan pengelolaan yang erat dengan Volksbank Tonsea. Tujuannya adalah memperkuat posisi ekonomi masyarakat melalui kegiatan pembelian dan penjualan secara kolektif.
Namun pelaksanaannya tidak berlangsung sesuai harapan. Berita tersebut menjelaskan bahwa keadaan menjadi sulit, antara lain karena jatuhnya harga kopra serta kurangnya kerja sama dari anggota koperasi. Akibatnya, sistem yang sebelumnya diharapkan mampu memperkuat ekonomi rakyat justru menghadapi persoalan keuangan dan organisasi.
Kondisi keuangan dan rencana reorganisasi 1932
Masalah tersebut mendorong pemerintah dan pejabat perkreditan kolonial untuk melakukan sanering van het credietwezen, atau penyehatan sistem perkreditan. Dalam laporan 29 September 1932 disebutkan bahwa keadaan coöperatieve inkoopcentrale semakin tidak menguntungkan. Modalnya disebut sekitar f.35.000, tetapi lebih dari separuhnya telah hilang. Bahkan hak-hak hukum dan persoalan status badan hukum lembaga tersebut menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.
Pada saat yang sama, Mr. F.J. Muller menjelaskan keadaan beberapa bank kredit rakyat di Minahasa. Di Tonsea terdapat sebuah Volksbank besar dengan jumlah kredit yang beredar sekitar f.400.000, sedangkan di Amurang terdapat bank yang lebih kecil dengan kredit sekitar f.30.000. Berita itu juga menyebut bahwa jumlah kredit yang beredar di Tonsea pernah mencapai sekitar f.700.000, sedangkan distrik-distrik Minahasa lainnya justru memiliki lembaga perkreditan yang jauh lebih kecil.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pada awal 1930-an Volksbank Tonsea memiliki posisi yang cukup besar dalam jaringan perkreditan Minahasa. Karena itu, penyelesaian persoalan Volksbank Tonsea tidak dipandang sebagai persoalan sebuah bank lokal semata.
Direncanakan menjadi lembaga kredit untuk seluruh Minahasa
Salah satu bagian terpenting dari berita 29 September 1932 adalah rencana perubahan fungsi Volksbank Tonsea. Centrale Kas bermaksud mengubah statuten Volksbank Tonsea sehingga bank tersebut dapat menjadi algemene krediet-instelling voor de geheele Minahassa—sebuah lembaga kredit umum bagi seluruh Minahasa.
Untuk mencapai tujuan itu, jumlah kredit yang beredar di Tonsea direncanakan dikurangi secara bertahap hingga sekitar setengah dari jumlah yang ada saat itu. Hubungan keuangan dengan koperasi-koperasi sentral yang sebelumnya terkait dengan bank juga direncanakan untuk dihentikan secara bertahap. Penyelesaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Binnenlandsch Bestuur, meskipun masih diperlukan pembicaraan dengan masyarakat agar reorganisasi tersebut memperoleh dukungan mereka.
Hal ini menunjukkan bahwa pada 1932 Volksbank Tonsea berada dalam proses perubahan penting. Ia tidak lagi hanya dipandang sebagai lembaga kredit yang berakar di distrik Tonsea, tetapi berpotensi dijadikan lembaga perkreditan dengan cakupan seluruh Minahasa.
Perubahan administrasi dan pengawasan pada 1933
Perkembangan berikutnya tercatat dalam Soerabaijasch handelsblad, 7 November 1933, melalui artikel “Menado-nieuws. Volkscredietwezen en coöperatie.” Artikel tersebut menengok kembali kebijakan perkreditan yang dijalankan oleh Stol, administrator Volksbank Tonsea, bersama mantan Asisten Residen Hamerster. Mereka sebelumnya berusaha mengembangkan usaha perkreditan sekaligus mengatasi berbagai persoalan koperasi.
