Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel Sejarah » Aer Konde Ratahan, Minahasa Tenggara

Aer Konde Ratahan, Minahasa Tenggara

  • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aer Konde Ratahan Terletak di Minahasa Tenggara

 

Aer Konde Ratahan berada di Desa Wawali, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung perlu menempuh perjalanan sekitar 2 hingga 3 jam dari Kota Manado.

Destinasi ini dikenal karena kejernihan airnya yang menyerupai air mineral kemasan serta suasananya yang tenang dan alami.

 

Menawarkan Kolam Alami dan Pemandangan Menakjubkan

 

Tempat ini memiliki kolam alami yang terbentuk dari aliran air pegunungan yang mengalir melalui bebatuan besar. Selain itu, tebing yang mengelilingi air terjun menciptakan latar belakang yang indah bagi para pencinta fotografi.

Oleh karena itu, tempat ini menjadi favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan maupun petualangan alam.

 

Menelusuri Jejak Legenda dan Jalur Alam Aer Konde Ratahan

 

Jalur menuju Aer Konde Ratahan melintasi hutan kecil dengan medan yang cukup menantang. Pengunjung perlu berhati-hati karena jalur dapat menjadi licin, terutama saat musim hujan.

Selain itu, terdapat cerita rakyat yang mengatakan bahwa nama “Konde” berasal dari bentuk batuan atau kisah seorang perempuan yang kehilangan tusuk konde-nya di tempat ini.

Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa lokasi ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian oleh pejuang Permesta, menambah nilai sejarahnya.

 

Aktivitas Wisata yang Beragam

 

Di tempat ini pengunjung dapat berenang di kolam yang jernih, beristirahat di bebatuan sekitar air terjun, atau menjelajahi gua kecil dan tebing yang ada.

Banyak wisatawan memuji suasana alami tempat ini karena cocok untuk relaksasi maupun eksplorasi ringan. Selain itu, pengunjung juga dapat menggelar piknik sambil menikmati suara gemericik air dan udara segar.

 

Persiapan dan Tips Pengunjung

 

Untuk kenyamanan dan keselamatan, pengunjung sebaiknya menggunakan sepatu anti-slip dan membawa perbekalan secukupnya. Jalur menuju air terjun memerlukan tenaga ekstra dan kehati-hatian.

Oleh sebab itu, disarankan tidak membawa anak kecil tanpa pengawasan orang dewasa.

Aer Konde Ratahan merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pesona air terjun tersembunyi di Minahasa Tenggara.

Dengan perpaduan keindahan kolam alami, kisah budaya lokal, dan lingkungan yang asri, tempat ini menjadi pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin menyatu dengan alam dan menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan.

  • Penulis: Aril

Rekomendasi

  • Duel Tarumetor dan Ramokian (Ilustrasi)

    Ramokian dan Perang Pertama Minahasa–Bolaang Mongondow dalam Catatan Riedel dan Jasper

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Di banyak wilayah Nusantara, sejarah sering kali lahir dari pertempuran. Tanah Malesung yang kelak dikenal sebagai Minahasa tidak terkecuali. Di antara kisah-kisah perang yang membentuk identitas kawasan ini, terdapat satu episode yang terus hidup dalam arsip kolonial maupun tradisi lisan: kematian panglima perang Bolaang Mongondow yang dikenal dengan nama Datu Mokijan, atau dalam sejumlah sumber […]

  • Letnan Kolonel Frederik Charles Hendrik Hirschmann(Repro foto buku tahunan KNOB tahun 1926)

    Residen Terakhir Manado: Frederik Hirschmann dan Hilangnya Arsip Sulawesi Utara

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Di tengah kekacauan Perang Pasifik dan runtuhnya pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia timur, nama Frederik Charles Hendrik Hirschmann muncul sebagai salah satu figur administratif paling penting di Keresidenan Manado. Ia bukan hanya seorang pamong praja kolonial, tetapi juga bagian dari generasi pejabat Belanda yang menghadapi langsung transisi dramatis dari kekuasaan kolonial menuju pendudukan Jepang. Sebagai […]

  • Desa Wuwuk, Minahasa Selatan

    Mengungkap Sejarah Desa Wuwuk dan Peran Joel Walintukan dalam Lahirnya KGPM

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Dalam lanskap historiografi Minahasa Selatan, nama Desa Wuwuk atau dalam ejaan kolonial Woewoek, kerap hanya muncul sebagai titik kecil dalam peta wilayah Tareran. Namun ketika arsip-arsip lama di Leiden dibuka kembali, dan laporan para zendeling ditelusuri, desa ini tampil dalam wajah berbeda: sebagai ruang peradaban tua yang menyimpan jejak linguistik, pendidikan, sekaligus pergerakan intelektual yang […]

  • Petisi A.L. Waworuntu kepada Gubernur Jenderal

    Petisi A.L. Waworuntu kepada Gubernur Jenderal

    • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Dalam tulisan yang berjudul Myth and Reality in Minahasan History: The Waworuntu-Gallois Confrontation oleh Mieke Schouten membahas petisi yang disampaikan Albert Lasut Waworuntu kepada Gubernur Jenderal C. Pijnacker Hordijk. Waworuntu merupakan Hukum Besar atau Mayor Distrik Sonder. Tahun 1891, ia pergi ke Jawa dan memperoleh kesempatan menghadap Gubernur Jenderal. Dalam pertemuan pada Desember tahun itu, Waworuntu […]

  • Samuel Lumansik (repro foto L.F van Gent)

    Samuel Lumansik, Ksatria Minahasa di Korps Marsose KNIL

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dalam arsip militer kolonial Belanda, nama seorang prajurit kadang hanya muncul sebagai satu baris dalam daftar penghargaan, laporan pertempuran, atau susunan sebuah detasemen. Namun, di balik baris-baris pendek itu tersimpan perjalanan hidup yang panjang. Salah satunya adalah Samuel Lumansik, prajurit Minahasa yang berdinas dalam korps Marechaussee atau Marsose Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Jejaknya membawa […]

  • Waruga Minahasa: Teknik Megalitikum, Mapalus, dan Kosmologi Leluhur dalam “Rumah Batu” Abadi

    Waruga Minahasa: Teknik Megalitikum, Mapalus, dan Kosmologi Leluhur dalam “Rumah Batu” Abadi

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Proses pembuatan Waruga pada masa lampau merupakan kombinasi antara keterampilan teknis tinggi, kekuatan fisik, dan nilai spiritual yang dilakukan secara komunal. Mengingat berat satu Waruga dapat mencapai ratusan kilogram hingga berton-ton, pembangunannya menuntut perencanaan matang, pembagian peran yang jelas, serta mobilisasi tenaga kolektif melalui mapalus (gotong royong khas Minahasa). Waruga tidak sekadar dibangun sebagai wadah […]

expand_less