Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sejarah » Resident Manado yang Diangkat tetapi Tidak Pernah Bertugas

Resident Manado yang Diangkat tetapi Tidak Pernah Bertugas

  • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanggal 7 Juni 1848, pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Keputusan No. 22 yang mengangkat R. Scherius sebagai Resident Manado. Keputusan tersebut diumumkan melalui Javasche Courant tanggal 10 Juni 1848, No. 47. Berdasarkan daftar kepala daerah atau resident Manado yang kemudian diperiksa F. S. Watuseke, Scherius tiba di Manado pada 1849 dan memegang pemerintahan keresidenan tersebut sampai pertengahan 1852.

Perubahan jabatan mulai direncanakan melalui Keputusan Hindia tanggal 26 Agustus 1851, No. 1. Pemerintah memberikan cuti selama dua tahun ke Belanda kepada Scherius, yang dalam keputusan itu masih disebut sebagai Resident Manado. Dalam keputusan yang sama, C. P. Brest van Kempen diangkat sebagai penggantinya. Pengangkatan tersebut diumumkan dalam Javasche Courant tanggal 27 Agustus 1851, No. 69.

Namun, pengangkatan Brest van Kempen tidak diikuti dengan pelaksanaan tugas di Manado. Pada 15 Januari 1852, pemerintah mengeluarkan Keputusan Hindia No. 3 yang memberikan cuti selama dua tahun ke Belanda kepada Brest van Kempen karena alasan kesehatan. Dalam dokumen itu, kedudukannya disebut sebagai “resident Manado yang telah diangkat”. Keputusan tersebut dipublikasikan dalam Javasche Courant tanggal 17 Januari 1852, No. 5.

Sebutan “resident Manado yang telah diangkat” menunjukkan kedudukan administratif Brest van Kempen dalam dokumen tersebut. Namanya telah ditetapkan sebagai pengganti Scherius, tetapi pergantian belum dilaksanakan. Menurut Watuseke, Brest van Kempen memang pernah diangkat sebagai Resident Manado, tetapi ia tidak pernah benar-benar menjadi pejabat yang menjalankan pemerintahan keresidenan itu.

Sesudah Brest van Kempen memperoleh cuti, pemerintah menetapkan pengganti lainnya. Melalui Keputusan Hindia tanggal 13 Februari, No. 13, A. L. Andriesse diangkat sebagai Resident Manado. Pengangkatan tersebut diumumkan dalam Javasche Courant tanggal 14 Februari 1852, No. 13. Dengan keputusan itu, Andriesse menjadi pejabat yang dipersiapkan untuk menerima pemerintahan dari Scherius.

Meskipun Scherius sudah memperoleh cuti sejak Agustus 1851, ia masih menjalankan jabatan Resident Manado selama menunggu kedatangan penggantinya. Bukti bahwa Scherius tetap bertugas terdapat dalam kumpulan surat kepemilikan tanah tahun 1852 yang ditemukan Watuseke di kantor kadaster Manado. Surat-surat kepemilikan dari masa itu umumnya ditandatangani oleh resident atau sekretaris keresidenan.

Surat kepemilikan No. 27, bertanggal 18 Mei 1852, masih ditandatangani oleh R. Scherius dalam kedudukannya sebagai resident. Dokumen ini memperlihatkan bahwa Scherius belum menyerahkan pemerintahan Manado kepada pejabat lain hingga tanggal tersebut. Catatan itu sesuai dengan daftar kepala daerah dalam buku N. Graafland, yang menempatkan Scherius sebelum A. L. Andriesse.

Sementara Scherius masih menandatangani dokumen di Manado, Brest van Kempen tidak menuju tempat tugas yang telah ditetapkan baginya. Sebuah verbaal bertanggal 3 Juni 1852, No. 3, mencatat bahwa Brest van Kempen telah tiba di Belanda. Dengan demikian, sebelum pemerintahan Manado diserahkan kepada pengganti Scherius, orang yang mula-mula ditunjuk sebagai pengganti tersebut sudah berada di Belanda.

