Balangingi
Cornelis Pietersz: Orang Manado di Tengah Perompak Balangingi 1838–1839
- calendar_month Senin, 7 Sep 2026
- visibility 75
- 0Komentar
Pada suatu hari di kampung Sepa (Sipac/Sipak, benteng terbesar di Balangingi – Filipina), Pulau Balangingi, seorang tawanan meminta pensil dan sehelai kertas kepada tuannya. Alasannya masuk akal bahwa ia seorang tabib dan ia hendak menitipkan pesanan obat kepada seorang pedagang perempuan yang akan berlayar ke Solok (Jolo). Tuannya tidak keberatan, malah menyuruhnya memesan obat sebanyak-banyaknya.[^1] […]