Setelah Stol meninggalkan jabatan tersebut, J.H. Ebbeler ditunjuk untuk bertindak sebagai inspektur pemerintah sekaligus wakil penasihat urusan koperasi. Ebbeler melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lembaga, termasuk Volksbanken di Tonsea, Amurang dan Gorontalo, serta lembaga kredit lainnya.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa Ebbeler melakukan pemeriksaan terhadap bank-bank Volkskrediet tersebut dua kali setahun berdasarkan ketentuan yang berlaku. Ia juga melakukan pemeriksaan terhadap koperasi-koperasi, termasuk koperasi di sekitar inkoop- en verkoopcentrale.
Volksbank Tonsea sebagai pengawas koperasi
Perubahan penting kemudian terjadi dalam hubungan antara Volksbank Tonsea dan koperasi. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, diputuskan bahwa administrator Volksbank Tonsea akan sekaligus diberi kewenangan untuk mengawasi koperasi-koperasi yang telah ada di Minahasa. Keputusan tersebut diambil setelah pembahasan bersama penasihat koperasi Dr. v.d. Kolff dan Direktur Binnenlandsch Bestuur.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat pada 23 Oktober 1933 dan menurut laporan surat kabar memperoleh persetujuan bulat. Dengan demikian, fungsi Volksbank Tonsea pada 1933 tidak hanya berkaitan dengan pemberian kredit, tetapi juga ditempatkan dalam struktur pengawasan terhadap organisasi koperasi di Minahasa.
Hubungan dengan Inkoopcentrale akhirnya dipisahkan
Namun hubungan antara Volksbank Tonsea dan coöperatieve inkoopcentrale mengalami perubahan. Dalam berita 7 November 1933 dinyatakan bahwa hubungan antara koperasi dan inkoopcentrale secara resmi telah terputus sejak perubahan dalam pengelolaan koperasi. Persoalan badan hukum inkoopcentrale juga belum sepenuhnya jelas. Surat kabar tersebut bahkan mempertanyakan apakah lembaga itu dapat memperoleh status badan hukum, mengingat hasil usahanya sebelumnya tidak memberikan dasar yang cukup kuat.
Sejarah inkoopcentrale juga menjadi alasan mengapa pemerintah berhati-hati. Surat kabar mencatat bahwa meskipun lembaga tersebut pernah memberikan hasil yang cukup baik, kelemahan keuangannya membuat pemerintah khawatir jika suatu saat lembaga itu mengalami kegagalan dan kemudian meminta pemerintah memberikan atau mengembalikan status badan hukumnya.
Masa penghematan dan perubahan sistem pengawasan
Artikel yang sama memperlihatkan bahwa pada 1933 pemerintah sedang menghadapi masa yang sulit, dengan keterbatasan anggaran dan penghematan. Karena itu, sistem pengawasan terhadap Volkskredietbanken dan koperasi juga diubah. Ebbeler akan meninggalkan jabatannya pada Desember karena kembali ke luar negeri. Sebagai pengganti, Volkskredietbanken direncanakan tidak lagi diperiksa dua kali sebulan — melainkan pemeriksaan dilakukan secara berkala oleh seorang pejabat yang juga menangani pekerjaan lain.
Untuk Minahasa dan Gorontalo, pemeriksaan terhadap Volkskredietbanken kemudian ditempatkan dalam tanggung jawab administrator Volksbank Tonsea. Dengan keputusan itu, administrator Volksbank Tonsea menjadi pejabat yang juga mempunyai kewenangan pengawasan terhadap koperasi-koperasi yang sudah ada.
Dari Airmadidi untuk masyarakat Minahasa
Jika seluruh sumber tersebut disusun secara kronologis, terlihat sebuah perkembangan yang cukup jelas. Pada 1914, Volksbank Tonsea didirikan oleh Hukum Besar Tonsea Wenas dan berpusat di Airmadidi. Tujuan awalnya berhubungan erat dengan gagasan koperasi dan self-help, yakni menyediakan sarana simpan-pinjam dan membantu kegiatan ekonomi masyarakat.