Penyerahan pemerintahan akhirnya berlangsung pada 24 Juni 1852. Keterangan mengenai peristiwa ini terdapat dalam verbaal tanggal 26 Januari 1853, No. 1, yang membicarakan persoalan pembayaran penghasilan cuti kepada Scherius. Dokumen itu menyatakan bahwa Scherius diwajibkan tetap menjabat sebagai Resident Manado sampai penggantinya tiba. Ia baru memperoleh kesempatan menyerahkan pemerintahan Keresidenan Manado kepada resident yang baru diangkat, A. L. Andriesse, pada 24 Juni 1852.

Pergantian pejabat juga terlihat dalam surat kepemilikan tanah berikutnya. Surat No. 28, bertanggal 1 Juli 1852, ditandatangani oleh Resident A. L. Andriesse. Jarak waktunya sekitar satu setengah bulan dari surat No. 27 yang masih ditandatangani Scherius. Kedua dokumen tersebut menunjukkan pergantian penandatangan dari Scherius kepada Andriesse dan sesuai dengan keterangan bahwa pemerintahan diserahkan pada 24 Juni 1852.

Meskipun rangkaian keputusan dan dokumen tersebut memperlihatkan bahwa Brest van Kempen tidak pernah menjalankan jabatan di Manado, keterangan berbeda muncul dalam tulisan yang terbit kemudian. Henri A. Ett, dalam artikel “Carel Pieter Brest van Kempen” yang terbit pada 1951, menulis seolah-olah Brest van Kempen telah tiba di tempat tugas barunya di Manado. Menurut keterangan yang dikutip Watuseke, ketika Brest tiba, E. D. Dekker,  yang pernah menjadi sekretaris dan pejabat lelang keresidenan—sudah berangkat ke Ambon.

Keterangan serupa terdapat dalam Multatuli, Volledige Werken IX yang disunting G. Stuiveling dan diterbitkan pada 1956. Pada halaman 53 disebutkan bahwa Brest van Kempen diangkat menjadi Resident Manado sebagai pengganti R. Scherius. Keterangan lain pada halaman 692 menyebutkan bahwa ia menjadi Resident Manado pada Agustus 1851, kemudian berangkat ke Belanda dengan cuti dua tahun pada musim semi 1852.

Watuseke membandingkan keterangan tersebut dengan daftar resident Manado dalam buku N. Graafland. Nama Brest van Kempen tidak tercantum dalam daftar itu. Setelah Scherius, daftar Graafland langsung mencantumkan A. L. Andriessen sebagai penggantinya pada 1852. Pada tahap awal pemeriksaannya, Watuseke sempat menduga daftar itu tidak lengkap. Namun, surat kepemilikan tanah dan dokumen pemerintah kemudian mendukung urutan Scherius – Andriesse.

F. G. P. Jacquet melanjutkan pemeriksaan dengan menelusuri buku induk pejabat Hindia Timur dan arsip Kementerian Koloni. Hasilnya memperjelas perbedaan antara pengangkatan dan pelaksanaan jabatan. Brest van Kempen memang ditetapkan sebagai pengganti Scherius melalui keputusan 26 Agustus 1851, tetapi cuti kesehatan membuat pengangkatan itu tidak pernah dilaksanakan di Manado. Pemerintahan tetap dipegang Scherius sampai kedatangan Andriesse.

Dengan demikian, berdasarkan dokumen yang dihimpun dalam tulisan Watuseke, Brest van Kempen adalah pejabat yang diangkat sebagai Resident Manado, tetapi tidak pernah bertugas sebagai resident di sana. Scherius tetap memimpin sampai 24 Juni 1852, kemudian menyerahkan pemerintahan secara langsung kepada A. L. Andriesse. Perbedaan antara status “diangkat” dan pelaksanaan jabatan inilah yang menjelaskan mengapa nama Brest van Kempen tidak terdapat dalam daftar resident yang benar-benar memerintah Manado.

