Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel Sejarah » Pantai Triple M, Surga Tersembunyi di Kolongan Kombi Minahasa

Pantai Triple M, Surga Tersembunyi di Kolongan Kombi Minahasa

  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menikmati Pesona Pantai Triple M di Desa Kolongan Kombi

Halo, sobat traveler! Pernah dengar tentang Pantai Triple M di Minahasa? Kalau belum, siap-siap jatuh cinta! Pantai ini terletak di Desa Kolongan, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin menikmati pantai cantik, tapi jauh dari keramaian.

Apa yang Bikin Pantai Triple M Istimewa?

Pantai Triple M punya karakter yang beda dari pantai-pantai mainstream lainnya. Bayangkan pasir putih yang lembut, air laut yang super jernih, dan pemandangan laut biru yang memanjakan mata. Belum lagi pepohonan rindang di sekitar pantai yang bikin suasananya adem banget. Pokoknya, pantai ini cocok buat healing, piknik santai, bahkan camping bareng teman-teman.

Akses dan Lokasi

Pantai ini terletak sekitar 2 jam dari pusat Kota Manado. Rute terbaik adalah lewat jalan ke arah Kombi, lalu masuk ke Desa Kolongan. Jangan khawatir, akses jalannya sudah cukup bagus dan bisa dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Tapi tetap hati-hati ya, karena beberapa jalan menurun menuju pantai cukup curam.

Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan

Di Pantai Triple M, kamu nggak akan kehabisan ide buat seru-seruan. Beberapa aktivitas yang bisa kamu nikmati antara lain:

  • Snorkeling ringan: Airnya yang jernih bikin kamu bisa melihat dasar laut dengan jelas!
  • Piknik keluarga: Banyak spot teduh untuk gelar tikar dan nikmati bekal.
  • Camping: Bawa tenda dan rasakan sensasi bermalam di pinggir pantai.
  • Foto-foto estetik: Setiap sudut pantai ini instagramable banget!

Fasilitas dan Tiket Masuk

Karena pantai ini masih tergolong alami dan belum terlalu ramai, fasilitasnya masih sederhana. Tapi jangan khawatir, tersedia beberapa gazebo, toilet, dan tempat parkir. Untuk tiket masuk, kamu hanya dikenakan biaya sukarela atau retribusi lokal dari pengelola setempat.

Tips Berkunjung ke Pantai Triple M

  • Datang saat pagi atau sore hari untuk cuaca yang tidak terlalu terik.
  • Bawa bekal makanan sendiri karena belum banyak warung.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman, apalagi kalau kamu mau jalan-jalan ke tepi pantai berbatu.
  • Jangan buang sampah sembarangan, ya! Mari kita jaga keindahan alam ini bersama.

Penutup: Yuk, Jelajahi Keindahan Pantai Triple M!

Pantai Triple M di Kolongan Kombi adalah salah satu destinasi yang wajib kamu masukkan ke dalam bucket list liburanmu di Sulawesi Utara. Keindahan alamnya yang masih alami, suasana yang tenang, dan keramahan warga lokal akan membuat kamu betah berlama-lama di sini. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo rencanakan liburanmu ke Pantai Triple M sekarang juga!

 

 

Kalau kamu butuh versi HTML atau langsung dalam format siap upload ke WordPress (dengan plugin SEO seperti RankMath atau Yoast), silakan beri tahu ya!

  • Penulis: Ando

Rekomendasi

  • Anak piara oleh zendeling di Ratahan dan Amurang

    Anak piara oleh zendeling di Ratahan dan Amurang

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Polemik mengenai tindakan para zendeling di Minahasa telah muncul dalam Tijdschrift voor Nederlandsch Indië sebelum empat surat dari Ratahan dan Amurang diterbitkan tahun 1870. Menurut pengantar redaksi, sebuah tulisan anonim dalam bagian Varia edisi Februari 1869 menjadi awal perdebatan. Dua tulisan lain dimuat dalam edisi April 1870: satu membela tindakan para zendeling terhadap tuduhan terdahulu, […]

  • Jerónimo (Pasuma) Raja Siau 1563 (ilustrasi)

    Raja Jerónimo: Dibaptis di Manado, Digulingkan di Siau

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pada 6 Maret 1569 seorang Jesuit muda di Ternate menyelesaikan sepucuk surat panjang untuk saudara-saudaranya di India. Di bagian penutup ia menulis catatan peredaran: surat ini hendaknya dibaca lebih dulu di Malaka, baru diteruskan ke India.[^1] Penulisnya, Pero Mascarenhas, baru saja kembali dari pelayaran enam bulan menyusuri Siau, Sangihe, Manado, Bolaang, dan Kaidipang. Di dalamnya […]

  • de radja van Manado Tululio (ilustrasi)

    Dari Tululio ke Tololiu: Jejak Perubahan Nama Raja Manado

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Dalam penulisan sejarah Minahasa, nama Tololiu biasa disebut sebagai raja Manado awal abad ke-17 yang berhubungan dengan Spanyol dan kemudian dibaptis. Nama itu muncul di berbagai tulisan tanpa alamat sumber, seolah tinggal dikutip dari arsip. Kenyataannya lain, dokumen-dokumen sezaman memang menyebut seorang raja Manado tetapi tidak satu pun menuliskannya sebagai “Tololiu”. Bentuk itu lahir jauh […]

  • Bennie Walangitang: Serdadu Minahasa yang Gugur di Perang Vietnam

    Bennie Walangitang: Serdadu Minahasa yang Gugur di Perang Vietnam

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Bennie Walangitang, yang memiliki nama lengkap Benjamin Thomas Walangitang, adalah seorang pria keturunan Minahasa yang mencatatkan kisah hidupnya sebagai prajurit di dua perang besar. Ia lahir pada 10 November 1934 di Banjarmasin, hanya berselisih satu hari dari ulang tahun ayahnya, Benjamin Thomas Walangitang Sr., seorang mantan perwira tinggi di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL). Dari […]

  • Pantai Mahembang Sulawesi Utara, Permata Tersembunyi di Minahasa

    Pantai Mahembang Sulawesi Utara, Permata Tersembunyi di Minahasa

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pantai Mahembang Sulawesi Utara menghadirkan pemandangan memukau berupa pasir putih bersih dan air laut tenang berwarna biru kehijauan. Pantai ini terletak di Desa Mahembang, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Setiap akhir pekan, warga lokal dan wisatawan dari luar daerah mengunjungi pantai ini untuk menikmati ketenangan dan keindahan alamnya. Selain itu, banyak orang menyamakan suasana pantai ini […]

  • Gereja di tengah sawah. Di latar belakang terlihat Danau Tondano dan M. Oostwoud Wijdenes (repro foto Tropisch Nederland 1935)

    Tourikeran dan Toulawanan: Asal-Usul Orang Tondano Sebelum Era Kolonial

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Di tepian Danau Tondano yang tenang hari ini, tersimpan jejak panjang sebuah peradaban air yang pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat Minahasa bagian timur. Sebelum jalan-jalan kolonial dibuka, sebelum pemerintah Hindia Belanda membentuk distrik dan birokrasi modern, masyarakat Tondano telah hidup dalam tatanan sosial yang mapan, egaliter, dan sangat bergantung pada danau sebagai sumber kehidupan. Sejarah […]

expand_less