Pilihan Pembaca
light_mode
Trending Tags
Beranda » Buku » De Minahassische Priesterstaf (1961) dan Ancient Arts of Minahasa (1958) by Hetty Palm

De Minahassische Priesterstaf (1961) dan Ancient Arts of Minahasa (1958) by Hetty Palm

  • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

De Minahassische Priesterstaf, Hetty Palm – 1961

Ancient Arts of Minahasa, Hetty Palm – 1958

Clementine Henrie͏̈tte Marie Nooy-Palm lahir di Sumatra pada tahun 1921 dan belajar antropologi di Amsterdam. Setelah perang, Ia mendapat penunjukan parsial di Royal Tropical Institute (KIT).

 

“De Minahassische Priesterstaf” (1961) dan “Oude Kunst van de Minahasa” (1958)

Berikut ringkasan detail dari isi dokumen tersebut:


1. De Minahassische Priesterstaf

Karya ini mendalami sineka’dan, tongkat yang digunakan oleh para imam di Minahasa, yang memiliki nilai simbolik, religius, dan budaya.

Fitur Utama Sineka’dan:

  • Tongkat ini terdiri dari kayu keras, dengan bagian atas berupa patung kecil (sēka’d) dari perunggu atau tembaga.
  • Sēka’d menampilkan wajah manusia dengan detail ornamen seperti topi, perhiasan, dan pakaian tradisional, mencerminkan elemen budaya Minahasa.
  • Proses pembuatan dilakukan dengan teknik a the perdue (lost-wax casting), yang sudah dikenal sejak abad ke-17.

Fungsi dan Makna:

  • Sineka’dan digunakan dalam berbagai upacara seperti pesta panen (manēmpo) dan ritual lainnya.
  • Patung pada tongkat melambangkan leluhur atau dewi pertanian Lumimu’ut, yang dipercaya membawa kesuburan dan keberkahan.
  • Tongkat juga digunakan oleh pemimpin yang telah mencapai status sosial tinggi.

Hubungan dengan Waruga:

  • Patung pada sineka’d menunjukkan kemiripan gaya dengan relief pada waruga (kubur batu), menunjukkan kesinambungan budaya leluhur.

2. Oude Kunst van de Minahasa

Artikel ini mengeksplorasi seni tradisional Minahasa dan dampak akulturasi dengan budaya Eropa.

Transformasi Budaya:

  • Pengaruh Eropa mulai terasa sejak abad ke-16 melalui Portugis dan Spanyol, diikuti oleh Belanda. Hal ini menyebabkan asimilasi budaya yang cepat, termasuk adopsi Kristen dan elemen gaya hidup Eropa.
  • Seni asli Minahasa, seperti hutan rumah, perhiasan, tekstil, dan kapal tradisional, mulai punah akibat proses ini.

Seni dan Artefak Tradisional:

  • Waruga: Kubur batu dengan dekorasi yang mencerminkan kepercayaan leluhur dan simbolisme kehidupan.
  • Pakaian Tradisional: Termasuk kain Bentenan dan hiasan kepala berbahan logam atau bulu burung.
  • Hiasan Rumah: Pahatan kayu dengan motif manusia atau hewan mitologis.
  • Perhiasan: Seperti gelang tembaga, cincin, dan kalung yang dikenakan oleh pria dan wanita.

Kepercayaan dan Ritual:

  • Sistem keagamaan Minahasa berpusat pada pemujaan leluhur, dengan para imam (walian) dan pemimpin adat memainkan peran kunci.
  • Ritual kelahiran, pernikahan, dan kematian dilakukan dengan melibatkan seni, tari, dan musik tradisional.

Kesimpulan

Dua karya ini menggambarkan budaya Minahasa yang kaya sebelum transformasi besar akibat pengaruh kolonialisme.

Fokusnya pada artefak seperti sineka’dan dan waruga memberikan wawasan mendalam tentang warisan budaya Minahasa, yang sebagian besar telah hilang namun tetap relevan melalui penelitian sejarah dan etnografi.

