Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel Sejarah » Keindahan Alam Air Terjun Tumimperas Destinasi Tersembunyi di Tomohon

Keindahan Alam Air Terjun Tumimperas Destinasi Tersembunyi di Tomohon

  • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pesona Alami dan Keindahan Alam di Jantung Tomohon

 

Sulawesi Utara menyimpan banyak destinasi dan keindahan alam tersembunyi yang memukau, dan salah satunya adalah Air Terjun Tumimperas.

Terletak di Kakaskasen Dua, Tomohon Utara, tempat ini menghadirkan pengalaman wisata alam yang sejuk dan alami.

Setiap akhir pekan, banyak wisatawan lokal maupun luar daerah menjadikan air terjun ini sebagai tujuan untuk menyegarkan pikiran dan tubuh.

 

Trekking Menantang dengan Hadiah Alam yang Indah

 

Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menyusuri sekitar 800 anak tangga.

Meski jalur tersebut cukup menantang, banyak pengunjung tetap semangat karena mereka ingin melihat keindahan yang menanti di ujung perjalanan.

Di sepanjang jalur, pepohonan rindang dan suara burung hutan menciptakan suasana damai yang alami.

Sesampainya di bawah, pengunjung langsung menikmati pemandangan air terjun setinggi sekitar 50 meter yang mengalir deras di antara batu besar.

Beberapa wisatawan bermain air, duduk santai, bahkan berfoto di antara kabut tipis yang tercipta dari percikan air terjun.

 

Spot Ideal untuk Fotografi dan Relaksasi

 

Banyak fotografer alam dan pencinta konten digital datang untuk menangkap keindahan Air Terjun Tumimperas.

Mereka memanfaatkan cahaya alami di pagi atau sore hari untuk menghasilkan gambar yang dramatis dan eksotis.

Selain itu, banyak pengunjung membawa bekal dan piknik di sekitar area sambil menikmati udara yang bersih dan segar.

 

Upaya Pelestarian dan Promosi Keindahan alam Air Terjun

 

Pemerintah Kota Tomohon bersama masyarakat lokal mulai gencar mempromosikan destinasi ini sebagai bagian dari potensi wisata daerah.

Mereka juga terus menjaga kebersihan lingkungan dan mengedukasi wisatawan agar tidak merusak ekosistem sekitar.

Beberapa papan peringatan sudah tersedia untuk mengingatkan pengunjung agar tidak membuang sampah sembarangan.

Jika Anda ingin merasakan ketenangan, menikmati keindahan alam, dan melakukan aktivitas fisik ringan yang menyenangkan, Air Terjun Tumimperas bisa menjadi pilihan tepat.

Wisata ini menawarkan pengalaman berbeda, jauh dari kebisingan kota, dan cocok untuk semua kalangan. Jangan lupa membawa kamera dan alas kaki yang nyaman saat berkunjung

  • Penulis: Aril

Rekomendasi

  • Duel Tarumetor dan Ramokian (Ilustrasi)

    Ramokian dan Perang Pertama Minahasa–Bolaang Mongondow dalam Catatan Riedel dan Jasper

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Di banyak wilayah Nusantara, sejarah sering kali lahir dari pertempuran. Tanah Malesung yang kelak dikenal sebagai Minahasa tidak terkecuali. Di antara kisah-kisah perang yang membentuk identitas kawasan ini, terdapat satu episode yang terus hidup dalam arsip kolonial maupun tradisi lisan: kematian panglima perang Bolaang Mongondow yang dikenal dengan nama Datu Mokijan, atau dalam sejumlah sumber […]

  • Ilustrasi

    Jejak Awal Portugis di Minahasa: Antara Misi Agama dan Mitos Benteng

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Sejarah kolonial Minahasa biasanya dimulai dari Belanda, kadang dari Spanyol. Padahal lebih dari seabad sebelum Kompeni menutup kontrak 10 Januari 1679 dengan para kepala negeri di landstreecke van Manado,[^1] orang Portugis sudah melintasi perairan ini, singgah di Manado, dan menuliskannya. Kehadiran itu sering dibayangkan dalam bentuk yang keliru, yaitu benteng dan pos dagang seperti yang […]

  • Alex Andries Maramis, Perumus Pancasila dan Pencetak Uang RI

    Alex Andries Maramis, Perumus Pancasila dan Pencetak Uang RI

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Alexander Andries (AA) Maramis merupakan salah satu tokoh kunci dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia, khususnya dalam perumusan dasar negara, pembangunan sistem keuangan nasional, dan diplomasi internasional pascakemerdekaan. Ia dikenal sebagai Menteri Keuangan pertama Republik Indonesia secara de facto serta salah satu anggota Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta, cikal bakal Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. […]

  • Desa Wuwuk, Minahasa Selatan

    Mengungkap Sejarah Desa Wuwuk dan Peran Joel Walintukan dalam Lahirnya KGPM

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Dalam lanskap historiografi Minahasa Selatan, nama Desa Wuwuk atau dalam ejaan kolonial Woewoek, kerap hanya muncul sebagai titik kecil dalam peta wilayah Tareran. Namun ketika arsip-arsip lama di Leiden dibuka kembali, dan laporan para zendeling ditelusuri, desa ini tampil dalam wajah berbeda: sebagai ruang peradaban tua yang menyimpan jejak linguistik, pendidikan, sekaligus pergerakan intelektual yang […]

  • Dra. Augustine Magdalena Waworuntu

    Augustine Waworuntu: Guru Bangsa yang Menjadi Wali Kota Perempuan Pertama Manado

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Di tengah puing-puing perang dan masa depan Indonesia yang masih gamang pada awal dekade 1950-an, seorang perempuan dari Minahasa tampil memimpin sebuah kota yang baru saja bangkit dari kehancuran. Namanya Dra. Augustine Magdalena Waworuntu lebih dikenal sebagai Ny. A.M. Waworuntu, tokoh pendidikan sekaligus perempuan pertama yang memimpin pemerintahan kota di Indonesia. Bagi masyarakat Manado, ia […]

  • Kisah Pasukan PG-500 Pimpinan Kapten Jongkhy R. Kumontoy di Belantara Irian Barat

    Kisah Pasukan PG-500 Pimpinan Kapten Jongkhy R. Kumontoy di Belantara Irian Barat

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Operasi Trikora adalah operasi militer yang diluncurkan Indonesia untuk menggabungkan Irian Barat (Papua Barat) dengan Indonesia. Setelah kegagalan diplomasi dengan Belanda, yang tetap mengklaim Irian Barat, Pemerintah Indonesia mengambil langkah militer. Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumumkan pelaksanaan Trikora dan membentuk Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayjen Soeharto untuk merencanakan dan melaksanakan operasi militer. […]

expand_less