Pilihan Pembaca
light_mode
Topik Menarik
Beranda » Sejarah » Sejarah Universitas Negeri Manado (UNIMA) Pencetak Guru Profesional di Indonesia Timur

Sejarah Universitas Negeri Manado (UNIMA) Pencetak Guru Profesional di Indonesia Timur

  • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Universitas Negeri Manado (UNIMA) adalah salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia Timur. Berlokasi di Tondano, Sulawesi Utara, UNIMA telah melahirkan banyak alumni yang sukses di berbagai bidang. Namun, tahukah Anda bagaimana perjalanan panjang UNIMA hingga menjadi seperti sekarang ini? Mari kita telusuri sejarahnya yang dimulai dari tahun 1955.

Berawal dari PTPG Tondano

Cikal bakal UNIMA adalah Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Tondano yang didirikan pada 22 September 1955. PTPG Tondano merupakan salah satu dari empat PTPG yang didirikan di Indonesia saat itu, selain PTPG Batusangkar, PTPG Malang, dan PTPG Bandung. Pendirian PTPG ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan tenaga guru yang berkualitas di Indonesia.

PTPG Tondano dipimpin oleh Prof. Mr. G.A.M. Ingkiriwang sebagai direktur pertamanya. Pada masa awal berdirinya, PTPG Tondano menawarkan program pendidikan guru untuk tingkat sekolah dasar dan menengah.

Perubahan Status dan Nama

Seiring berjalannya waktu, PTPG Tondano mengalami beberapa kali perubahan status dan nama. Pada tahun 1956, PTPG Tondano berubah status menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar. Meskipun berada di bawah naungan UNHAS, FKIP ini tetap berlokasi di Tondano.

Pada tahun 1958, terjadi pergolakan di Sulawesi Utara yang dikenal dengan Permesta. Keadaan ini memaksa sebagian besar civitas akademika FKIP UNHAS Tondano untuk mengungsi ke Manado. Di Manado, mereka mendirikan Perguruan Tinggi Manado (PTM) yang menjadi cikal bakal Universitas Negeri Manado.

PTM kemudian berubah nama menjadi FKIP UNHAS di Manado, lalu menjadi FKIP Universitas Sulawesi Utara-Tengah (Unsulutteng), dan akhirnya menjadi IKIP Yogyakarta Cabang Manado. Barulah pada tahun 1965, IKIP Yogyakarta Cabang Manado resmi berdiri sendiri sebagai IKIP Manado berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 275 Tahun 1965.

IKIP Manado: Menuju Universitas Negeri Manado

Selama menjadi IKIP Manado, perguruan tinggi ini terus berkembang dan menambah program studi baru. Fokusnya tetap pada pendidikan guru, namun IKIP Manado juga mulai membuka program studi non-kependidikan.

Pada tahun 1999, pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk mengkonversi beberapa IKIP menjadi universitas negeri. IKIP Manado termasuk salah satu yang dikonversi. Melalui Keputusan Presiden Nomor 127 Tahun 2000, IKIP Manado resmi bertransformasi menjadi Universitas Negeri Manado (UNIMA) pada tanggal 13 September 2000. Peresmian UNIMA dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Yahya Muhaimin, pada 14 Oktober 2000.

UNIMA: Perguruan Tinggi Negeri yang Terus Berkembang

Sejak menjadi universitas negeri, UNIMA terus berkembang pesat. Jumlah fakultas dan program studi bertambah, fasilitas kampus ditingkatkan, dan kualitas dosen serta mahasiswa terus ditingkatkan. UNIMA kini memiliki 8 fakultas, yaitu:

  • Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi
  • Fakultas Bahasa dan Seni
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum
  • Fakultas Matematika, IPA dan Kebumian
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Fakultas Keolahragaan

Ada juga program Pasca-sarjana dengan beberapa Program Studi program Strata II dan Doktoral. Dan yang menjadi favorit yaitu Program Studi Manajemen Pendidikan. UNIMA juga menjadi pelaksana Program Pendidikan Profesi Guru dengan gelar Guru Profesional (Gr.)

UNIMA juga aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai penelitian telah dilakukan oleh dosen dan mahasiswa UNIMA untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. UNIMA juga menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Visi UNIMA: Menjadi Universitas yang Mendunia

UNIMA memiliki visi untuk menjadi perguruan tinggi yang mapan dengan program sarjana yang diakui secara internasional, program pendidikan guru yang mantap, program pascasarjana2 yang kuat, dan menjadi pusat penelitian dan pengembangan. UNIMA berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mewujudkan visinya tersebut.

UNIMA dan Kontribusinya bagi Sulawesi Utara

UNIMA telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan Sulawesi Utara, khususnya di bidang pendidikan. UNIMA telah menghasilkan ribuan guru yang berkualitas dan tersebar di seluruh pelosok Sulawesi Utara. Lulusan UNIMA juga banyak yang berkiprah di berbagai bidang, seperti pemerintahan, swasta, dan wirausaha.