 

DOWNLOAD – GDRIVE – PDF – 2MB

Diupload oleh Roderick C Wahr

  • Penulis: Moderator Malesung

Rekomendasi

  • Raksasa Siow Kurur (Ilustrasi)

    Siow Kurur: Jejak Leluhur Minahasa di Antara Mitos dan Situs Batu

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Di tanah Minahasa, Sulawesi Utara, cerita tentang leluhur tidak hanya hidup dalam buku, tetapi juga dalam ingatan kolektif masyarakat. Salah satu sosok yang kerap disebut dalam kisah turun-temurun adalah Siow Kurur figur yang berada di antara batas mitos dan kemungkinan sejarah. Namanya unik. Dalam bahasa Minahasa, siow berarti “sembilan”, sementara kurur merujuk pada “lutut” atau […]

  • Toar dan Lumimuut (Ilustrasi)

    Dari Graafland hingga Schwarz: Evolusi Pencatatan Legenda Toar dan Lumimuut

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Kisah Toar dan Lumimuut merupakan salah satu mitos asal-usul paling penting dalam tradisi masyarakat Minahasa. Cerita ini telah diwariskan secara lisan selama berabad-abad sebelum akhirnya dicatat oleh para penulis Eropa pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Beberapa sumber tertulis yang sering dijadikan rujukan berasal dari karya Nicolaas Graafland dalam De Minahassa: haar verleden en […]

  • Ilustrasi

    Mozaik Tenggara Malesung: Pasan, Tonsawang, dan Ponosakan dalam Jejak Arsip Kolonial

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Sejarah kerap menyederhanakan wilayah tenggara Tanah Malesung sebagai satu kesatuan yang utuh. Pasan, Tonsawang, dan Ponosakan sering dipandang sebagai bagian dari lanskap budaya Minahasa tanpa banyak membedakan asal-usul maupun perkembangan historis masing-masing komunitas. Namun, ketika arsip kolonial dipadukan dengan kajian linguistik modern, muncul gambaran yang jauh lebih kompleks. Kawasan ini ternyata merupakan sebuah mozaik yang […]

  • J.N Najoan 1879 - 1967 (Repro foto Van Gent)

    J.N. Najoan: Ksatria Ordo Militer William Kelas 4 dan Perlawanannya Melintasi Zaman

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Sejarah di Nusantara pada paruh pertama abad ke-20 mencatat nama-nama figur tangguh yang lahir dari tanah Minahasa. Dari wilayah yang sejak abad ke-19 dikenal sebagai salah satu lumbung prajurit Hindia Belanda itu, muncul sosok-sosok dengan rekam jejak militer yang menonjol. Salah satu di antaranya adalah Sersan Kelas 1 J.N. Najoan (1879–1967). Dalam arsip kolonial, namanya […]

  • Evert Langkai: Panglima Legendaris Minahasa yang Tak Tergoyahkan dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

    Evert Langkai: Panglima Legendaris Minahasa yang Tak Tergoyahkan dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Evert Langkai adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, khususnya dari Sulawesi Utara.   Lahir pada 28 September 1915, dia dikenal sebagai Panglima pertama dan satu-satunya dari Laskar KRIS (Kesatuan Rakyat Indonesia Semesta), yang merupakan organisasi militer penting dalam Perang Mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia pada periode 1945-1949.   Langkai merupakan orang Minahasa […]

  • Koeksistensi Damai di Tanah Pengasingan: Relasi Johann Friedrich Riedel dan Kyai Madja (Mojo) di Tondano

    Koeksistensi Damai di Tanah Pengasingan: Relasi Johann Friedrich Riedel dan Kyai Madja (Mojo) di Tondano

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Dalam historiografi Minahasa abad ke-19, perjumpaan antara Johann Friedrich Riedel dan Kyai Madja (Mojo) kerap digambarkan sebagai “persahabatan”. Namun, pembacaan sumber primer dari laporan Nederlandsche Zendelinggenootschap (NZG) serta kajian modern oleh Peter Carey dan Tim Babcock menunjukkan bahwa relasi mereka lebih tepat dipahami sebagai koeksistensi damai yang saling menghormati.  Latar Sejarah: Perang Jawa dan Pengasingan […]

expand_less