Pada 1917, anggaran dasarnya telah menunjukkan cakupan kegiatan kredit yang cukup luas, termasuk pemberian kredit bagi berbagai usaha dan tujuan yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat.
Memasuki 1932, Volksbank Tonsea telah menjadi salah satu lembaga kredit terbesar di Minahasa, dengan jumlah kredit beredar yang menurut laporan surat kabar mencapai ratusan ribu gulden. Namun krisis ekonomi dan kegagalan sebagian hubungan dengan koperasi penjualan serta pembelian kopra mendorong pemerintah untuk merancang reorganisasi besar.
Kemudian pada 1933, Volksbank Tonsea ditempatkan dalam sistem pengawasan yang lebih luas terhadap koperasi-koperasi Minahasa, sementara hubungan keuangannya dengan inkoopcentrale secara resmi dipisahkan.
Dengan demikian, sejarah Volksbank Tonsea memperlihatkan perubahan dari lembaga kredit yang lahir dari semangat koperasi di Tonsea menjadi institusi perbankan yang mempunyai posisi penting dalam sistem perkreditan Minahasa. Buku sejarah daerah bahkan menegaskan bahwa meskipun kemudian Bank Rakyat Tonsea benar-benar menjadi lembaga perbankan, motivasi pendiriannya tetap berakar pada asas-asas koperasi.
Referensi:
Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara, hlm. 128. Pada halaman tersebut keterangannya merujuk H.M. Taulu
R.Z. Leirissa, “Copracontracten: An Indication of Economic Development in Minahasa during the Late Colonial Period,” Verhandelingen der Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen, Afdeling Letterkunde, Nieuwe Reeks, jilid 167, 1996, hlm. 271.
Pemerintah Hindia Belanda, Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië 1914, Tweede Gedeelte: Kalender en Personalia (Batavia: Landsdrukkerij, 1914), hlm. 211.
De locomotief, 11 September 1917, berita “Volksbank Tonsea”. Berita menyebut pendirian perkumpulan Volksbank Tonsea di Airmadidi (Menado) serta tujuan yang tercantum dalam anggaran dasarnya, termasuk penghimpunan simpanan dan pemberian kredit.
Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Sulawesi Utara, hlm. 127, menjelaskan kembali bahwa Hukum Besar Tonsea Mayor Wenas mendirikan Volksbank Tonsea pada 1914 sebagai salah satu usaha yang bermotifkan gerakan koperasi untuk menghadapi ketergantungan masyarakat kepada pedagang Cina dan Arab.
Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië, 29 September 1932, artikel “Coöperatie in de Minahassa – Sanering van het Credietwezen”. Artikel melaporkan pembicaraan dengan Dr. G.H. van der Kolff dan Mr. F.J. Muller mengenai reorganisasi koperasi dan perkreditan di Minahasa.
Soerabaijasch handelsblad, 7 November 1933, “Menado-nieuws – Volkscredietwezen en coöperatie”, berdasarkan surat koresponden di Manado tanggal 25 Oktober. Sumber ini menjelaskan kebijakan kredit yang sebelumnya dijalankan Stol, administrator Volksbank Tonsea, bersama Hamerster.
Soerabaijasch handelsblad, 7 November 1933. Keputusan mengenai pengawasan koperasi dibahas dalam rapat 23 Oktober 1933 dan dilaporkan memperoleh persetujuan bulat; administrator Volksbank Tonsea akan diberi kewenangan mengawasi koperasi yang sudah ada.
Sebagai verifikasi tambahan di luar kumpulan sumber utama yang Anda berikan, inventaris Nationaal Archief, collectie F.W.T. Hunger, mencatat adanya “Jaarverslagen van de Volksbank Tonsea in Menado over 1915–1920, eerste tot zesde boekjaar, 1916–1921”. Ini memperkuat bahwa Volksbank Tonsea telah memiliki kegiatan dan laporan tahunan sejak periode awal berdirinya.
- Penulis: Engel Yong