Referensi

Watuseke, F. S. “C. P. Brest van Kempen Resident van Manado?” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 129, no. 2/3 (1973): 350–352.

  • Penulis: Engel Yong

Rekomendasi

  • Maestro di Balik Sunyi: Mengenang Jejak Paripurna Jessy Wenas

    Maestro di Balik Sunyi: Mengenang Jejak Paripurna Jessy Wenas

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Nama lengkapnya adalah Jessy Wenas, sosok yang lahir pada 14 April 1939 dan berpulang pada 18 Januari 2019. Ia adalah figur paripurna yang memadukan bakat musisi, peneliti sejarah, dan budayawan dalam satu raga. Sebagai putra asli Manado, ia bukan sekadar penggubah nada, melainkan penjaga gawang kebudayaan Minahasa yang gigih. Sayangnya, ketokohan Jessy sering kali terabaikan […]

  • Desa Matungkas, kecamatan Dimembe, Minut

    Wanua Matungkas: Dari Tanah yang Diungkit Menjadi Ruang Hidup Orang Tonsea

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Di Minahasa, sejarah sebuah kampung sering kali tidak dimulai dari arsip pemerintahan atau keputusan administrasi kolonial. Ia lahir dari cerita yang berpindah dari mulut ke mulut, dari ingatan para tetua, dari nama tempat yang diwariskan turun-temurun, serta dari jejak manusia yang pertama kali membuka tanah. Demikian pula kisah Desa Matungkas di wilayah Tonsea, yang kini […]

  • Ny. Antoinette Waroh 1901-1991 (Repro, Wikipedia)

    Antoinette Waroh, Satu-satunya Perempuan di Parlemen Negara Indonesia Timur

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Sejarah politik Indonesia kerap dipenuhi nama-nama besar laki-laki yang memimpin revolusi, menyusun konstitusi, dan mengarahkan jalannya negara. Namun, di balik narasi besar itu, terdapat sosok perempuan dari Minahasa yang berhasil menembus ruang politik yang hampir sepenuhnya didominasi kaum pria. Namanya Antoinette Wailan Waroh. Di masa tuanya, masyarakat mengenalnya dengan panggilan penuh hormat: “Oma Parlemen”. Julukan […]

  • Inih e beke labih bawihoh dingang u sesamboh – J.G.F.Riedel (1868)

    Inih e beke labih bawihoh dingang u sesamboh – J.G.F.Riedel (1868)

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Banyak yang kenal J.F. Riedel sebagai pendeta dan penulis buku pada akhir abad ke-19. Ini adalah salah satu dari buku-buku itu: “Inih e beke labih bawihoh dingang u sesamboh – J.G.F.Riedel – 1868” Sayang saya tidak mengerti bahasa Tombulu. DOWNLOAD – GDRIVE – PDF – 5MB *Diupload oleh Roderick C Wahr

  • Foto pengintaian udara jembatan Amurang di sungai Ranoaipo yang diambil dari pesawat Bristol Beaufighter dari Skuadron 31, RAAF, pada tanggal 27 Desember 1944. (AWM)

    Amurang: Dari Pelabuhan Tua Minahasa hingga Benteng Pertahanan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Di pesisir barat jazirah Minahasa, sebuah teluk tenang membentang menghadap Laut Sulawesi. Di sanalah Amurang tumbuh dan berkembang selama berabad-abad, menjadi titik temu antara pedalaman subur Minahasa dengan jalur perdagangan maritim yang menghubungkan Nusantara, Maluku, Filipina, hingga dunia Eropa. Jauh sebelum jalan raya menghubungkan wilayah selatan Minahasa dengan Manado, Teluk Amurang telah menjadi simpul ekonomi […]

  • Foto Sam Ratulangi Hadiri Pembacaan Teks Proklamasi (1945)

    Foto Sam Ratulangi Hadiri Pembacaan Teks Proklamasi (1945)

    • calendar_month Minggu, 7 Jul 2024
    • visibility 139
    • 0Komentar
expand_less