UNIMA juga berperan aktif dalam melestarikan budaya daerah Sulawesi Utara. Melalui berbagai kegiatan seni dan budaya, UNIMA turut menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Sebagai perguruan tinggi negeri, UNIMA menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi ini. Persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat, tuntutan masyarakat akan kualitas pendidikan semakin tinggi, dan perkembangan teknologi informasi yang pesat menuntut UNIMA untuk terus beradaptasi.

Namun, UNIMA optimis dapat menghadapi tantangan tersebut. Dengan semangat dan kerja keras seluruh civitas akademika, UNIMA yakin dapat terus berkembang dan menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global.

UNIMA juga berharap dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Sulawesi Utara dan Indonesia. UNIMA berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, berkarakter, dan berwawasan global, yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Penutup

Sejarah panjang Universitas Negeri Manado menunjukkan bahwa UNIMA telah melewati berbagai fase perkembangan. Dari PTPG hingga menjadi universitas negeri yang berkiprah di kancah nasional dan internasional, UNIMA terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara. Semoga UNIMA terus maju dan berkembang menjadi perguruan tinggi yang membanggakan. [LM]

  • Penulis: Leon Manua

Rekomendasi

  • Paat dari Tomon, sosok hukum mayor yang mewariskan jejak kekuasaan dua generasi pada masa Kompeni VOC 1680–1720. (ilustrasi)

    Akhir Sebuah Jabatan: Kematian Paat dan Runtuhnya Tiga Hakim Kepala

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2026
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Selama empat puluh tahun, negeri Tomon dipimpin dua orang bernama Paat, seorang ayah dan anaknya. Sang ayah naik dari pangkat kapitan menjadi hukum mayor dan wafat sebelum akhir Agustus tahun 1697. Anaknya bernama Rontom Paat, menggantikan dan memegang jabatan itu sampai wafat pada 1720. Bersama Soepit dari Tombariri dan Lonto dari Sarongsong, keduanya termasuk “tiga […]

  • Pesona

    Pesona Indo Beach Lalumpe, Surga Tersembunyi di Sulut

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Indo Beach Lalumpe: Destinasi Anti-Mainstream yang Bikin Betah! Kalau kamu bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja, berarti kamu wajib banget cobain main ke Pantai Indo Beach Lalumpe! Terletak di Desa Lalumpe, Sulawesi Utara, pantai ini adalah surga kecil yang belum banyak di jamah wisatawan. Cocok banget buat kamu yang pengen healing atau cari spot […]

  • Johan Gerard Friedrich Riedel (repro)

    J.G.F. Riedel, Anak Misionaris Tondano yang Menjadi Etnograf Hindia Timur

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Johann Gerard Friedrich Riedel lahir pada 17 Februari 1832 di Tondano dan meninggal di Batavia pada 15 Desember 1911.[^3] Ia merupakan putra sulung Johann Friedrich Riedel, misionaris asal Erfurt yang bersama Johann Gottlieb Schwarz menjadi bagian penting dalam sejarah awal pekabaran Injil di Minahasa.[^1] Johann Friedrich Riedel tiba di Minahasa pada 1831 dan menjalankan pelayanan […]

  • Jejak Pendidikan di Tomohon dalam Foto Tahun 1947

    Jejak Pendidikan di Tomohon dalam Foto Tahun 1947

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Sebuah foto kenangan merekam suasana sekolah di Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 1947. Dalam keterangan aslinya, foto tersebut disebut sebagai dokumentasi masa sekolah di HBS 5 tahun (SMA) Tomohon. Tampak para pelajar bersama guru atau tenaga pendidikan berfoto bersama di depan bangunan sekolah. Tahun 1947 merupakan periode penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Baru dua tahun […]

  • Kain Pinawetengan Minahasa: Filosofi Motif dan Cara Membelinya di Galeri Tompaso dan Toko Online

    Kain Pinawetengan Minahasa: Filosofi Motif dan Cara Membelinya di Galeri Tompaso dan Toko Online

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Kain Pinawetengan merupakan salah satu wastra khas Minahasa, Sulawesi Utara, yang tidak hanya menonjolkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam. Terinspirasi dari Watu Pinawetengan, kain ini menjadi simbol persatuan, identitas, dan kebijaksanaan leluhur Minahasa yang kini hadir dalam bentuk fashion etnik berkelas.   Asal-Usul dan Filosofi Motif Kain Pinawetengan   Nama […]

  • Peristiwa Merah Putih Pecah Sulut Bergolak

    Peristiwa Merah Putih Pecah Sulut Bergolak

    • calendar_month Minggu, 5 Jan 2025
    • visibility 120
    • 0Komentar

    PADA 7 Februari 1946 seluruh rencana telah rampung sampai pada tindakan-tindakan darurat serta pengamanan bilamana terjadi sesuatu kemacetan. Rencana ini telah pula diberitahukan kepada BW Lapian dalam suatu rapat rahasia yang diadakan pada hari itu di rumahnya di Singkil, Manado Utara. Juga turut dalam perundingan PM Tangkilisan, juga telah dihubungi No Ticoalu dan dr Tumbelaka. […]

expand_less